logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Kaca Spion

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 21 February 2024
in Disway
0
Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri untuk Perubahan (FKP3) menyatakan sikap atas masifnya kecurangan penyelenggaraan Pemilu 2024-Dok. YouTube Refly Harun-

Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri untuk Perubahan (FKP3) menyatakan sikap atas masifnya kecurangan penyelenggaraan Pemilu 2024-Dok. YouTube Refly Harun-

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

DUA ratus jenderal itu banyak sekali. Berbobot sekali. Apalagi banyak yang bintang empat. Sudah dua hari mereka sepakat: Presiden Jokowi harus mengundurkan diri. Kalau tidak, harus dilengserkan.

Tapi sikap yang begitu keras ternyata tidak bergema. Tidak jadi isu nasional yang menggelinding membesar. Medsos juga tidak memviralkannya. Sepi. Aneh.

Related Post

Halo Wani

Juara Dunia

Hidup QRIS

Yossi Cohen

Para jenderal itu tergabung dalam Forum Komunikasi Purnawirawan TNI-Polri untuk Perubahan dan Persatuan. Disingkat FKP3. Ketuanya Jenderal Sutiyoso. Dipanggil Bang Yos. Ia gubernur Jakarta dua periode. Pernah menjabat Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN).

Sudah sering ada seruan Presiden Jokowi mundur. Tapi ini kan para jenderal. Mestinya punya nilai tekanan yang lebih kuat. Nyatanya tidak. Mungkin karena mereka partisan. Bang Yos adalah penasihat Partai Nasdem. Forum itu sendiri memang sengaja dibentuk untuk mendukung Capres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Pernyataan keras itu hasil pembahasan mereka di Museum Bang Yos yang luas. Di Jalan Kalimanggis, masuk bilangan Bekasi. Di video pertemuan itu terlihat ada lambang Nasdem di salah satu dindingnya.

Yang membacakan pernyataan itu juga jenderal bintang empat: Jenderal Fachrul Razi. Ini sangat menarik. Selama ini saya tahu Jenderal Fachrul Razi sangat dekat dengan Jenderal Luhut Binsar Pandjaitan. Saya sering berada dalam satu pertemuan kecil yang ketika ada LBP ada pula Razi. Dulu. Razi adalah komisaris utama salah satu perusahaan milik LBP.

Kini mereka berbeda jalan. Berarti belum lama. Di Pemilu 2019 Jenderal Razi masih jadi ketua salah satu tim kampanye Jokowi. Berhasil. Jokowi menang telak. Razi pun dilantik menjadi menteri agama. Ia mengikuti jejak Tarmizi Taher dan Alamsyah Ratu Perwiranegara. Sama-sama militer. Sama-sama orang Sumatera. Tarmizi orang Minang. Alamsyah orang Lampung. Razi orang Minangkabau yang lahir di Aceh. Mereka sama-sama jadi menteri agama. Hanya saja baru Razi menteri agama yang bintang empat.

Ia hanya satu tahun jadi menteri. Tiba-tiba digantikan Yaqut Cholil Qoumas, ketua umum GP Ansor-nya NU. Tanggal 22 Desember 2020, Gus Yaqut dilantik, tanggal 30 Desember 2020 FPI dibubarkan. Itulah sebabnya muncul rumor Razi diganti karena tidak mau membubarkan FPI. Tentu itu hanya rumor.

Razi pernah menjadi wakil panglima TNI. Karena itu berpangkat jenderal bintang empat. Tapi jabatan wakil panglima itu dihapus di zaman Presiden Gus Dur –hilang pula kursinya.

Razi kini 76 tahun. Bang Yos 79 tahun. Mereka masih terus aktif memikirkan negara. Razi pernah ikut jadi pendiri Partai Hanura. Bang Yos ikut mendirikan Partai PKPI.

Setelah pernyataan dibacakan, seorang wartawan bertanya: apa yang akan dilakukan oleh para jenderal itu kalau pernyataan mereka diabaikan. Seorang jenderal menjawab: bisa terjadi people power.

Hasil quick count begitu mencolok. Selisih suara tiga pasangan begitu jauh. Selisih itu sulit dipakai untuk menggerakkan rakyat. Potensi people power lebih besar terjadi di Pilpres 2019. Waktu itu Prabowo kalah tipis. Tapi isu people power langsung reda ketika Prabowo menyatakan bisa menerima hasil Pilpres. Ia pun jadi menteri.

Tentu pendukung utama Prabowo marah. Kecewa berat. Balik membenci. Tapi mayoritas rakyat menganggap Prabowo negarawan. Kalau sampai terjadi kekacauan negara yang rugi.

Potensi people power yang lebih besar terjadi ketika Gus Dur dilengserkan. Pengikut Gus Dur sudah siap bergerak. Tapi Gus Dur mencegahnya. Gus Dur pilih meninggalkan Istana kepresidenan dengan celana pendeknya. Gus Dur dikenang sebagai negarawan.

Para negarawan sangat pandai meredakan ketegangan. Demi bangsa. Apalagi di saat selisih perolehan suara begitu jauhnya.

Memang perlu perbaikan total sistem Pemilu kita. Bahkan itu pun belum cukup. Harus sampai ke perbaikan sistem politik.

Inilah jalan buntu yang harus diprioritaskan penjebolannya. Bukan lagi mempersoalkan hasil Pilpres.

Itulah sebabnya negarawan hanya perlu sesekali saja menatap ke kaca spion. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026
Next Post
ANTUSIAS Pengunjung Festival Gastronomi Indonesia untuk menikmati kuliner khas Gorontalo. (foto : istimewa)

Kuliner Gorontalo Sukses di Festival Gastronomi Indonesia

Discussion about this post

Rekomendasi

Empat orang tersangka resmi ditahan oleh Satuan Reskrim Polres Pohuwato, terkait kasus dugaan penganiayaan.

Empat Tersangka Penganiayaan Ditahan, Lokasi Kejadian di Area PETI DAM Pohuwato

Thursday, 23 April 2026
Pohuwato The Gold of Celebes

Pohuwato The Gold of Celebes

Monday, 27 February 2023
AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    188 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    135 shares
    Share 54 Tweet 34
  • Batas-Batas Pengobatan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    182 shares
    Share 73 Tweet 46
  • Cerita Aulia Lahiya, Demi Cuan Uji Nyali di Wahana Tong Setan

    52 shares
    Share 21 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.