logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Penyesalan Panggung

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 7 October 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Sejarah Pertanda

Penyadapan Beneficial

Kerikil Subhan

Ya Tidak

Oleh

Dahlan Iskan

PENYESALAN pun seperti tak kan  pernah terbayar. Lihatlah pemberitaan di media di luar negeri. “Lebih 100 orang dibunuh polisi” bunyi spanduk berbahasa Inggris di stadion sepakbola di Jerman. Fotonya tersebar di berbagai media.

Sangat menyakitkan polisi kita.

The New York Time, koran paling bergengsi di dunia, juga begitu menyudutkan polisi Indonesia. Pun sampai anggaran pembelian gas air mata diungkap di situ.

Padahal mungkin saja yang menembakkan gas air mata itu tidak sadar bahwa itu melanggar aturan sepakbola. Padahal yang menendang dan memukul suporter itu mungkin tidak tahu bahwa menangani aksi massa di sepakbola berbeda dengan menangani demo anarkis. Suporter sepakbola mungkin memang banyak yang nakal. Tapi kenakalan harus dibedakan dengan kejahatan. Saya mengategorikannya nakal. Bukan jahat.

Kini suporter Aremania-Aremanita bersatu solid. Pun suporter dari berbagai klub sepakbola. Korban begitu besar: 131 orang meninggal. Bergelimpangan.

“Kita kawal penyelidikan tragedi ini,” ujar Sam Antok Baret. “Jangan sampai ada rekayasa,” katanya. Antok Rabu lalu didaulat untuk orasi di depan Aremania. Ia tinggal di Jakarta. Tapi diminta pulang oleh Aremania. Untuk ikut mengawal penyelidikan tragedi Kanjuruhan itu.

“Saya akan tinggal di Malang sampai urusan ini selesai,” katanya. Antok, Anda sudah tahu: tokoh yang dianggap preman Blok M Jakarta. Ia asli Malang. Setiap Arema main di Jakarta, selalu ia tampung di Blok M. Ia tokoh sentral Aremania di Jakarta.

Pada dasarnya Antok itu seniman. Sejak di sekolah teknik negeri (setingkat SMP) ia sudah pegang gitar. Tapi juga sering berkelahi. Dan selalu menang. Ia lanjut ke STM di Bangkalan, ikut kakaknya yang jadi guru di Madura. Masih aktif bergitar. Kian aktif berkelahi. Tak terkalahkan.

Hanya sebentar kuliah di teknik sipil ITN Malang, Antok merantau ke Jakarta. Tanpa tujuan. Tanpa tempat tinggal. “Saya tidur di Masjid Mutia. Selama satu tahun,” katanya.

Setelah itu ia ngamen di Blok M. Saat itulah gitar salah satu pengamen hancur. Dirusak preman yang minta uang pada anak itu. Sebagai sesama pengamen,Antok mencari siapa yang sok jagoan berani merusak gitar pengamen itu. Ketemu. Ia hajar. Mulailah para preman Blok M tunduk pada Antok. Ia pun membentuk Kelompok Pengamen Jakarta (KPJ) yang terkenal itu. Pengamen pun bersatu. Aman.

Tinggi badannya 180 cm. Kekar. Ideal untuk adu fisik. Ia pesilat sejak SD. Lalu karateka sejak SMP. Ia suka menolong. Perantau dari Malang ia beri pertolongan dan perlindungan. Juga yang dari Surabaya. Ia tidak membedakan ArekMalang atau ArekSuroboyo. Pokoknya Arek.

Kini umurnya sudah 65 tahun. Masih gagah dan wibawa. Pidatonya di Malang kemarin masih agitatif. Lihatlah videonya. Namanya lebih terkenal sebagai Antok Baret. Yakni sejak rekaman lagu bersama IwanFals. Iwan-lah yang memberi nama itu. Diambil dari kebiasaan Antok mengenakan Baret. Pun sampai sekarang.

Ia preman yang juga pencipta lagu. Sudah sulit menghitung lagu yang ia ciptakan. Salah satunya: Laskar Bingung Menyerbu Jakarta. Ia sendiri yang menyanyikannya. Ada sembilan lagu di album Laskar itu. Yang enam lagu ciptaannya sendiri.

Ia preman yang religius. Pidatonya di Malang itu sarat dengan idiom-idiom agama.

Kesenimanannya juga diwujudkan dalam Warung Apresiasi. Yakni semacam padepokan seni di Gelanggang Remaja Bulungan, Jakarta Selatan. Di situlah siapa pun bisa berekspresi. Silakan menyanyi. Bermusik. Atau berpuisi. Asal harus karyanya sendiri.

Antok juga pembaca puisi yang andal. Belum lama ini ia tampil di panggung. Baca puisi (lihat video). Itu di ulang tahun ke 40 Kelompok Pengamen Jakarta. Kapolri juga hadir di ultah itu. Kapolri memotong tumpeng untuk Antok. Seniman-seniman besar sering mampir di sini. Termasuk, dulu, penyair-dramawan WS Rendra.Hari-hari ini Antok bersama Aremania-Aremanita yang lagi berduka. Ia memang bisa jadi salah satu muara duka.

Sebenarnya sudah banyak politisi yang cari panggung: ingin mendamaikan Bonek-Bonita dan Aremania-Aremanita. Sejak lama. Tapi mereka tahu motifnya sangat politis. Suporter dijadikan panggung.

Maka tragedi Kanjuruhanmenjadi momentum agar tanpa makcomblang pun mereka bisa bersatu. Antok Baret sudah bicara persatuan itu. Bonek juga sudah bicara. Mereka pun bisa bertemu dengan tulus. Tanpa dimanfaatkan siapa pun.

Panggung suporter memang besar. Tapi panggung itu juga panas. (*)

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Sejarah Pertanda

Sejarah Pertanda

Friday, 6 November 2026
Penyadapan Beneficial

Penyadapan Beneficial

Friday, 6 November 2026
Kerikil Subhan

Kerikil Subhan

Friday, 6 November 2026
Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
Next Post
Percepat Penurunan Stunting, Pemerintah Libatkan Tokoh Agama

Percepat Penurunan Stunting, Pemerintah Libatkan Tokoh Agama

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

Thursday, 5 November 2026
Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Rampas Paksa Mobil Warga, Tiga Debt Colecktor Jadi Tersangka

Thursday, 5 November 2026
Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Oknum Pengusaha Diduga Jadi Mafia Tanah, Dilapor ke Polda Atas Dugaan Penggelapan Tanah Warga

Friday, 30 October 2026
Sisir PETI di Pasir Putih, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Sisir PETI di Pasir Putih, Polisi Tak Temukan Alat Berat

Thursday, 5 November 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kalender “Literasi” Gorontalo 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • HK Cs Dilapor ke Polda, Terkait Dugaan Perusakan Fasilitas Perusahaan

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Enam Bulan Buron, Oknum Notaris Ditangkap di Jakarta

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Penambang Ilegal Saripi Tebar Teror, Rusak Fasilitas Pabrik Gula, Karyawan Resah dan Ketakutan

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Mantan Aleg Deprov Diamankan Polda, Terkait Dugaan Pemalsuan Surat di Pertambangan Pohuwato

    33 shares
    Share 13 Tweet 8
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.