logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Antre Maling

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 20 May 2024
in Disway
0
Dahlan Iskan memotret salah satu aksi pengunjung persidangan Donald Trump saat antre sebelum masuk ruang sidang.-Dahlan Iskan-

Dahlan Iskan memotret salah satu aksi pengunjung persidangan Donald Trump saat antre sebelum masuk ruang sidang.-Dahlan Iskan-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

“KAMI juga berangkat pukul 04.00,” wanita yang antre di depan saya.

Lebih setengah baya. Langsing. Masih cantik. Rambut agak pirang. Bergelombang. Energetik. Tinggalnyi lebih dekat Manhattan meski di negara bagian lain: New Jersey. Yakni New Jersey yang menghadap ke Manhattan yang hanya dipisahkan laut sempit.

Related Post

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

Jane Moses

Sebenarnya dari situlah tempat terbaik untuk memandang keindahan Manhattan secara keseluruhan. Di situlah lokasi iklan obat herbal anti masuk angin yang dibintangi anak Pak Iskan bersama Pio beberapa tahun dulu.

Si pirang tiba di tempat antrean bersamaan, tapi saya menyilakannyi antre di depan saya. ”Saya tadi muter agak jauh. Terowongan bawah lautnya tutup. Baru dibuka pukul 05.00,” ujarnyi.

Terowongan tutup malam hari? Di New York? Itu berita baru bagi saya.

Ternyata memang baru: sejak Iran mengketapelkan roket-roket jarak jauhnya ke Israel. Atau sejak demo mahasiswa pro-Palestina banyak terjadi di kampus-kampus besar Amerika.

Saya pun ingat pernah ditangkap polisi di dekat mulut terowongan itu. Yakni mulut di sisi Manhattan. Saat itu saya banting setir ke jalan kecil. Harusnya dilarang masuk. Satu arah. Saya lihat sepi dan mobil di belakang saya agak jauh. Putusan itu saya ambil mendadak justru ketika melihat terowongan. Kalau saya telanjur masuk terowongan itu akan sampai ke New Jersey. Muter baliknya amat jauh. Padahal saya mau ke bandara JFK. Bisa ketinggalan pesawat.

Ada polisi di situ. Saya diminta minggir. Di Amerika pengemudi tidak boleh turun dari mobil di saat dihentikan polisi. Tapi saya diminta turun. Saya langsung menunduk-nunduk minta maaf. Belum ditanya pun saya sudah mengakui salah. Salah jalan. Mau ke bandara.

Polisi minta SIM saya. Ia lihat: SIM Indonesia. Lalu minta paspor: Indonesia. Resmi. Legal. Ada visa. “Indonesia” gumamnya. Polisi pun memberi nasehat dua kalimat pendek. Lalu saya disuruh ke arah JFK yang benar. Saya kembali minta maaf tiga kali dan mengucapkan terima kasih.

Orang New Jersey, wanita, pirang, ikut antre melihat Trump diadili sejak sebelum pukul 05.00 pagi.

Wanita di belakang saya lebih jauh lagi: dari negara bagian New York tapi tiga jam di utara Manhattan.

“Saya berangkat kemarin sore. Menginap di Manhattan,” ujarnyi. Juga lebih setengah baya. Ceriwis. Banyak cerita. Dengan suara tidak lirih. Apa saja diceritakan. Dia seperti Leong Putu –sebaliknya. Banyak yang dia ceritakan itu tentang kebaikan suaminyi.

Tapi sang suami ditinggal ke Manhattan untuk antre lihat diadilinya Presiden Donald Trump.

Antrean kian panjang. Sudah satu jam lagi dari adegan di bawah pohon.

Air yang saya minum sejak bangun tidur lebih satu liter. Yang sudah diekspor baru 300 mili. Selebihnya harus cari jalan keluar.

Satu jam berikutnya tidak tahan lagi. Petugas datang ke tempat Antrean. “Jangan meninggalkan antrean,” teriaknya beberapa kali.

Erick, putra tunggal Lia dan James F Sunday sudah bersama saya. Saya lirik tangannya: memegang botol minuman. Masih ada airnya. Sedikit. Botol itu saya minta.

“Untuk apa?”

“Ada deh”.

Ia berikan botol itu. Saya buang airnya. Ia pun tahu –mestinya. Saya ke balik pohon lagi.

Saya juga terpikir fikh Islam seperti perusuh M Zainal Arifin di komentarnya kemarin. Tapi fikh juga mengatur hal-hal darurat. Trump yang bikin fikh darurat.

“Anda dari partai Republik?” tanya saya pada Si pirang.

“Saya Demokrat“.

“Anda Republik?” tanya saya ke Si ceriwis.

“Demokrat”. Lalu ceramah soal mengapa Demokrat.

“Anda Republik?” tanya saya ke laki-laki jangkung yang juga lebih setengah baya.

“Demokrat”.

Demokrat. Demokrat. Demokrat. Semua Demokrat.

Ada satu yang Republik. Wanita. Setengah baya. Berpakaian cantik. Seperti baru keluar dari salon. Atau dia tidur tengkurap tadi malam setelah dari salon kemarin sore.

Si salon tidak ikut antre. Dia mondar-mandir di sebelah antrean. Dari belakang ke depan, balik lagi ke belakang. Dia berteriak-teriak memuji Trump. Memaki Presiden Joe Biden.

Si ceriwis ganti berteriak ke arah Si salon. Memaki Trump. Lalu disusul teriakan Si Pirang. Tidak sahut-sahutan karena Si salon tidak pernah memutus mulutnyi. Dia monolog. Semua yang merespon dari antrean juga wanita. Tidak ada laki-laki yang ikut urusan perempuan.

Si salon berhenti sendiri. Ngacir ke arah mobil-mobil televisi di belakang sana. Mungkin berniat orasi di depan kamera.

Kalau betul pukul 09.00 sidang dimulai mestinya setengah jam lagi antrean bisa bergerak maju. Tidak ada tanda-tanda itu. Memang di jalan depan pengadilan sudah kian sibuk. Mobil searah kian banyak. Kamera-kamera televisi kian siap di pinggir jalan. Dari antrean di bagian tengah tidak bisa melihat detil suasana di jalan itu.

Sesekali lewat mobil yang dipasangi layar lebar di bagian sampingnya. Terbaca gerak digital di layar itu. Terbaca tulisan besar: Tiga Presiden yang memperkarakan lawan politiknya. Washington, Lincoln, Biden. Layar mati sekejab. Lalu muncul tulisan di layar lagi. Hero. Hero. Coward.

Itu iklan politik berjalan. Dari kubu Trump. Mengecam Biden.

Taktik itu mengingatkan saya ke taktik jitu Bonek di stadion. Terutama saat wasit berlaku curang ke Persebaya. Bonek meneriakkan kecaman pada wasit tanpa kena pidana.

“Wasiiiit…” teriak ribuan Bonek di tribun kanan.

“Maliiiiiing…” teriak ribuan Bonek di tribun kiri.

Tidak ada Bonek yang meneriakkan ‘Wasit Maling’.(*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
--

Bintang 2025

Wednesday, 31 December 2025
Next Post
Pembacaan Nominasi oleh GM ASTON Gorontalo Hotel & Villas, Jum'at (17/5/2024) (F. Istimewa)

Aston Gorontalo Pererat Silaturahmi Melalui Corporate Gathering

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

Saturday, 20 December 2025
New Honda Stylo 160 Glam Black. (foto : dok /daw)

New Honda Stylo 160, Makin Modis Dibanderol Mulai Rp 29 jutaan

Monday, 4 March 2024

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Bupati-Bupati Kita

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.