logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Nasional

Mahasiswa Gorontalo Tolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 12 November 2025
in Nasional
0
Peserta diskusi publik terkait gelar Pahlawan Soeharto foto bersama usai diskusi yang berlangsung di Warkop Mongopi, Senin (10/11). (foto: istimewa)

Peserta diskusi publik terkait gelar Pahlawan Soeharto foto bersama usai diskusi yang berlangsung di Warkop Mongopi, Senin (10/11). (foto: istimewa)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman Raya (AMPKPRG) menggelar diskusi publik bertajuk “Refleksi Generasi Muda: Layakkah Soeharto Disebut Pahlawan?” di Warkop Mongopi, Kota Gorontalo, Senin (10/11) malam.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber lintas organisasi diantaranya Ketua DPD GMNI Gorontalo Iksan A. Karim, Ketua BADKO HMI Sulut-Go Aries Setiawan, Founder Ruang Anak Muda Fian Hamzah, Koordinator Gusdurian Gorontalo Nurhikmah Biga, dan Ketua PKC PMII Gorontalo Windy Olivia.

Dalam sambutannya, Ketua Umum AMPKPRG, Raman Tamu, menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar ruang debat sejarah, melainkan ruang refleksi generasi muda untuk menguji moral dan kesadaran kebangsaan.

“Kita tidak sedang mengadili masa lalu, tapi sedang menguji kesadaran kita sebagai generasi penerus bangsa. Layakkah seseorang yang menumpuk kekuasaan dan menodai kemanusiaan disebut pahlawan? Jika kita diam, maka sejarah akan ditulis oleh mereka yang berkuasa, bukan oleh mereka yang berjuang,” ujarnya.

Related Post

Open Fishing Tournament Kapolda Sulut, Ikut Memeriahkan, DAW Hadirkan Booht Honda

Sori, Kata Kepala BGN, WFH Tidak Berlaku Bagi Unit Kerja Ini,

Lahan Eks Transmigrasi Bulango Ulu, Dukung Waduk Kementrans Turun Tangan

Wagub Idah Syahidah RH Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat di Randangan, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Ia menambahkan bahwa AMPKPRG ingin menghadirkan narasi keberanian dan kejujuran sejarah, bukan sekadar opini yang berpihak. “Diam terhadap ketidakadilan adalah bentuk pengkhianatan terhadap kemerdekaan itu sendiri,” tegas Raman.

Diskusi berlangsung dinamis. Iksan A. Karim, Ketua DPD GMNI Gorontalo, membuka pandangan dengan menyebut bahwa upaya menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional adalah bentuk penghinaan terhadap bangsa.

“Soeharto adalah penjahat, Soeharto adalah koruptor, Soeharto adalah pelaku KKN, dan tidak pantas disebut pahlawan nasional,” katanya dengan lantang.

Menurutnya, menobatkan Soeharto sebagai pahlawan sama saja menghapus luka sejarah bangsa, karena dibalik kekuasaannya yang panjang terdapat ribuan korban akibat represi politik dan pembungkaman suara rakyat.

Sementara itu, Aries Setiawan, Ketua BADKO HMI Sulut-Go, menilai pemberian gelar pahlawan harus dilihat secara konstitusional dan moral. Ia menyoroti bahaya jika generasi muda hanya diam terhadap ketimpangan sejarah.

“Kalau saya jadi presiden, saya pun bisa memperkaya keluarga saya dengan alasan pembangunan. Tapi apakah itu pantas disebut jasa?”ujarnya disambut tawa getir peserta. Menurut Aries, tidak ada kejahatan besar tanpa tanggung jawab besar, dan Soeharto sebagai pemimpin tertinggi harus memikul konsekuensinya.

Pandangan keras datang dari Fian Hamzah, Founder Ruang Anak Muda, yang menolak pemberian gelar Pahlawan tersebut. “Saya menolak dengan keras Soeharto disebut pahlawan. Kita tidak bisa memaafkan pelanggaran terhadap kemanusiaan hanya karena pembangunan. Itu bukan kepahlawanan, itu kejahatan yang dibungkus rapi oleh kekuasaan,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa secara teologis manusia memang bisa saling memaafkan, namun secara konstitusional dan moral, kejahatan terhadap kemanusiaan tidak dapat dihapus.

“Saya takut narasi kritis kita hanya berakhir malam ini. Padahal, sebagai pemuda kita punya tanggung jawab menjaga ingatan sejarah,”ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurhikmah Biga, Koordinator Gusdurian Gorontalo, memberikan pandangan yang tajam dan reflektif. Ia menegaskan bahwa upaya negara memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto adalah bentuk pengkhianatan terhadap gerakan reformasi yang telah menumbangkan rezim otoritarianisme.

“Dengan negara memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto, maka negara dengan sengaja mengkhianati gerakan reformasi yang telah menumbangkan rezim Soeharto yang otoritarian.

Kita, warga negara Indonesia, sedang dicerabut oleh negara dari ingatan kolektif kita tentang sejarah kelamnya 32 tahun rezim Soeharto yang penuh dengan pelanggaran HAM dan KKN,” ujarnya.

Nurhikmah menegaskan bahwa persoalan ini bukan hanya tentang gelar, melainkan tentang upaya sistematis menghapus jejak kelam kekuasaan yang menindas rakyatnya.

Sementara itu, Windy Olivia, Ketua PKC PMII Gorontalo, menyoroti aspek hukum dan moral dari pemberian gelar pahlawan nasional. Ia mengatakan bahwa penghargaan seperti itu tidak boleh diberikan atas dasar kompromi politik.

“Secara hukum, perubahan dan penambahan nama-nama pahlawan seperti yang dilakukan baru-baru ini perlu dikaji ulang kesahihannya. Pemberian gelar pahlawan harus didasarkan pada nilai moral dan sejarah yang murni, bukan politik balas budi,” tegasnya.

Diskusi yang berlangsung lebih dari dua jam itu ditutup dengan kesimpulan tegas dari seluruh narasumber untuk menolak penetapan Soeharto sebagai pahlawan nasional. Bagi mereka, langkah tersebut merupakan bentuk pemutihan sejarah dan pengkhianatan terhadap nilai kemanusiaan. (tro)

Tags: Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Kawasan Paguyaman RayaAMPKPRGDiskusi PublikGelar Pahlawan NasionalRefleksi Generasi MudaTolak Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Related Posts

KAPOLDA CUP - Open Fishing Tournament Kapolda Sulut Cup I 2026 yang digelar pada 11–12 April 2026 di Youth Center Kawasan Megamas, Manado. (foto: dok- humas polda sulut)

Open Fishing Tournament Kapolda Sulut, Ikut Memeriahkan, DAW Hadirkan Booht Honda

Tuesday, 14 April 2026
Sori, Kata Kepala BGN, WFH Tidak Berlaku Bagi Unit Kerja Ini,

Sori, Kata Kepala BGN, WFH Tidak Berlaku Bagi Unit Kerja Ini,

Saturday, 11 April 2026
Viva Yoga Mauladi

Lahan Eks Transmigrasi Bulango Ulu, Dukung Waduk Kementrans Turun Tangan

Friday, 10 April 2026
Wagub Idah Syahidah RH Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat di Randangan, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Wagub Idah Syahidah RH Tanam Padi Program Cetak Sawah Rakyat di Randangan, Mendukung Ketahanan Pangan Nasional

Friday, 10 April 2026
Wamentrans Viva Yoga Hadiri Halal Bi Halal KAHMI-HMI Gorontalo, Cerita Dua Kali Gagal jadi Ketum PB HMI

Wamentrans Viva Yoga Hadiri Halal Bi Halal KAHMI-HMI Gorontalo, Cerita Dua Kali Gagal jadi Ketum PB HMI

Thursday, 9 April 2026
Konferensi pers Pemprov Gorontali di Rumah Jabatan Gubernur terkait dengan kebijakan efisiensi anggaran, Rabu (2/4) malam. (Foto : Mila/diskominfotik)

Kunker Pejabat Diminta ‘Nebeng’ Kenderaan

Monday, 6 April 2026
Next Post
Hemat Syarikah

Hemat Syarikah

Discussion about this post

Rekomendasi

Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    62 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    66 shares
    Share 26 Tweet 17
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    51 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.