logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Mazhab M&Q

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 4 September 2024
in Disway
0
Ilustrasi dua pemilik mashab survei di Indonesia, Muhammad Qodari dan Saiful Mujani.--

Ilustrasi dua pemilik mashab survei di Indonesia, Muhammad Qodari dan Saiful Mujani.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

BiLA saja pengamatan politik itu bermazhab, masuk mazhab manakah saya?

“Pak DI itu pinter. Substansinya mazhab Q tapi gaya tulisannya Mahzab M,” ujar Muhammad Qodari, penguasa lembaga survei Indo Barometer.

Related Post

Ya Tidak

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Adalah pemikir Islam moderat Ulil Abshar Abdalla yang melihat belakangan ini muncul dua mazhab dalam penilai perpolitikan Indonesia.

Dua aliran itu adalah: mazhab SM dan mazhab MQ.

SM singkatan dari Saiful Mujani.

MQ adalah Muhammad Qodari.

Itulah dua jagoan lembaga riset politik Indonesia.

Saiful muncul lebih dulu lewat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Saiful Mujani juga 10 tahun lebih senior. Ia lahir tahun 1962.

Q lahir tahun 1973.

SM alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. MQ alumni Universitas Indonesia.

SM mendapat gelar master di Amerika, MQ di Inggris.

Dua doktor politik ini dinilai oleh Ulil sebagai dua kiblat politik Indonesia. Ia tidak memperhitungkan tokoh lain seperti Dr Denny JA dari Lingkaran Survei Indonesia atau Dr Burhanuddin Muhtadi dari Indikator Politik Indonesia.

“Denny JA dan Burhanuddin Muhtadi kurang lebih satu aliran dengan Saiful Mujani,” ujar Ulil.

Setelah lama tidak terdengar sebagai tokoh di Jaringan Islam Liberal, Ulil kini aktif di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ia salah satu ketuanya.

Ulil belakangan juga konsisten mengajar kitab Ihya Ulumuddin karya filosof dunia Al Ghozali. Tiga kali seminggu Ulil mengajarkan kitab filsafat Islam klasik itu. Tiap Senin, Selasa, Kamis. Pukul 20.00. Secara online. Lewat YouTube, Facebook, dan X.

Kadang ia juga mengajarkan kitab lain karya Al Ghozali.

Saya pun minta izin menantu KH Mustofa Bisri itu untuk mengutip tulisannya soal dua mazhab tersebut. Silakan baca berikut di bawah ini.(Dahlan Iskan)

***

“Belakangan ini percakapan di medsos kita didominasi oleh isu mundurnya Ketua Umum Gokar Airlangga Hartarto.

Percakapan ini makin “panas” dan seru gara-gara seloroh Mr Q alias Muhammad Qatari tentang pohon besar dan tukang kayu.

Saya mengikuti percakapan ini dengan penuh minat. Saya menganggap prahara Golkar ini bukan saja menarik dipercakapkan. Ia jg menarik karena menandai dua mazhab dalam melihat politik Indonesia pasca-kemenangan Prabowo. Inilah observasi saya terhadap percakapan ini. Anda boleh setuju atau tidak dengan observasi ini; monggo saja.

1. Sentimen netizen terhadap “prahara” Golkar ini, terutama di platform X, cenderung negatif dan mencurigai Jokowi melakukan intervensi ke dalam Golkar. Netizen juga melihat ada upaya dari koalisi partai pemenang (KIM Plus) untuk ”menjegal” Anies Baswedan. Kesimpulan saya: di platform X  suara yg anti pemerintah dan ”pro-Anies” lebih dominan.

Saya tidak tahu bagaimana ”tone” di platform yang lain, misalnya FB, IG, atau Tiktok. Saya tidak terlalu memperhatikan percakapan di platform-platform tersebut.

2. Ada dua mazhab politik dalam melihat prahara Golkar saat ini secara khusus dan politik Indonesia secara umum. Saya ingin menamai dua mazhab ini dengan dua nama pengamat politik yang suaranya menonjol dalam beberapa tahun terakhir ini.

Pertama adalah Mazhab Saiful Mujani  dan kedua Mazhab Muhammad Qodari.

Dua mazhab ini, menurut saya, sama-sama valid. Keduanya memperkaya cara kita melihat politik di negeri ini.

Tentu saja saya memiliki preferensi sendiri yang nanti akan menjadi jelas di ujung catatan ini.

3. Mazhab Saiful Mujani melihat dinamik politik Indonesia pasca Pemilu 2024 dalam dua kerangka. Keduanya sering dipakai oleh para Indonesianis dari Barat (terutama Amerika dan Australia) pada umumnya: yaitu (a) kerangka ”kemunduran demokrasi” (democratic backsliding/regression) dan (b) terjadinya kartelisasi dalam politik kita.

Inti Mazhab Saiful Mujani adalah: demokrasi Indonesia rusak atau dalam proses menuju rusak karena hilangnya kompetisi gara-gara kartelisasi.

Politik kartel biasanya ditandai dengan kesepakatan antara partai-partai politik untuk mengatur pembagian kekuasaan begitu rupa sehingga semua pihak dapat bagian. Istilahnya: SEMUA SENANG. Tidak ada lagi oposisi.

Menurut mazhab ini, gejala kartelisasi politik seperti ini tidak sehat; merusak demokrasi. Sebab inti demokrasi adalah check-and-balance yang memungkinkan adanya kontrol.

Kartelisasi menghilangkan atau minimal melemahkan ini.

4. Mazhab Qodari memiliki cara pandang yang beda. Bagi mazhab ini, demokrasi bukan satu-satunya isu yang terpenting di negeri ini.

Mungkin kita bisa mengatakan, bagi mazhab ini demokrasi hanyalah ”wasilah” atau instrumen saja –seperti dulu pernah dikemukakan oleh Jusuf Kalla.

Demokrasi hanya cara saja untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yaitu mencapai kemajuan Indonesia, terutama dalam bidang pembangunan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

Dalam pandangan mazhab ini, pertanyaan yang urgen adalah bagaimana kestabilan politik (”political order” dalam istilah lama Samuel Huntington dan akhir-akhir ini dipopulerkan kembali oleh Francis Fukuyama) bisa dicapai di tengah-tengah  sistem multi partai seperti dianut di Indonesia.

Dalam mazhab Qodari ada kegundahan seperti ini: Apa gunanya demokrasi berjalan ”normal” seperti diinginkan oleh para Indonesianis asing itu jika pemerintahan tidak efektif, dan rencana pembangunan diganggu terus oleh partai-partai yang banyak ”mau”-nya itu.

Dalam Mazhab Qodari, yang penting adalah pemerintah yang efektif seperti yang kita lihat dalam era Jokowi sekarang.

Dengan pemerintah yang efektif, pembangunan bisa diakselerasi. Indonesia, dalam Mazhab Qodari, harus bisa lepas dari jeratan negara berpenghasilan menengah. Inilah momen terbaik untuk mengambil keputusan penting agar jeratan itu bisa kita hindari.

Jika momen ini lepas, Indonesia akan kehilangan peluang emas dan akan menjadi seperti Filipina.

5. Saya dulu termasuk penganut Mazhab Saiful Mujani. Sekarang saya lebih setuju dengan  mazhab Qodari.”

Catatan saya: Anda ikut mazhab mana? (*)

Tags: Dahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulsian Dahlan

Related Posts

Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Ilustrasi porang--

Porang Hidup

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Friday, 30 October 2026
Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

Friday, 30 October 2026
BSG Pertahankan ‘Jatah’ Gorontalo, Rudiyanto Katili Kembali Diajukan ke OJK

BSG Pertahankan ‘Jatah’ Gorontalo, Rudiyanto Katili Kembali Diajukan ke OJK

Friday, 30 October 2026
KOHATI Gorontalo Bangkitkan Kembali Perkaderan Lanjutan

KOHATI Gorontalo Bangkitkan Kembali Perkaderan Lanjutan

Friday, 30 October 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    61 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • PETI Makin Merajalela, Kerusakan Lingkungan di Saripi Kian Parah

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.