logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Ginjal Duoria

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 24 October 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh

Dahlan Iskan

“ITU pertanyaan kami juga,” ujar dokter ahli urologi Asro Abdih. Saya kenal dokter Asro sebagai sesama anggota WA group mobil listrik.

Saya memang bertanya padanya: kalau penyebab gagal ginjal akut itu obat sirup, kenapa baru terjadi sekarang? Bukan dulu-dulu? Bukankah obat sirup paracetamol itu sudah dipakai sejak lama?

“Masih diteliti,” tambahnya.

Semua analis pasti tahu teori deviasi: kalau sejak dulu melakukannya tidak apa-apa, kenapa sekarang apa-apa? Di mana deviasinya?

Related Post

Halo Wani

Juara Dunia

Hidup QRIS

Yossi Cohen

Saya tidak akan mempersoalkan itu. Sudah telat. Lebih baik mencari solusi: sebaiknya apa yang harus dilakukan.

Para ahli ginjal sepakat: semua keluarga harus mewaspadai ”duo ria” pada anak-anak mereka. Duo ria itu adalah: anuria dan oliguria. Itulah arahan kementerian kesehatan.

Anuria adalah gejala gagal ginjal yang umum: tidak kencing selama 24 jam. Oliguria juga umum: air kencingnya hanya sedikit.

Anda sudah tahu: jumlah air kencing normal adalah 1 sampai 2 liter sehari.

Kalau melihat gejala itu segeralah dibawa ke lab –lewat dokter. Periksa urine. Periksa darah. Scan ginjal. Kalau memang harus cuci darah, lakukan.

Masalahnya, tidak semua anak boleh cuci darah. Seperti video yang diunggah dari Manado itu. Anaknyi gagal ginjal akut. Umur dua tahun. Dia baik-baik saja. Periang. Lalu badannyi panas. Di berikanlah obat paracetamol. Karena masih anak-anak diberilah yang berbentuk sirup. Tiap hari. Selama 1 minggu.

Tiba-tiba anak itu seperti keracunan. Dibawa ke dokter. Dinyatakan gagal ginjal akut.

Si anak harus menjalani cuci darah. Tapi tidak bisa. “Untuk cuci darah berat badan minimal harus 25 kg. Berat anak ini baru 16 kg,” ujar pengunggah video tersebut.

Si anak pun meninggal dunia.

Pemerintah sudah mengambil jalan yang pintas: melarang menjual dan memakai obat sirup. Untuk sementara. Entah sampai kapan. Obat sirup yang dilarang itu dinyatakan mengandung EG dan DEG. Itulah bahan kimia yang kegunaan umumnya untuk mencegah pengentalan. Obat dalam bentuk sirup harus dicampur dengan EG dan DEG, agar tetap cair.

Bahkan apa saja yang tidak boleh beku dicampuri EG/DEG. Misalnya air untuk radiator. Juga minuman keras.

Tentu produsen obat berbentuk sirup langsung jadi terdakwa. Disway pun menerima penjelasan dari lima pabrik obat ternama. Mereka ramai-ramai melakukan klarifikasi: obat paracetamol sirup yang mereka produksi tidak mengandung DE dan DEG.

Di samping melarang penjualan obat sirup, pemerintah juga sigap mencari solusi. Menkes Budi Gunadi Sadikin Jumat lalu mengumumkan ditemukannya obat untuk gagal ginjal akut itu. Namanya: fomepizole. Belum ada di Indonesia. Menkes mengimpornya dari Singapura. Dan Australia. Awalnya 200 ampul dulu. Sudah dicoba. Berkhasiat. Bisa menetralkan racun DE. Harganya yang mahal: Rp16 juta/ampul.

Ini bukan obat baru. Fomepizole mulai dipakai tahun 1981. Yang membuatnya: Jazz Pharmaceuticals, Inc. Yakni perusahaan farmasi global yang sudah tidak jelas milik negara mana. Awalnya di Amerika, merger, lalu Jazz kini berpusat di Irlandia.

Obat sudah ada. Kepanikan reda. Tapi tetap harus dicari apa penyebabnya. Itu juga disampaikan anggota DPR PKS dari Komisi IX Netty Prasetiyani Aher. Tanpa menemukan apa penyebabnya, obat sirup akan terus jadi tersangka tanpa proses peradilan.

Bahkan BPOM juga bisa disalahkan. Lembaga pengawasan obat dan makanan itu akan jadi sasaran: bagaimana obat berbahaya itu bisa lolos di pasaran.

Meski belum tentu bersalah obat sirup kini babak belur. Apotek tidak berani menjualnya. Sampai ada kejelasan statusnya.

Adakah dengan ditemukannya obat itu nama baik obat sirup akan direhabilitasi? Harusnya belum. Sampai jelas benar apa penyebab gagal ginjal dadakan itu.

Anda sudah tahu: ginjal rusak karena racun. Keracunan bahan kimia. Termasuk EG dan DEG dalam dosis yang berlebih. Ginjal Anda bukan radiator yang tahan EG dan DEG.

Tapi gagal ginjal juga bisa karena infeksi. Infeksi, Anda tahu, disebabkan virus. Maka penelitian terhadap pasien gagal ginjal dadakan itu akan bisa menjawab yang mana yang jadi penyebab.

Peneliti virus seperti drg Indro Cahyono bisa menjelaskan virus apa saja yang bisa merusak ginjal.

“Virus apa saja yang bisa ditumbuhkan di sel ginjal mamalia bisa merusak ginjal,” katanya pada Disway kemarin. Misalnya virus hepatitis A, B, C, D, E. Lalu adenovirus. Dan lihatlah dua jenis virus berikut ini: corona virus dan varicella zoster virus (VZV).

Maka dari 241 anak yang gagal ginjal mendadak itu –133 meninggal dunia– bisa diteliti keracunan apakah mereka itu. Atau virus apakah yang menyerang mereka.

Indro berkeyakinan itu terkait Covid-19. Baik dari virus asli maupun dari vaksinasi yang menggunakan vaksin mRNA. Indro sudah sangat mendalam melakukan penelitian itu. Ia juga sudah mengingatkan sejak hampir tiga tahun lalu.

Memang sudah ada obatnya. Tapi dengan harga Rp 16 juta/ampul, bagaimana rakyat bisa membelinya. Tentu bisa lewat BPJS. Tapi Indro memilih konsisten di jalur Protokol Rakyat.

Di bidang ini pun Indro sudah merumuskan Protokol Rakyat itu: pakai ramuan sapu jagat.

Ini bisa dilakukan dengan murah, mandiri, selama tiga bulan. Tidak tergantung pada orang lain, terutama pabrik obat yang kapitalistik. “Tapi bagi yang ginjalnya sudah gagal tidak bisa lagi pakai Protokol Rakyat,” katanya.

Protokol Rakyat ”Sapu Jagat” itu berupa ramuan hasil bumi Indonesia. Terdiri dari 6 macam empon-empon: 1 jari kencur, 3 batang serai, 1 jari lengkuas, 7 bilah bunga pekak, 1 jari temu mangga, 3 siung bawang merah, 1 sendok makan kulit pulo sari/ pulo waras.

Semua itu direbus. Diminum. Mudah, murah, dan mandiri. Istri saya sudah mulai belanja semua itu kemarin. Tinggal temu mangga dan adas pulo waras yang belum dapat. Saya pernah kena Covid. Anak saya juga vaksinasi pakai mRNA. Lebih baik mencegah daripada jadi radiator. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Wani Sabu saat menerima Lifetime Achievement Award di ajang Contact Center World 2025 di Bali.-Instagram Wani Sabu-

Halo Wani

Wednesday, 22 April 2026
Ilustrasi fitur-fitur di Halo BCA.--

Juara Dunia

Tuesday, 21 April 2026
Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026
Next Post
Di Pasar Tradisional, Harga Rica Turun, Mulai Rp40 Ribu per Kg

Di Pasar Tradisional, Harga Rica Turun, Mulai Rp40 Ribu per Kg

Discussion about this post

Rekomendasi

AKBP H. Busroni

Pidana Menanti Polisi Terlibat PETI, Janji Kapolres Pohuwato, Termasuk Sanksi Internal

Wednesday, 22 April 2026
Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Wardoyo Pongoliu

Izin Tambang, IPR Dengilo Tunggu Persetujuan Pemkab

Tuesday, 21 April 2026

Pos Populer

  • Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

    Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    181 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    119 shares
    Share 48 Tweet 30
  • Batas-Batas Pengobatan

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
  • Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.