logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Headline

Kasus Rudapaksa Remaja, Enam Hari Digilir di Lokasi Berbeda

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 31 January 2025
in Headline
0
TIDAK TERPUJI - Para pelaku rudapaksa anak di bawah umur digiring Polda Gorontalo dan ditunjukan ke publik saat konferensi pers di Mapolda Gorontalo, Kamis (30/1). (foto : Natha/Gorontalo Post)

TIDAK TERPUJI - Para pelaku rudapaksa anak di bawah umur digiring Polda Gorontalo dan ditunjukan ke publik saat konferensi pers di Mapolda Gorontalo, Kamis (30/1). (foto : Natha/Gorontalo Post)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Seorang gadis dibawah umur, yang menjadi korban rudapaksa mengalami trauma berat. Orang tua korban juga sangat terpukul, apalagi setelah mengetahui, anak gadis mereka itu ternyata dijadikan sasaran pelampiasan nafsu belasan pria, selama berhari-hari.

Kasus ini pun dengan cepat diungkap Polda Gorontalo, sebanyak 19 pria ditetapkan tersangka, beberapa diantaranya masih dibawah umur. Sebelumnya sempat diberitakan, pelaku yang ditangkap polisi berjumlah 20 orang.

Penyidik Unit PPA Polda Gorontalo, Iptu Natalia Pranti Olii, dalam konferensi pers, Kamis (30/1/2025), mengatakan bahwa jika perbuatan tidak terpuji para pelaku itu, berlangsung di tiga lokasi yang berbeda, selama tiga hari. Mereka mencabuli korban secara bergilir.

Iptu Natalia menyebutkan, peristiwa menyayat hati ini bermula pada Sabtu, 18 Januari 2025 malam. Korban dijemput teman dekatnya berinisial RP alas Mad (19), setelah meminta izin ke orang tuanya untuk keluar rumah.

Related Post

Non Subsidi, Harga BBM Naik, LPG Ikut Melambung

Gubernur – Wakil Gubernur Hadiri Rapat Konsolidasi UPT Kemendikdasmen di Gorontalo

Hari Pertama Ramadan, Center Point Dipadati Pemburu Takjil

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Oleh orang tua korban, saat itu sempat diperingati agar cepat pulang sebelum larut. RP ternyata sudah punya rencana mesum. Ia membawa korban ke sebuah penginapan di Jln Rambutan, Kota Gorontalo.

Dengan berbagai bujuk rayunya, sekira pukuln23.30 wita, RP berhasil (maaf) menyetubuhi korban. Usai melakukan adegan layak sensor itu, RP mengantar pulang korban. Tapi, tidak diantar di rumahnya, melainkan hanya di turunkan di dekat rumah.

“Jadi korban tidak diantar langsung kerumahnya melainkan hanya di komplek atau dekat rumah, karena dengan alasan sudah tengah malam dan korban takut kembali kerumah sudah pukul setengah satu malam,” jelas Penyidik Unit PPA Polda Gorontalo, Iptu Natalia Pranti Olii.

Dikatakanya, bahwa setelah mengantarkan pulang korban, RP kembali kerumahnya dan meninggalkan korban sendirian sehingga korban menghubungi temanya, FS (17).

Tanpa pikir panjang, FS langsung menjemput korban, dan membawa ke rumahnya di Limboto. Saat tiba di rumah FS, ternyata dalam rumah tersebut juga sudah ada teman-teman FS, mereka juga menjadi pelaku rudapaksa.

Korban kemudian diarahkan FS masuk ke dalam kamar, disitu FS melancarkan aksinya, dengan melakukan perbuatan tak senonoh terhadap perempuan yang tak berdaya itu.

Usai melakukan aksinya, FS lantas keluar kamar. Bejatnya, tak lama berselang, satu per satu teman FS yang ada di rumah itu, bergantian masuk kamar, dan menyetubuhi korban. Antrian rudapaksa yang mereka lakukan itu, berlangsung hingga pukul empat pagi.

“Jadi ada beberapa pelaku yang melakukan persetubuhan dan ada beberapa yang melakukan pencabulan terhadap korban dari pukul satu sampai dengan pukul empat pagi, dan masih ada kejadian yang dilakukan oleh saudara FS disebuah penginapan yang ada di wilayah Limboto,”ungkap Iptu Natalia.

Keesokan harinya, korban meminta untuk diantarkan kerumah temannya yang bernama Zidan di Kelurahan Padebuolo. Di rumah tersebut korban tinggal sementara. Namun bukanya aman, korban seperti kembali masuk ke mulut buaya.

Di rumah itu, korban juga menjadi sasaran pelampiasan nafsu para pria bejat. Di rumah rekanya itu, ada sejumlah pria, para pria itu pun secara bergilir melakukan rudapaksa.

Korban mengaku tidak menengal siapa-siapa yang melakukan tindakan tidak terpuji itu. Ia menyebut hanya mengenal tiga orang di tiap lokasi, yakni RP di lokasi pertama di penginapan Jln Rambutan, FS di Limboto, dan Zidan di Padebuolo.

Selain itu, dari rentang waktu hari Sabtu hingga Kamis korban tak kembali kerumahnya bahkan tak memberikan kabar sama sekali. Orang tua korban saat itupun terus mencarinya, hingga pada hari Kamis orang tua korban mendapatkan kabar dari teman dekatnya bahwa korban ada di Padebuolo.

“Jadi untuk total pelaku yang kami lakukan penyidikan itu ada 19 orang, di TKP pertama ada satu orang di TKP kedua ada sembilan orang dan TKP ketika ada sembilan orang,” tambahnya lagi.

Para pelaku itu, yakni RP waktu kejadian Sabtu (18/1) malam, di Jln Rambutan Kota Gorontalo, pelaku ke dua adalah FS dan delapan orang rekanya, yakni IM alias Ayi (21), NAP alias Deo (18), AK alias Abay (18), MIU (17), MFA (14), IZM (17), RRL (16), RST (18), lokasi di Kelurahan Tenilo, Limboto, Kabupaten Gorontalo, serta sembilan pelaku lagi di rumah Zidan di Padebuolo, yakni MAM alias Adit (19), MAU alias Arya (19), AH (19), MAUS alias Adit (18), DJY (16), IH (14), MMM (17), RS (17), RRI (15). Peristiwa di Padebulolo berlangsung 20-23 Januari 2025.

Dari 19 pelaku itu, Polda Gorontalo telah melakukan penahanan kepada enam pelaku dewasa, dengan pasal yang disangkakan Pasal 81 Ayat 1 dan/atau 2 dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar dan Pasal 82 ayat 1 dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara dan denda Rp 5 Miliar.

“Untuk pelaku anak ada sekitar 12 orang yang sisanya pelaku dewasa yang enam kami lakukan penahanan yng sisanya itu kami tidak lakukan penahanan tapi kami berikan wajib lapor,” pungkasnya (Tr-76/tha)

Tags: Kasus PencabulanKasus Rudapaksa RemajapencabulanPencabulan Dibawah Umur

Related Posts

Bahlil Lahadalia

Non Subsidi, Harga BBM Naik, LPG Ikut Melambung

Monday, 20 April 2026
Gubernur Gusnar Ismail bersama Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie menghadiri rapat konsolidasi dengan UPT Kemendikdasmen di aula BPMP Provinsi Gorontalo, Jumat (17/4). (Foto : Haris/diskominfotik)

Gubernur – Wakil Gubernur Hadiri Rapat Konsolidasi UPT Kemendikdasmen di Gorontalo

Monday, 20 April 2026

Hari Pertama Ramadan, Center Point Dipadati Pemburu Takjil

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Pelaksanaan Apel Ikrar Bebas Narkoba dan Handphone yang dilaksanakan dan diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan Lapas Perempuan Kelas III Gorontalo, Jum'at (17/4/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

Lapas Perempuan Gorontalo Gelar Apel Ikrar, Tegaskan Komitmen Bebas Narkoba dan Handphone ilegal

Friday, 17 April 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memimpin Rapim secara virtual melalui Zoom Meeting dari rumah jabatan gubernur, Rabu (15/4/2026). (Foto : Mila/diskominfotik)

Gubernur Gusnar Ismail Evaluasi Realisasi APBD Pemprov Gorontalo , Fisik dan Keuangan Lampaui Target, Lima OPD Realisasi Tertinggi

Friday, 17 April 2026
Next Post
Korban cabul oleh 20 pria lajang di Kabupaten Gorontalo saat menjalani trauma healing oleh Bagian Psikologi Biro SDM Polda Gorontalo.

Tim Psikolog Polda Beri Trauma Healing

Rekomendasi

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Aulia Lahiya (19) bersama rekannya menampilkan atraksi ekstrim pada wahana tong setan, pasar malam hoya-hoya di taman Isimu, Kabupaten Gorontalo, Selasa (14/4) malam. (foto: aviva /mg/ gorontalo post)

Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

Friday, 17 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026
Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.