logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Persepsi

Palestina yang Damai di Era Islam

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 4 December 2023
in Persepsi
0
KH. Imam Jazuli, Lc. MA

KH. Imam Jazuli, Lc. MA

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
KH. Imam Jazuli, Lc. MA

CIRI KHAS Islam semasa memerintah tanah Palestina adalah kedamaian, harmoni, dan toleransi di antara umat beragam. Umat Yahudi, umat Kristiani, dan Umat Muslim menjalani kebebasan beragama, tanpa diskriminasi.

Al-‘Ahdah Al-‘Umariyah (Perjanjian Umar) adalah tugu revolusi keberagaman. Khalifah Umar dan Abu Ubaidah al-Jarrah mengubah Palestina dari wilayah konflik menjadi wilayah damai. Kehormatan sebagai manusia, harta benda dan agama dijaga penuh (Steven Runciman, 1951:2-4).

Tidak saja itu, setelah era Khalafaurrasyidin berakhir, dengan turunnya Khalifah Ali bin Abi Thalib Ra dan naiknya Muawiyah bin Abi Sufyan ke tampuk kekhalifahan, Yarussalem kembali dijadikan simbol kesucian. Penobatan Muawiyah sebagai Khalifah dilakukan di Yarussalem. Kemudian didirikanlah Masjid Kubah Batu di sana (Moshe Gil, 1997:329).

Related Post

Politik Rangkul Ulama

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Kecintaan umat muslim kepada Palestina melampaui penguasa-penguasa Romawi, Sasaniyah, atau lainnya sebelum Islam. Hal itu salah satunya terlihat pada kebijakan Daulah Abbasiyah, yang menggantikan kekuasaan Daulah Umayah pada tahun 750 M.

Sejak 750 M sampai berabad-abad berikutnya, Kota Ramalla dijadikan sebagai pusat administrasi Daulah Abbasiyah. Tidak saja itu, wilayah Tiberias berubah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan. Banyak intelektual muslim lahir dari wilayah Tiberias ini (Daniel W. Brown, 2011:122).

Sejak 878 M., Daulah Abbasiyah memang tidak lagi memerintah Palestina. Karena Daulah Fatimiyah di Mesir bangkit menjadi kekuatan independen. Namun begitu, nasib Palestina jauh lebih baik di bawah kekuasaan Daulah Fatimiyah Mesir, karena hampir satu abad lamanya Palestina dijadikan kota semi independen (Moshe Gil, 1997:307-308).

Umat Islam betul-betul menghargai kesucian Yarussalem, Palestina, melebihi umat-umat beragama Abrahamik lainnya. Kedamaian, harmoni, dan toleransi beragama berlangsung sejak Khalafaurrasyidin sampai Daula-daulah berikutnya.

Tentara Salib Merusak Segalanya

Kehidupan damai yang diciptakan oleh umat Islam dirusak oleh orang-orang Kristen Eropa. Mereka adalah Tentara Salib, yang berhasil merebut Palestina dari Daulah Fatimiyah Mesir pada tahun 1099 M.

Daulah Fatimiyah sendiri memang terus melemah, karena perseteruannya dengan Abbasiyah di Baghdad dan Kekaisaran Saljuk Agung tahun 1073. Dalam kondisi Fatimiyah yang melemah ini, Tentara Salib mengambil keuntungan dengan merebut Palestina.

Tentara Salib menghidupkan kembali fanatisme agama yang berbasis Kristen Katolik. Di sanalah mereka mendirikan Kerajaan Yarussalem (Royoume de Yerussalem) pada tahun 1099. Sejak Kerajaan Yarussalem Katolik berdiri, masa lalu yang kelam terulang kembali.

Bukan hanya umat Muslim dan Yahudi Palestina, tetapi umat Kristen Ortodoks yang tinggal di Palestina juga mendapatkan perlakuan diskriminatif dari orang-orang Katolik. Selain Umat Katolik, Yahudi, Muslim dan Ortodoks menjadi masyarakat kelas dua.

Satu abad diskriminasi terjadi di Palestina, sampai datang pejuang muslim yang tangguh, yaitu Salahuddin Al-Ayyubi, yang memimpin Pertempuran Hittin pada tahun 1187. Sejak itulah, Palestina kembali dipimpin oleh umat Muslim dan kedamaian kembali hidup. Palestina kembali damai di era Ayyubiah.

Palestina di Bawah Turki Utsmani

Setelah Ayyubiah berakhir, penguasa Muslim berikutnya atas Palestina adalah Mamluk. Namun, pada 1486, pecah konflik antara Mamluk dan Turki Utsmani. Sejak itulah, pada 1516, Turki Utsmani menjadi pengusaha tunggal Palestina.

Sebagaimana era awal Islam, pemerintah Turki Utsmani memberikan dampak besar yang positif terhadap Palestina. Kemakmuran ekonomi dan harmoni sosial berlangsung selama berabad-abad. Pelabuhan-pelabuhan, masjid, gereja, sekolah, pasar, istana, kantor administrasi didirikanlah di kota-kota seperti Yarussalem, Akka, Jaffa, Nablus, Jenin, dan Betlehem (Zuhaer Abdel Latif Ghanayem, 2001).

Kedamaian Palestina kembali terusik ketika Napoleon Bonaparte pada tahun 1799 berkampanye menaklukkan Mesir. Salah satunya tentara Napoleon berhenti di Tiberias dan Nazareth (Ali Hammoud, 2020). Eropa yang Katolik berusaha mengambil alih tanah Palestina dari umat muslim.

Walaupun Napoleon Bonaparte gagal menguasai sepenuhnya tanah Palestina, Inggris datang menggantikan Itali. Melalui Deklarasi Balfour tahun 1918, Inggris berkomitmen membangun kekuatan politik berbasis ras Yahudi di Palestina. Sampai tahun 1920, banyak kota Palestina jatuh ke Inggris dan migrasi besar-besaran Yahudi ke Palestina terus berlanjut hingga tahun 1948, dan negara Israel berdiri.

Sejak bangsa Eropa masuk ke Palestina, maka tidak ada lagi kedamaian. Tidak ada lagi kesucian Yarussalem. Hal itu tidak saja terjadi sejak Perang Salib sampai Kolonialisme Inggris dan Amerika, tetapi sejak Romawi dan Sasaniyah Persi menguasai Palestina. (*)

Penulis adalah Alumni
Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy;
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.

Tags: KH. Imam Jazulipalestinapersepsitulisan persepsi

Related Posts

Muhammad Makmun Rasyid

Politik Rangkul Ulama

Tuesday, 3 March 2026
Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Tuesday, 3 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Husin Ali

Ketika Bandara Mengajar: Make Up School dan Cara Torang Bekeng Bae Kota Gorontalo

Monday, 2 March 2026
Basri Amin

Jejak “Islam Gorontalo” di Nusantara

Monday, 2 March 2026
Ridwan Monoarfa

Bullshit Jobs, Ilusi Pembangunan, dan Jalan Birokrasi Entrepreneur di Gorontalo

Thursday, 26 February 2026
Next Post
Stok kopra milik salah seorang penampung.

Harga Kopra Naik, Kini Rp8 Ribuan per Kg

Discussion about this post

Rekomendasi

Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

Tuesday, 3 March 2026
Airlangga Hartarto

Cek Rekening THR so Cair, ASN/TNI/Polri Mulai Dibayarkan, Ojol Juga Dapat

Wednesday, 4 March 2026

Pos Populer

  • BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

    10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.