LIMBOTO-GP-Percepat pembangunan Masjid Raya dan Islamic Center Gorontalo. Pemerintah bersama yayasan Masjid Raya, Jumat (5/5/2023) tadi menggelar pengukuran bakal lokasi pembangunan. Lokasinya berada di kawasan pesisir Danau Limboto, tepatnya di Desa Lupoyo Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo.
Terlihat, panitia bersama aparat desa, pihak Balai Sungai dan masyarakat nelayan menandai lokasi-lokasi yang akan masuk dalam area Masjid Raya. Ada tujuh titik yang telah ditetapkan. “Ini tidak hanya mencakup daerah (Desa) Lupoyo tapi juga sebagian wilayah Desa Bulota,” jelas Kepala Desa Lupoyo Arwin Hilala.
Berada di kawasan Danau Limboto, lokasi Masjid Raya berada di atas lahan pertanian basah. Bahkan untuk menuju lokasi, panitia harus menggunakan perahu, dengan ketinggian air mencapai 1 meter.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Gorontalo Nawir Tondako menjelaskan, penentuan lahan ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan. “Sebagai pemerintah kita terus mendorong, agar Masjid ini bisa segera terbangun. Untuk mempercepat itu, dibutuhkan lahan yang pasti. Karenanya, kami bersama yayasan Masjid Raya, dan pihak Universitas Negeri Gorontalo melakukan penentuan lahan,” ujarnya. Dengan adanya lahan yang pasti, sambung Nawir pemerintah bisa membeda apa saja yang dibutuhkan selanjutnya. Misalnya terkait rencana tata ruang wilayah. “Sesuai RTRW lokasi ini merupakan lokasi pertanian lahan basa, dan ada pemiliknya. Maka kita akan sesuaikan dengan aturan, serta juga mempersiapkan pembebasan lahan,” terang Nawir.
Dari sisi lingkungan, pihaknya telah minta UNG untuk melakukan uji daya dukung tanahnya. “Hasilnya sudah memenuhi syarat. Jadi tinggal kita akan jelaskan pada pak bupati, yang juga sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia Gorontalo. Intinya pemerintah memberi dukungan penuh, dan kita berharap mudah-mudahan masjid ini dibangun dalam waktu dekat,” tukas Mantan Sekretaris DPRD Kabgor itu.
Masjid raya dirancang bakal menyamai Masjid Raya Al-Jabar Jawa Barat. Bahkan pihak pemerintah dan panitia akan melibatkan ke Gubernur Jabar Ridwan Kamil, untuk mendesain bangunan Masjid. (nat)










Discussion about this post