logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Mama Momala

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 29 July 2024
in Disway
0
Foto-foto kemesraan Kamala Harris bersama keluarganya.--

Foto-foto kemesraan Kamala Harris bersama keluarganya.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

SERANGAN pribadi mulai dilancarkan ke lawan politik. “Bagaimana dia bisa jadi presiden yang baik kalau tidak pernah merasakan punya anak”.

Anda sudah tahu kalimat itu diserangkan ke siapa: Kamala Devi Harris –calon presiden dadakan dari partai Demokrat Amerika Serikat.

Related Post

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Bom Suci

Petir Agrinas

Serangan serupa pernah dilancarkan ke Pete Buttigieg –saya selalu sulit menulis nama ini– ketika mantan Wali Kota South Bend di Indiana itu disebut-sebut sebagai salah satu bakal calon presiden dari partai yang sama.

Buttigieg lebih sulit lagi: Ia tidak akan pernah punya anak karena istrinya juga seorang laki-laki. Kini Buttigieg menjabat menteri transportasi Amerika dan sudah punya anak angkat yang diadopsi sejak bayi.

Kamala bertemu Douglas Craig Emhoff, suaminyi saat ini, ketika sudah berumur 48 tahun. Masih jomblo. Kamala saat itu sudah menjabat jaksa agung California.

Kamala sendiri pernah dua kali pacaran. Saat masih mahasiswa. Lalu lebih banyak sekolah dan berkarier. Sampai akhirnya jadi jaksa agung California dan bertemu Emhoff.

Saat Kamala pertama bertemu Emhoff, status Emhoff sudah duda. Duda cerai. Anaknya dua orang, ikut Emhoff semua: Cole dan Ella. Nama lengkap mereka: John Coltrane dan Ella Fitzgerald.

Cole saat itu sudah mahasiswa, Ella masih di SMP. Sebagai pacar baru Emhoff, Kamala menyadari apa yang dipikirkan anak-anak Emhoff ketika ayah mereka mulai punya pacar.

Karena itu Kamala ingin menjaga perasaan anak-anak itu. Kamala tidak mau bertemu mereka. Pacaran belum tentu akan berujung di perkawinan.

Sebelum ada kepastian perkawinan itu, keberadaan Kamala tidak mau diketahui mereka.

“Anak-anak itu perlu kepastian. Sedang hubungan kami masih sementara,” tulis Kamala dalam suatu artikel di media di Amerika tahun 2019 lalu.

Baru setelah Kamala-Emhoff sepakat untuk menikah keduanya merancang bagaimana cara agar Kamala bisa bertemu Cole dan Ella tanpa terjadi guncangan.

Kamala-Emhoff sepakat perlu waktu untuk bisa diterima anak-anak yang sudah remaja.

Ketika cara bertemu itu ditemukan mereka memilih satu restoran untuk makan malam bersama. Yakni restoran yang kira-kira disukai remaja saat itu.

Dipilihlah restoran di Pacific Highway. Di pantai antara Los Angeles dan Malibu. Namanya: Reel Inn. Anda pasti pernah mampir di resto itu.

Pada hari akan bertemu anak-anak itu Kamala mengaku sangat tegang. Perutnyi tiba-tiba seperti dimasuki kupu-kupu.

Dia sampai harus latihan mengucapkan kata-kata apa saja ketika pertama bertemu anak-anak calon suaminyi itu.

Kamala juga membeli kue kesukaan mereka. Membeli pita. Kue itu diikat dengan pita. Dia pilih sendiri warna pitanya. Juga cara melilitkannya –belakangan mereka bergurau pita itu tampak terlalu berlebihan.

Pelan-pelan Kamala diterima anak-anak Emhoff. Kamala juga cari cara agar perasaan anak-anak itu nyaman. Maka Kamala berhubungan dengan mama yang melahirkan anak-anak itu: seorang produser film yang 16 tahun jadi istri Emhoff. Namanya Kerstin Emhoff.

Kedua wanita itu pun sepakat untuk menjadi ibu-ibu anak-anak itu.

Setelah semuanya mulus barulah Kamala-Emhoff menikah. Persoalan pun muncul. Ketika mereka belum menikah anak-anak memanggilnyi Kamala begitu saja. Tapi bagaimana memanggil Kamala setelah menjadi ibu-sambung mereka?

Mereka tidak ingin ada kata “ibu tiri” atau “anak tiri” Padahal mereka tidak mungkin memanggil Kamala dengan kata “mama”. Kata “mama” sudah melekat ke ibu yang melahirkan mereka.

Ketemulah jalan keluar. Anak-anak itu yang punya ide: mereka akan memanggil Kamala dengan Momala. Jadilah Momala Kamala.

Momala sangat mencintai anak-anak itu, terutama Ella yang masih lebih kecil. Mereka sepakat untuk menetapkan hari keluarga: Minggu malam. Harus ada di rumah. Makan malam bersama.

Untuk makan malam keluarga itu mereka membagi tugas: Cole yang menata meja, lalu memilih musik yang mengiringi makan malam.

Ella bertugas membuat makanan penutup.

Emhoff, seorang pengacara dan seorang Yahudi membantu di dapur.

Momala yang memasak.

Dua tahun kemudian Momala terpilih menjadi anggota Senat. Inilah saat yang berat bagi Momala: harus lebih banyak berada di Washington DC.

Jumat sore Momala baru bisa pulang ke Los Angeles: menemani Ella ke kolam renang atau latihan basket.

Kadang Momala bersepakat dengan Mama untuk berbagi waktu menemani Ella di akhir pekan.

Problem besar datang di hari ketika Ella wisuda SMA. Momala harus hadir untuk hari bahagia sang anak. Tapi di hari itu Komite Intelijen Senat menjadwalkan memanggil pimpinan FBI soal kasus Rusia. Yang bikin jadwal pasti tidak mempertimbangkan hari kelulusan SMA Ella.

Saking stres berat Momala sampai curhat ke anggota Senat lain yang juga wanita. Akhirnya Momala menelepon Ella. Momala akan pulang tapi tidak bisa tepat waktu.

Penerbangan Washington DC ke Los Angeles adalah empat jam. Momala tidak bisa hadir di kelulusan tapi masih bisa merayakannya dengan makan malam.

Momala menuliskan peristiwa itu dengan indah –lebih indah dari tulisan saya ini. Itu seperti sekaligus membungkam bully-bully dari lawan politik soal perhatian seorang wanita pada anak.

Serangan pada Kamala lebih dari itu. Kamala sampai digelari ‘’Wanita Kucing’’ –ejekan untuk wanita yang tidak punya anak di Amerika. Hanya bisa membesarkan kucing.

Kamala begitu teguh dengan semua bully itu. Waktu jadi kepala kejaksaan San Fransisco dia sudah menghadapi bully seperti itu.

Di sana untuk menjadi kepala kejaksaan harus dipilih rakyat. Harus bersaing dalam Pilkada. Pun ketika jadi jaksa agung California.

Momala sudah terlatih sejak muda untuk menghadapi lawan politik sejenis Donald Trump.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Next Post
DATA PEMILIH : KPU Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Bimtek DPHP dan Persiapan penetapan DPS Serta Pembersihan Data Ganda dan Invalid Pilkada 2024, berlangsung di Hotel Aston Kota Gorontalo, Ahad (28/7). (foto : dok / kpu)

Bereskan Data Ganda, KPU Bimtek DPHP

Discussion about this post

Rekomendasi

Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Gorontalo, Maruly Pardede, saat memberikan keterangan pers. Rabu (04/02), di Mapolda Gorontalo.(Foto: Natharahman/ Gorontalo Post)

Polda Gorontalo: Transaksi Emas Tambang Ilegal Bisa Berujung Bui 5 Tahun

Thursday, 5 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Rawat Tradisi, Wali Kota Gorontalo Hadirkan Festival Tumbilotohe 2026, Ada Lomba Koko’o dan Vokalia

Thursday, 5 March 2026

Pos Populer

  • Prof. Eduart Wolok

    Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    60 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.