Gorontalopost.co.id, LIMBOTO — Pelayanan puskesmas global Tibawa, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo mendadak viral di laman media sosial. Pada minggu dini hari dari akun Rahmat Amed Mohamad, di mana dalam video yang berdurasi 1 menit 22 detik itu, menunjukkan seorang pasien Laka Lantas atas nama Tahir Abas, warga Desa Dusun Bongo, Desa Tolotio, Kecamatan Tibawa
Tahir saat itu dibawa ke Puskesmas Global Tibawa untuk dilakukan pemeriksaan dan ditempatkan di teras Puskesmas, sementara dalam video tersebut jelas terlihat ada satu ruangan kamar dengan dua tempat tidur dalam keadaan kosong tak ada pasien.
“Ini pasien di Puskes, di luar pak dingin, perhatikan kasana yang bagini jangan pernah ba lia uang, coba kalau dorang pejabat bukan disini dorang pe tampa,” ungkap Amed dalam videonya tersebut.
Amed mengaku, dirinya tidak tega melihat kejadian tersebut, apalagi dirinya juga lulusan sarjana kesehatan. Walaupun memang profesinya saat ini bukan dibidang kesehatan. “Pasien bukan kita pe keluarga, tapi pasien orang Isimu, torang samua punya tanggungjawab untuk ini, apalagi soal kesehatan,” tegasnya.
Secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Ismail Akase saat memberikan penjelasan mengakui, memang Puskesmas Global Tibawa beroperasi 1 kali 24 jam. Namun memang saat ini ruang instalasi gawat daruratnya (IGD) masih sementara diperbaiki, sehingga memang pelayanannya sementara di selasar.
Memang diakui ada kesalahan karena saat ini pelayanan IGD bukan dalam ruangan melainkan di luar ruangan, hanya saja pasien Laka Lantas inipun bukan merupakan pasien rawat inap.
“Pasca kecelakaan yang terjadi antara Tahir dan mobil ambulance yang membawa pasien rujukan dari Pohuwato, bapak Tahir ini dilakukan visum di Puskesmas Global Tibawa dan sembari menunggu pihak Kepolisian maka pasien ini masih menunggu, sehingga masih tidur di salah satu tempat tidur di ruang IGD,” jelas Ismail.
Ismail menambahkan, saat ini pihaknya juga sudah menegur pihak Puskesmas karena melakukan pelayanan IGD di luar, karena memang sementara ada perbaikan. “Kami sudah tegur dan dengan kejadian ini dengan alasan apapun, tidak ada lagi pelayanan IGD di luar ruangan dan kami atas nama institusi memintakan maaf atas ketidaknyamanan ini,” tandas Ismail. (Wie)












Discussion about this post