Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Untuk mengantisipasi adanya bencana alam, Direktur Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wiyogo Pamungkas, S.I.K., M.Hum., memastikan seluruh pasukan dan peralatan SAR bencana alam, semuanya dalam kondisi baik dan siaga.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, pengecekan kelengkapan personel dan juga perlengkapan tersebut, dilakukan saat pelaksanaan apel gelar pasukan yang berlangsung di Mako Dit Polairud Polda Gorontalo.
Di mana kelengkapan yang diperiksa yakni dua set tenda peleton, dua set meja dan tempat duduk peleton, satu buah lampu LID Tripot khusus penerangan tenda peleton, dua alat pemotong baja hidrolik (Terdiri dari satu manual dan satu otomatis), satu Termal (Alat deteksi suhu panas), satu mesin sensor, satu genset lampu penerangan tenda, satu genset kelistrikan, tiga set alat selam, 15 life jacket Polair, dua senter genggam jarak sauh dan 15 set peralatan perlindungan pernapasan yang dikenal sebagai SCBA atau Self-Contained Breathing Apparatus.

Dikatakan Dir Polairud Polda Gorontalo, Kombes Pol. Wiyogo Pamungkas, S.I.K., M.Hum., apel siaga SAR ini merupakan langkah nyata Dit Polairud Polda Gorontalo, dalam memastikan kesiapan personil dan perlengkapan menghadapi potensi bencana alam di Gorontalo.
“Kami berharap tidak ada bencana yang terjadi di daerah Gorontalo. Namun, ketika bencana datang, kami sudah siap, baik dengan personelnya maupun dengan perlengkapan yang ada,” ungkap Alumnus Akpol 1997 ini, yang didampingi Kasubag Bin Opsnal Dit Polairud, AKP Moh. Adam,S.H.,M.H.
Ditambahkan pula, untuk para personel diharapkan agar selalu waspada dan siap dalam kondisi apapun saat terjadi bencana. Tas ransel harus dipastikan berisi perlengkapan yang dibutuhkan. Mulai dari kelengkapan perorangan yakni dua pasang pakaian PDL, satu pasang sepatu Pdl serta kelengkapan kesehatan.
“Pada dasarnya, semua personel dan perlengkapan siap dan senantiasa siaga saat terjadi bencana. Kami pun berharap kepada masyarakat, ketika ada bencana atau hal-hal lain yang tidak diinginkan saat bekerja di laut, kiranya dapat diinformasikan, sehingga kami dapat segera menindaklanjutinya,” harap mantan Kabidkum Polda Gorontalo ini. (kif)













Discussion about this post