GORONTALO – GP – Mantan Penjabat Gubernur (Penjagub) Gorontalo 2017, Prof. Zudan Arif Fakrulloh dipastikan kembali mengemban amanah sebagai Penjagub. Zudan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), dikabarkan teleh ditetapkan dalam sidang tim penilai akhir (TPA) pimpinan tinggi untuk jabatan Penjabat Gubernur, di istana negara, Kamis (4/5). Zudan dinilai lebih berpengalaman, apalagi mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemendagri itu, pernah menjabat Penjagub Gorontalo dan dinilai sukses.
Kabar dipilihnya Prof.Zudan dibenarkan Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Barat (Sulbar), Dr. Muhammad Idris. “Ya, sudah dipilih tadi,”kata Dr. Muhammad Idris, dikutip dari Mandarnesia.Com.
Zudan nantinya menggantikan Akmal Malik sebagai Pejagub Sulawesi Barat. Akmal sendiri merupakan koleganya sesama pejabat Kemendagri yang selama satahun terakhir dipercayakan sebagai Penjagub provinsi termuda di sulawesi itu. Penujukan Prof. Zudan Arif sebagai Penjagub juga diberkan ketua umum BPP Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB), Muhammad Asri Anas. “Iye benar, Prof Zudan tidak masuk usulan tiga nama ke Tim TPA, hanya maunya presiden beliu terpilih,” kata Asri, seperti dilansir sulbar.tribunnews.com, kamis (4/5).
Menurut Asri Anas, Prof Zudah adalah birokrat yang pekerja keras dan memberi terobosan bagus dalam penataan sistem kependudukan nasional. “Prestasi itu membuat presiden memilihnya menjadi sekretaris badan nasional pengelolah perbatasan,” ungkap Asri. Apalagi, selama ini yang bertanggungjawab ke presiden dimana kepalanya adalah eksoficio menteri dalam negeri. “Kita harus menerima yang penting Pj Gubernur fokus membantu pembangunan Sulbar. Jangan datang cari kepentingan pendek di Sulbar,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulbar Suraidah Suhardi menanggapi juga menanggapinya. Kata dia, nama Zudan memang masuk dalam tiga nama yang diusulkan DPRD ke Presiden untuk dipilih sebagai penjagub. “Kami belum peroleh secara resmi keterangan Kemendagri terkait siapa yang ditunjuk. Tapi kita memang pernah mengirimkan nama beliau,” kata Suraidah, kamis malam.
Dari tiga nama diusulkan DPRD Sulbar memang ada Prof Zudan. Sehingga, DPRD Sulbar juga masih menunggu Surat Keputusan (SK) dari Presiden. “Kita bersyukur dari tiga nama diusulkan ada yang diambil pusat. Karena lembaga DPRD repsentatif rakyat,” ungkapnya. Siapa yang akan menjadi Penjabat Gubernur Sulbar, hangat dibicarakan. Sejumlah nama mulai mencuat, salah satunya Prof. Zudan Arif Fakrulloh.
Sementara itu, Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik yang saat ini sebagai Penjabat Gubernur Sulbar, meminta agar masyarakat bersabar. Ia mengatakan, mengenai siapa yang akan menjadi Penjabat Gubernur Sulbar selanjutnya itu merupakan keputusan Presiden.
Bahkan soal pelantikan pun harus berdasarkan jadwal dari Presiden. “Tadi memang sudah dibahas di Tim Penilai Akhir (TPA). Tapi saya tidak punya wewenang untuk menyampaikan hasilnya. Itu kewenangan bapak Presiden,” kata Akmal Malik. Dirjen Otda Kemendagri ini juga merupakan penjabat (Pj) Gubernur Sulbar yang akan berakhir pada 12 Mei mendatang. (tro/net/tr)










Discussion about this post