logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Wakil-Wakil Rakyat  

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 11 December 2023
in Persepsi
0
Tentang “Tubuh” di Negeri kita

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Batas-Batas Pengobatan

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Oleh :
Basri Amin

Bahagia betul hati saya mengetahui bahwa ada beberapa kenalan, kawan lama, teman kuliah, senior, dan keluarga yang (berhasil) terpilih menjadi “Anggota Dewan”, baik di daerah maupun di pusat, sebagai hasil Pemilu 2019 lalu. Pada Pemilu 2024 ini, sebagian besar di antara mereka maju lagi. Selamat!

Meski begitu, terselip pula rasa kecewa karena ada banyak di antara mereka yang belum berhasil (2019). Rata-rata mereka adalah kalangan muda, perempuan, mantan aktivis, pendidik ummat, jurnalis, sarjana, dan tak sedikit pula yang berlatar pengusaha. Entah apa yang bakal terjadi pada Pemilu 2024.

Beberapa sahabat yang sudah berulang terpilih, saya tak begitu semangat kepada mereka. Alasannya sederhana saja: mereka sudah “tamat” dengan urusan per-Pemilu-an. Kisahnya tak lagi seru. Apalagi, mereka adalah orang-orang yang memang saya tahu sudah lumayan teruji di lapangan, berkarakter, dan konsisten dalam cita-cita perjuangannya.

Tentu saja, ada beberapa di antaranya yang tampaknya tak begitu nyaman dengan saya –sebagai sahabat— karena nyaris saya tak pernah menemui/mengunjungi mereka di DPR. Sesekali ketemu, selalu hangat, tapi saya tak tahu bagaimana berbahasa lebih kepada mereka karena rupanya saya tak begitu punya urusan di DPR.

Pergaulan yang terbatas dengan mereka bukan berarti saya abai dengan beliau-beliau. Justru, dari titik yang relatif jauh, kita semua berharap kepada mereka. Sebagai rakyat, kita harus respek kepada mereka. Kita harus berpegang pada prinsip bahwa “Anggota Dewan” itu adalah “wakil kita” di parlemen. Itulah sebabnya, “rasa di-wakili” itulah yang kini hendaknya kita segarkan kembali.

Demikian pula sebaliknya, “rasa me-wakili” itulah yang seharusnya tertanam-kokoh dalam nalar dan nurani setiap Anggota Dewan yang hari ini, beberapa hari lalu dan di hari-hari mendatang, menyatakan Sumpah jabatannya di hadapan semua orang dan di hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.

Rasa “me-wakili” dan moral “bersumpah” di hadapan Tuhan –sebagaimana tampak pada kehadiran Kitab Suci-Nya di atas kepala mereka merupakan dua pilar utama yang menentukan kokoh-tidaknya mereka mengemban amanah dan menjalankan tugas-tugas kenegaraan yang akan mereka lalui sekian tahun ke depan.

Tanpa rasa dan moral, nalar dan nurani akan goncang setiap saat di tengah-tengah hembusan kekuasaan dan rembesan materi yang mengitari kekuasaan yang (kini) sudah di genggaman. Bukankah nyaris setiap waktu negeri ini menyaksikan kejatuhan dan kehinaan karena faktor itu? Bangsa kita menjadi lemah karena jiwa kita hancur dengan uang!

Kita rindu wakil rakyat yang bersih dan berwibawa. Bagaimana pun, jika kita cermati saksama hasil-hasil Pemilu yang pernah ada, kita masih banyak menyaksikan wakil-wakil kita di lembaga perwakilan yang memilukan hati. Aroma uang demikian dominan. Setiap saat, baik dalam keadaan sendiri maupun berjamaah, banyak di antara mereka yang “mencuri” uang rakyat dan yang bermental aji mumpung . Kita prihatin! Kita malu! Wajah kita di panggung dunia tercoreng berulang kali.

Ongkos di pertarungan Pemilu atau Pilkada dianggap pemicu yang mengondisikan orang-orang yang memilih berjuang di lapangan politik menjadi sangat rentan jatuh dalam perkara uang: sogokan, korupsi, suap, jual-beli jabatan, komplotan proyek, transaksi regulasi, dst. Belakangan, Narkoba dan bentuk kesenangan hedonistik lainnya juga terbukti banyak merenggut nama baik. “Sudah jatuh tertimpa tangga pula,” demikian pepatah lama.

Semua tahu, Anggota Dewan kita berasal dari latar hidup dan penghidupan yang berbeda-beda. Ada di antara mereka yang sejak awal berkarier adalah figur-fugur yang memang terang-benderang sangat memihak dan membela hak-hak orang banyak. Tapi, kita juga harus jujur mengakui bahwa ada banyak pula di antara mereka (?) yang sekian tahun “tak pernah muncul” dalam percakapan publik dan tampak “belum berbuat banyak” tapi tiba-tiba memilih partai tertentu dan beroleh suara signifikan, dan kini terpilih/terlantik sebagai Anggota Dewan.

Tercatat pula ada beberapa tokoh/figur yang sudah terpilih secara “berulang”, mungkin sudah 2-4 kali pemilu, tapi (mungkin) tanpa legacy yang berarti. Saya kira, semua keadaan ini, adalah relatif sifatnya. Pasti semua ada ceritanya. Dan tak harus menjadi pembenaran tunggal, karena semua orang ber-hak menjadi “wakil rakyat”, baik “Wakil” (dengan “W” besar), atau “wakil” (dalam makna “w” kecil). Biarlah waktu dan rakyat yang akan mengujinya di alam nyata.

Status hidup selalu mendayung di antara kesementaraan dan keabadian. Menjadi “Anggota Dewan”, saya kira, juga demikian adanya. Status adalah kondisi sekaligus. Persis sama dengan kekuasaan itu sendiri. Ia tak pernah sepenuhnya bisa stabil dari waktu ke waktu. Bagi mereka yang memilih hidup dan melakoni pengabdian di bidang ini, sungguh patut berbangga karena mereka akan benar-benar menempa/menguji kejatidiriannya demikian intens.

Pergaulan keseharian yang selalu membahas “anggaran”, “pembangunan”, “pemerintahan”, “kemasyarakatan” dan “kebijakan”, serta akan diisi begitu padat dengan fungsi-fungsi lainnya seperti “budgeting”, “legislasi” dan “pengawasan”, semuanya bercampur-baur dengan sejumlah kordinasi, kegiatan “dengar pendapat”, sidang paripurna, rapat badan anggaran, komisi, fraksi, kunjungan, “studi banding”, dst.

Dengan kesibukan yang tampak ramai seperti itu, publik lalu menyangka bahwa “apa saja” yang dikerjakan oleh Anggota Dewan dengan istilah yang macam-macam tersebut, semuanya “dibayar” oleh negara dengan uang yang tidak sedikit.

Wakil rakyat adalah sekaligus sebagai juru bicara kita. Mereka adalah penyambung lidah dan pikiran kita. Bicaralah yang banyak! Tapi, dengan terlebih dahulu berpikir dan menimbang yang banyak. Cara bicara dan isi pembicaraan Anda hendaknya ber“bicara dengan pikiran!”. Semoga dengan begitu Anda juga menunjukkan kapasitas lebih yang sama-sama dirindukan rakyat, bahwa Anda juga mampu “memikirkan pembicaraan”.

Sungguh ideal kalau wakil-wakil rakyat kita adalah orang-orang yang sukses mengombinasi tiga arena dan aroma: pikiran, wicara, dan acara (aksi nyata!). Pada ketiga domain kenegarawanan itulah sesungguhnya moral politik, ideologi dan cita-cita partai dikerahkan demi martabat bangsa dan kemakmuran bersama. Wakil Rakyat kita di Dewan Perwakilan adalah wajah kita sendiri. Jangan sampai, satu sama lain saling melukai.***

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu
Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsispektrum sosial

Related Posts

Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026
Next Post
Salah satu nasabah PNM yang juga pelaku usaha kue kerawang Djamria Paputungan saat memperaktekan pembuatan kue kerawang kepada para nasabah lain saat kegiatan pengembangan kapasitas usaha program klasterisasi sektoral aneka kue kerawang, Jumat (8/12/23). (Foto: Roy/Gorontalo Post).

PNM Beri Kiat Sukses Usaha Nasabah

Discussion about this post

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    185 shares
    Share 74 Tweet 46
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    123 shares
    Share 49 Tweet 31
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.