logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Ayam Hainan

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 26 March 2024
in Disway
0
Dahlan Iskan menyantap ayam Hainan.--

Dahlan Iskan menyantap ayam Hainan.--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

KABAR baik untuk Anda: Bali masih jauh lebih menarik. Bali masih aman.

Sebelum ke Hainan saya memang sempat was-was: jangan-jangan Hainan sudah jadi ancaman serius bagi Bali.

Related Post

Halo Wani

Juara Dunia

Hidup QRIS

Yossi Cohen

Dalam 10 tahun terakhir promosi Hainan luar biasa: Bali-nya Tiongkok. Bahkan Hawaii-nya. Belakangan disebut juga Dubai-nya Asia Timur.

Tentu saya sudah pernah ke Hainan. Lama sekali yang lalu. Sebelum ada segala macam promosi.

Ke Hainan waktu itu yang terbayang hanya satu: ‘nasi ayam Hainan’. Saya hafal di mana saja ‘nasi ayam Hainan’ terkenal di Jakarta. Atau di Surabaya. Saya juga seperti wajib kalau ke Singapura mampir ke ayam Hainan yang di Mandarin Oriental –pun ketika nama itu sudah berubah menjadi Hilton sekarang.

Ternyata di Hainan tidak ada restoran ayam Hainan. Saya dan Robert Lai sudah lelah keliling. Sudah 1000 hati kami datangi –tanpa ada yang tahu di mana resto ayam Hainan.

Kesimpulan saya saat itu: nasi ayam Hainan tidak ada di Hainan. Serupa dengan Soto Madura atau rumah makan Padang.

Maka saya terpana ketika datang lagi ke Hainan kali ini. Begitu masuk lobi hotel langsung disambut banner besar: nasi ayam Hainan. Buka mulai pukul 17.00. Di lantai 2. Pas untuk buka puasa.

Ini hotel bintang lima. Di kota San-ya. Kota wisata di bibir selatan pulau Hainan. Hotel ini di pantai. Tapi dibangun agak jauh dari pantai.

Antara lobi hotel dan pantai terlihat kolam renang yang meliuk-liuk. Memanjang. Memutar. Saling tersambung. Kanan kirinya pohon kelapa. Lalu ada jalan berterasiring menuju pantai.

Bangunan hotelnya hanya delapan lantai. Seperti tidak boleh melebihi tingginya pohon kelapa. Ada bangunan sayap kiri dan sayap kanan. Modelnya persis hotel bintang lima di Kuta, Bali.

Berada di hotel ini memang serasa di Bali. Bedanya: tidak ada suara debur ombak. Sunyi. Pohon-pohon kelapanya juga kurang hijau. Dan yang utama: sangat kurang sentuhan seninya.

Saya ke pantainya. Sebentar. Kurang dari lima menit. Dengan sesapuan pandangan saya sudah bisa ambil kesimpulan: terlalu berlebihan kalau disebut Hainan adalah Bali-nya Tiongkok.

Kalau toh ada kemiripan dengan Bali ada kata-kata lain yang lebih pas. “Suasananya mirip pantai di Singaraja,” ujar seorang seniman Tionghoa yang juga pernah ke sana.

Saya setuju dengan deskripsi tersebut. Tidak hanya pantainya, juga suasana secara keseluruhannya. Kering spiritual.

Pulau Hainan praktis sebesar pulau Bali. Lebih bulat. Di pantai selatan ada kota San-ya. Di pantai utara ada kota yang lebih besar: Haikou –ibu kota provinsi Hainan.

Dua kota itu dihubungkan dengan jalan tol: 270 km.

Dibanding dengan kemajuan wilayah lain di daratan Tiongkok, Hainan rasanya masih ketinggalan. Upaya mengejarnya terus dilakukan. Termasuk akan menjadikan Hainan wilayah bebas bea. Atau wilayah perdagangan bebas.

Saya terbang ke San-ya dari Hongkong: 1 jam 20 menit. Saya sudah mencoba cari penerbangan lewat Hanoi atau Saigon: hanya sepelemparan pandang. Ternyata tidak ada koneksi udara.

Di media, nama San-ya bukan main besarnya. Pemilihan ratu kecantikan dunia dilaksanakan di San-ya. Beberapa kali. Pun konferensi tingkat internasional.

Maka saya memesan nasi ayam Hainan itu. Satu ekor sendirian. Seperti balas dendam 20 tahunan. Saya foto menu itu. Saya kirim ke Robert Lai yang lagi menemani istrinya di Singapura.

“Lebih enak dari yang di Singapura,” komentar saya setengah memanas-manasi. Apalagi kecapnya –lebih tepatnya campuran kecapnya. Saya tidak tahu apa saja yang dicampurkan ke dalamnya. Kalau saja ada istri, dia akan langsung menebak apa saja bumbunya. Lalu mencoba menirukan sepulangnyi.

Ketika dua hari kemudian saya ke kota Haikou, juga menemukan menu itu. Juga di hotel bintang lima. Hanya beda bumbu kecapnya.

Maka saya harus koreksi tulisan lama: sudah ada nasi ayam Hainan di Hainan. (*)

Tags: Catatah Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026
Next Post
Kapolres Pohuwato, AKBP Winarno,S.H,S.I.K saat memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kapolsek Patilanggio dan Kapolsek Taluditi.

Kapolda Gorontalo Mutasi 16 Perwira

Discussion about this post

Rekomendasi

Pohuwato The Gold of Celebes

Pohuwato The Gold of Celebes

Monday, 27 February 2023
Empat orang tersangka resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, terkait kasus dugaan penganiayaan.

Empat Tersangka Penganiayaan Ditahan, Lokasi Kejadian di Area PETI DAM Pohuwato

Thursday, 23 April 2026
AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Batas-Batas Pengobatan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.