logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Fantasi di Ruang Publik

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 28 November 2022
in Persepsi
0
Generasi (Terbaik) Gorontalo

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Oleh

Basri Amin

Belakangan ini, ruang publik kita semakin disesaki oleh “iklan diri” dan “warna kelompok”. Sebagiannya mengandung fantasi, sebagiannya lagi berisi fakta. Keduanya campur-baur mengisi obsesi-obsesi personal dan mendayagunakan sumberdaya institusional. Gejala ini mengandung persoalan: edukasi dan apresiasi kepada (banyak) pihak yang sesungguhnya sama-sama bekerja-nyata bagi orang banyak semakin hilang. Tergantikan oleh pantulan personal!

Lembaga-lembaga publik pun cenderung semakin ter-personal-isasi. Teks publik dan simbol institusi publik –yang sesungguhnya merupakan “milik bersama” dan tumbuh-terkelola menggunakan “uang publik”— hari-hari ini demikian mudah dikalahkan dan dikuasi penggunaannya oleh wajah-wajah tunggal dan pejabat puncak di lembaga-lembaga publik. Sewajarnya, etika publik bagi performa lembaga publik harus dirumuskan dengan jernih dan jujur.

Tampaknya, sadar atau tidak, banyak pihak belakangan ini terkesan sangat obsesif membangun (tabiat) propaganda: mengondisikan (pandangan) orang banyak dengan cara mengerdilkan sedemikian rupa beragam kemungkinan, pilihan, dan fakta-fakta. Keadaan yang kompleks kemudian dipoles oleh beragam mediasi yang memaksa agar keadaan dan peran-peran bersama menjadi lebih manunggal atau memusat kepada “seseorang” atau pun kepada “kelompok” dominan.

Sejak tahun 2000-an negeri ini beroleh gempuran baru di ruang-ruang publiknya. Terjadi ledakan jumlah organisasi masyarakat, partai-partai politik (baru), momen-momen (pemerintahan) di era otonomi daerah, aspirasi-aspirasi kelompok dan kegiatan-kegiatan (publik) oleh lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, profesi, dst. Semuanya dipaksa eksis di ruang publik. Terkesan kuat, bahwa tanpa umbul-umbul dan/atau baliho, juga beragam (gaya dan bayaran) advertorial, sebuah  organisasi, kelompok atau tokoh, seperti tidak “terakui” keberadaannya. Mereka terpukau menjadi tontonan! Spektrum di media ini, dua tahun lalu, sudah membaca gejala involutif seperti ini.

Umbul-umbul (di ruang publik) menjadi ke-unggul-an tersendiri di negeri ini. Semua jenis “manusia Indonesia” yang, sengaja atau tidak, menjadikan umbul-umbul dan baliho sebagai ekstensi dari diri dan organisasinya, jelas mempunyai struktur nalar dan motif-motif (khusus) yang tertanam dalam egoisme tertentu. Pada beberapa keadaan, kita bisa menemukan sejumlah motivasi yang luhur-utuh, tapi pada banyak kesempatan lain, kita juga sangat merasakan adanya akal-bulus dan tipu-muslihat (pencitraan) yang dicoba disamarkan di ruang-ruang publik.

Pencerdasan publik seringkali dikacaukan dengan teknik propaganda dan sosialisasi sepihak yang nyata-nyata tidak dirancang untuk penyebaran informasi yang jujur dan edukatif. Tak jarang, yang terjadi adalah “sampah informasi” yang meluber di mana-mana. Rasa publik diabaikan sedemikian rupa karena kegagapan elite-elite (masyarakat) dalam memproyeksi (kebutuhan) warga yang sebenarnya. Terpaan informasi kesehatan, pendidikan, solidaritas ke-agama-an, kepedulian sosial, ajakan partisipasi, iklan-iklan komersial dan kampanye acara beberapa tahun terakhir ini sudah “sesak-bertabrakan” di ruang-ruang publik kita. Kaidah edukasi dan estetika nyaris sudah hilang, padahal itu semua (kebanyakan?) menggunakan “uang negara”.

Kerangka etis-organisasi juga tak begitu jelas, yang mana kepentingan pribadi, keluarga -–dan indikasi-indikasi privat lainnya— dan bagian-bagian mana yang (sejujurnya) “untuk publik”. Kepentingan publik dan “pencerdasan bangsa” direndahkan sedemikian rupa oleh rapuhnya etika bersama –yang terkesan—sangat mudah dipinggirkan oleh mereka yang bertengger di kekuasaan. Tentu, gejala ini bukan peristiwa sederhana. Pada beberapa keadaan, “sindikasi” merebut/memelihara kekuasaan –-beserta motif-motif kerakusan dan klik-kelompok yang inheren di dalamnya–.

Kita harus waswas, kalau-kalau negeri ini berada di jalan yang salah dalam agenda pencerdasan publiknya. Kita butuh merasa, kalau-kalau organisasi-organisasi publik kita justru makin digerakkan oleh orang-orang yang lihai menyamarkan motif-motif pribadi dan kelompok tapi dengan meminjam “banyak tangan” dan “pikiran orang lain” di media-media publik. Mereka tampak cakap menjual “kebenaran” dan “kemajuan” tetapi sesungguhnya diam-diam ia menyamarkan dan menyamankan kawanan sendiri dengan mengeruk sumberdaya bersama.

Rasanya sudah semakin mendesak menerapkan sistem terapi “Revolusi Mental” di negeri ini. Bahwa keunggulan tak bisa otomatis tertancapkan, semudah memasang umbul-umbul berkibar-kibar di pinggir jalan. Keunggulan tidaklah bisa disamar-samarkan melalui warna-warni baliho di ruang-ruang publik. Ikatan-ikatan komunal yang melangkahi kaidah-kaidah kemasadepanan sangatlah jelas akan menjadi penyakit kronis bagi Indonesia. Di luar itu, sindikasi keluarga/kerabat, kawanan kelompok, dan nalar jangka pendek adalah virus laten bagi organisasi-organisasi publik kita. Kita harus cerdas memastikan apakah kita terbukti melahirkan dan memilih orang-orang yang satu antara kata-kata dan perbuatannya. Cermatilah di sekitar Anda! ***

Penulis adalah Parner di Voice-of-HaleHepu.

Pos-el: basriamin@gmail.com

Tags: basri aminpersepsi

Related Posts

Husin Ali

Make Up School dan Kota sebagai Ruang Belajar: Jalan Kebudayaan Menuju Kota Jasa yang Beradab

Monday, 8 June 2026
Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Muh. Amier Arham

Pertumbuhan Ekonomi Melesat Menuju Proses Crowding Out

Thursday, 4 June 2026
Yusran Lapananda

TGR, Kini Mengikat dan Didahulukan

Tuesday, 26 May 2026
Basri Amin

Sehat yang Sesat

Monday, 25 May 2026
Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam?  Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Tambang Emas Pohuwato, Berkah atau Kutukan Sumber Daya Alam? Dari Enclave Ekonomi ke Pengukit Pertanian dan UMKM

Saturday, 23 May 2026
Next Post
Duel Sengit Ronaldo – Suarez

Duel Sengit Ronaldo - Suarez

Discussion about this post

Rekomendasi

Basri Amin

Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

Monday, 8 June 2026
Gubernur Gusnar Ismail pada peresmian Gorontalo menjadi tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan. (foto: dok-pemprov)

PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

Monday, 8 June 2026
Polsek Wonosari bergerak cepat menangani peristiwa meninggalnya seorang masyarakat yang diakibatkan tersengat aliran listrik.

Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

Monday, 8 June 2026
Rapat persiapan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (5/6/2026). (Foto : Valen)

Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

Monday, 8 June 2026

Pos Populer

  • Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail semeja bersama para gubernur se sulawesi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dalam kegiatan apresiasi Pemerintah Daerah di Kendari, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini. (Foto : Istimewa)

    Gusnar Temui YSK Bahas Kredit ASN Pemkot, Pemotongan Gaji ASN Tetap Melalui Debit Otomatis

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.