gorontalopost.id – Nama Zainudin Amali (ZA), tidak termasuk dalam lima politisi Golkar yang mendapat penugasan dari DPP Golkar untuk mensosialisasikan diri sebagai bakal calon gubernur Gorontalo. Lima politisi Golkar itu yakni, Idah Syahidah, Marten Taha, Syarif Mbuinga, Roem Kono, dan Toni Uloli. Namun bukan berarti jika mantan Ketua DPD I Golkar Jawa Timur itu, kehilangan kesempatan untuk mendapatkan tiket ke Pilgub Gorontalo tahun ini.
Jika ZA serius maju Pilgub Gorontalo, ia bisa dengan mudah mendapatkan kenderaan partai politik ke Pilgub, tanpa Golkar atau bahkan tiket Golkar sendiri juga bisa diraihnya.
Pengamat komunikasi politik, Dr.Noval Talani, M.Si kepada Gorontalo Post, Rabu (3/4) mengatakan, jejaring ZA di tingkat pusat yang telah terbangun selama ini membuatnya dengan mudah membangun komunikasi dengan pimpinan partai politik. “Pak ZA itu orang pusat, jejaringnya kuat. Maka kalau dia tidak masuk di lima kader Golkar yang mendapat penugasan, dan tidak direkomendasikan Golkar ke Pilgub, dia bisa merapat ke Parpol lain. Dan jika itu terjadi, maka bisa jadi satu kerugian besar untuk Golkar,”ujar Noval. Dosen UNG ini menyebutkan, ZA merupakan politisi kawakan, ia punya peran strategis, dan tanpa cacat.
Bahkan yang ada adalah prestasinya yang membanggakan orang Gorontalo. “Dan perlu diingat, pak ZA ini tidak pernah kalah dalam setiap helatan pemilihan. Waktu ikut pileg DPR RI dapil Gorontalo terpilih, lewat dapil Jawa Timur juga terpilih. Waktu Jokowi memilih menteri, namanya juga masuk dan terpilih sebagai Menpora. Artinya beliau memiliki massa dan pendukung yang jelas. Dan tentu pembawaanya terterima di masyarakat,”terangnya. Hal itu pula yang membuat Noval menilai jika ZA pantas direkomendasikan Golkar jika partai besutan Airlangga Hararto ini tak ingin mengalami kerugian di Pilgub. Apalagi ZA memiliki trackrecord positif selama mengemban jabatan di eksekutif dan legislatif.
Kata dia, dengan jejaringnya yang luas, ZA bisa dengan mudah mendapatkan tiket Pilgub melalui parpol lain. Sebut saja dengan Gerindra. Dalam beberapa pertemuan, ZA nampak akrab dengan ketua umum Gerindra yang juga Presiden RI terpilih Prabowo Subianto. Apalagi keduanya sama-sama kolega di kabinet Presiden Joko Widodo. Selain Gerindra, Noval menyebut jika Partai Amanat Nasional (PAN) juga bisa saja memberikan tiket untuk ZA ke Pilgub, hal itu lagi-lagi terkait kedekatan ZA dengan ketua umum DPP PAN Zulkifli Hasan. Sama seperti Prabowo, keduanya juga merupakan kolega di kabinet menteri Indonesia Maju.
Tak hanya PAN, ZA yang juga punya kedekatan dengan ketua majelis syura PKS, hal itu menjadi modal kuat bagi ZA untuk mendapat tiket PKS ke Pilgub. “Saya melihatnya dari kedekatan pak ZA dengan para petinggi partai politik ini. Analisa saya, ZA akan dengan mudah mendapatkan tiket ke Pilgub. Jika itu terjadi, maka, sebetulnya sudah cukup. Karena Gerindra enam kursi, PAN tiga kursi, dan PKS 4 kursi,”katanya. Namun, lanjut Noval, dengan potret yang ada, apakah Golkar rela ZA hanya diusung Parpol lain. “Ini politik, bisa berubah kapan saja. Bisa jadi, ZA yang tidak masuk dalam lima kader penugasan itu, malah dia yang dapat rekomendasi. Tentu, ZA dan pak Airlangga (ketum Golkar) punya kedekatan juga,”ujarnya.
Bicara sosok ZA, lanjut Noval, ia termasuk politisi yang memiliki inovasi. Lihat saja saat menjabat Menpora, ZA mampu malahirkan desain besar olahraga nasional (DBON) yang manfaatnya besar bagi perkembanga olahraga nasional. “Beliau Menteri Pemuda, dan Olahraga. Urusan pemuda mampu ia tangani, olahraga juga berkembang. Tentu itu dengan inovasi-inovasi. Nah inovasi, itu yang dibutuhkan Gorontalo saat ini,”terangnya. Terlepas dari urusan politik, kata Noval, Gorontalo membutukan pemimpin yang punya inovasi, dan jejaring yang luas, agar mampu membuat lompatan besar untuk Gorontalo. (tro)










Discussion about this post