logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Fanatisme Musuh Pertama Kali Islam

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 8 November 2023
in Persepsi
0
KH. Imam Jazuli, Lc. MA

KH. Imam Jazuli, Lc. MA

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
KH. Imam Jazuli, Lc. MA

DAKWAH Islamiah yang pertama-tama Rasulullah Saw lakukan di Makkah adalah melawan fanatisme, bahkan ketika Muhammad Saw. masih muda dan sebelum diangkat menjadi Utusan Allah di usianya yang ke-40.

Masyarakat Arab disebut Jahiliah bukan karena kebodohan literasi maupun keterbelakangan ekonomi, mengingat Makkah adalah kota metropolitan sejak era Ibrahim as, menjadi tujuan wisata religi setiap tahun dan pusat bisnis lintas negara sepanjang tahun.

Kebanggaan mereka adalah bertanding puisi, dan karya terbaik akan dipamerkan di dinding Kakbah, supaya seluruh umat manusia dari berbagai negara yang beribadah haji menyaksikan betapa karya sastra orang Arab berkualitas tinggi.

Related Post

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Spanyol, Bola, dan Islam

Orang-orang Arab disebut Jahiliah karena mereka fanatik. Kebanggaan sempit berasaskan kesukuan sangat kental, merasa klan masing-masing jauh lebih baik dari klan lain. Sehingga perang menjadi kebiasaan bagi orang Arab.

Fanatisme kesukuan dikikis oleh Muhammad Saw, sejak masih muda. Karenanya masyarakat Arab menjuluki beliau sebagai Al-Amin (Yang Tepercaya). Peristiwa besarnya yang selalu diingat adalah mendamaikan para elite suku-suku saat berebut memasang batu hajar Aswad ke Kakbah yang baru selesai direnovasi.

Program dakwah Muhammad setelah diangkat menjadi Rasulullah Saw adalah al-ikha’ (mempersaudarakan) orang-orang Arab. Setelah hijrah ke Yatsrib, program dakwah berupa al-ikha’ ini semakin luas, melibatkan antara kaum Muhajirin dan Anshar, kemudian antara muslim dan Yahudi-Nashrani.

Bahaya Fanatisme

Rasulullah Saw sadar betul bahwa penyakit yang mendarah daging adalah fanatisme. Setelah Rasulullah Saw wafat tahun 632 Masehi, fanatisme kesukuan kembali muncul. Orang-orang Abs, Dzubyan, Bani Kinanah, Ghatafan, Bani Thai, dan Fazarah tidak terima kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra., yang kebetulan dari suku At-Tamim Al-Quraisyi.

Konflik berdarah pertama kali dalam Islam pun muncul, dengan alasan ekonomi, dimana orang-orang Arab menolak membayar zakat. Namun, zakat bukan faktor utama konflik. Mengingat nanti di kemudian hari, pada pemerintahan Usman bin Affan, konflik semakin meluas.

Pertama-tama Gubernur Damaskus, Muawiyah bin Abi Sufyan, yang tidak terima kematian Usman bin Affan. Muawiyah dan Usman memiliki satu garis kesukuan yang sama, yaitu keturunan Bani Umayyah. Jadi, sangat masuk di akal memberontak terhadap Ali bin Abi Thalib dari Bani Hasyim.

Sejarah memang lebih menonjolkan narasi politik pemberontakan Muawiyah bin Abi Sufyan dari Bani Umayyah terhadap Ali bin Abi Thalib dari Bani Hasyim. Padahal, faktor utama konflik sesama umat muslim, sejak orang-orang Murtad di era Abu Bakar Ash-Shiddiq sampai pemberontakan para pendukung Muawiyah, tetaplah sama; fanatisme.

Bukti lainnya adalah pembelotan kelompok pendukung Ali bin Abi Thalib sendiri, yang dikenal sebagai kaum Khawarij. Dari sudut pandang politik, mereka kecewa kepada keputusan politik Ali bin Abi Thalib yang memenangkan Muawiyah bin Abi Sufyan, melalui Peristiwa Tahkim di bulan Shafar 37 H./Agustus 657 M.

Orang pertama yang mempropagandakan pemberontakan terhadap Ali dari kalangan Ali sendiri adalah Dzul Khuwaishirah At-Tamimi. Orang-orang Suku Tamim ini berani terang-terangan membentuk kelompok Khawarij pada masa Ali bin Abi Thalib. Tetapi, benih-benih fanatisme yang kental sudah muncul sejak era Rasulullah Saw, sebagaimana digambarkan oleh Shahih Bukhari hadits nomor 3610 orang-orang Bani Tamim.

Bahaya Fanatisme yang paling mencolok adalah keruntuhan kekhalifahan Islam di Baghdad. Bukan karena serangan bangsa Mongol di tahun 1258 M, melainkan karena konflik berkepanjangan antara kekhalifahan Islam di Baghdad yang beraliran Sunni melawan kekhalifahan Fatimiyah di Mesir yang beraliran Syiah.
Setelah kekuatan Fatimiyah melemah akibat konflik saudara beda Mazhab Teologis ini, bangsa Eropa melalui gerakan Perang Salib mencaplok Palestina pertama kali di tahun 1095 M. Jadi, fanatisme yang tumbuh subur di internal umat muslim adalah alasan kehancuran marwah sekaligus kekuatan Islam di hadapan musuh eksternal.

Fanatisme Kontemporer

Ternyata bukan hanya orang Arab, orang-orang muslim Nusantara juga terjangkiti virus fanatisme. Hanya saja, bukan lagi fanatisme kesukuan melainkan fanatisme keagamaan.

Dimulai sejak Mataram Islam, di mana konflik kaum puritan (putihan) melawan muslim kejawen (abangan), sampai muncul peristiwa pembantaian kaum santri di tahun 1647-1648 M pada era Amangkurat I.

Begitu pun di Sumatera, Perang Paderi tahun 1803 M, mempertontonkan umat muslim puritan melawan muslim tradisional, yang dianggap sebagai pelaku bid’ah dan khurafat.

Seakan-akan tidak mau belajar pada sejarah, fanatisme yang hampir sama dirawat hingga abad 21. Berapa banyak konflik berbasis fanatisme keormasan yang kita saksikan.

Walaupun sesama umat muslim di Nusantara, tetapi karena berbeda organisasi kemasyarakatan saja, mereka menggelar konflik berdarah. Fanatisme selalu menemukan caranya sendiri untuk terus hidup memprodak-porandakan keutuhan umat Islam, baik atas alasan ekonomi, politik, keagamaan, maupun ormas. (*)

Penulis adalah
Alumni Universitas
Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy;
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
Periode 2010-2015.

 

Tags: DiswayFanatismeislamKH. Imam Jazulipersepsi

Related Posts

Husin Ali

Negara Hadir, Guru Bermartabat

Wednesday, 22 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Pajak: Madu dan Racun Bagi Perekonomian  

Tuesday, 21 July 2026
Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Satu Huruf Salah di KTP, Urusan Publik Berantakan

Monday, 20 July 2026
Basri Amin

Spanyol, Bola, dan Islam

Monday, 20 July 2026
Muh. Amier Arham

Gorontalo Karnaval Karawo, Untuk Apa?

Sunday, 19 July 2026
Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Mewaspadai Lonjakan Harga Pangan: Menjaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Ketua Deprov Gorontalo Paris Jusuf bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, menerima kunjungan Wakil Gubernur Prefecture Ehime, Jepang, Mr. Hideki Tanaka, di rumah dinas gubernur Gorontalo, kemarin (7/11). (Humas)

Kunjungan Wagub Ehime Jepang, Perkuat Kerjasama dengan Gorontalo

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

11 WNA Ditemukan Selamat, Satu Awak Kapal Masih Hilang di Teluk Tomini

Saturday, 25 July 2026
Sakit Jantung

Sakit Jantung

Saturday, 25 July 2026
Anak Telur

Anak Telur

Saturday, 25 July 2026
Satpam MBG

Satpam MBG

Saturday, 25 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.