Gorontalopost.co.id, JAKARTA — Pelaksana tugas (Plt) Deputi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Asep Guntur Rahayu menyebut pihaknya akan terus mendalami kasus pemerasan sertikat K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Asep menegaskan, pendalaman yang dilakukan pihaknya yakni terkait aliran dana dalam perkara yang menjerat Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Nonaktif) Immanuel Ebenezer Gerungan sebagai tersangka.
Tak tanggung-tanggung, pihak yang akan diperiksa terkait masalah ini adalah Menaker Yassierli dan mantan Menaker Ida Fauziyah (2019-2024). “Tentunya kami sedang mendalami (perkara aliran dana kasus ini),” ujar Asep di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Asep menjelaskan, penelusuran aliran dana ini pastinya akan melibatkan keterangan para tersangka (termasuk Noel) yang ditahan pada Kamis, 21 Agustus 2025 lalu. Menurutnya, KPK masih mencium bau amis soal aliran dana yang diterima oleh pihak-pihak lain.
Asep menyebut, kasus pemerasan sertifikat K3 ini diduga kuat juga terjadi pada periode 2019-2025. Katanya, KPK akan memeriksa para staf khusus Menaker mengenai masalah ini. “Ini ‘kan baru suatu hari ini, nih, kami baru melakukan konfirmasi kepada orang-orang yang kami amankan pada Kamis kemarin. Kemudian, tentunya kami kembangkan,” jelas Asep.
Seperti diberitkan sebelumnya, KPK mengungkap sejumlah aliran dana korupsi yang diterima oleh Noel dalam perkara ini. Tak hanya motor Ducati, Noel juga disebut KPK telah mengantongi “duit panas” senilai Rp3 miliar untuk memuluskan praktik pemerasan sertifikat K3. Noel kemudian ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 20 Agustus 2025 di kediamannya di Jakarta.
Bersama Noel, KPK juga telah melakukan penahanan terhadap 9 tersangka lainnya. Total 10 tersangka di kasus ini pada Jumat, 22 Agustus 2025. Jumat kramat tampaknya mulai ditekuni KPK lagi. Maklum saja, karena kasus ini melibatkan seorang peyelenggara negara.
Sialnya, tersangkanya Noel setidaknya membuat pemerintahan Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, mendapat sorotan tajam. Dan di hari yang sama, Prabowo kemudian memerintahkan Istana untuk mengumumkan pencopotan Noel sebagai Wamanaker. Langkah selanjutnya Prabowo dipastikan akan melakukan reshuffle, meskipun tidak dalam waktu dekat ini.
Ketua KPK Setyo Budiyanto menerangkan, pentolan relawan Jokowi Mania itu terseret karena tahu adanya praktik pemerasan di lingkungan Kemnaker. Sehingga KPK menyebut, pembiaran ini dilakukan secara sadar oleh pria yang akrab disapa Noel itu.
Kemudian, Noel melakukan percakapan intens dengan Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro (IBM). Bobby diduga kuat terlibat langsung dalam praktik pemerasan sertifikat K3 terhadap sejumlah perusahaan. Lantas Noel menghubungi Bobby. Bukannya menindak tegas, Noel justru minta diberikan hadiah. Kasarnya untuk tutup mulut.
Dalam percakapan ini Noel secara tidak langsung meminta kepada Bobby agar dibelikan sepeda motor gede (moge). “Saat minta motor, IEG (Noel) ngomong ke IBM (Bobby): ‘Saya tahu kamu main motor besar. Kalau untuk saya (Noel), cocoknya motor apa?’,” terang Setyo, dikutip dari Antara pada Minggu, 24 Agustus 2025. (disway)












Discussion about this post