logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Dokumen Rahasia 

Lukman Husain by Lukman Husain
Friday, 19 August 2022
in Disway
0
Bencana Sapura

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Sel Janin

Bagi Hasil

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Oleh

DahlanIskan

LUKA itu menganga lagi. Permusuhan dengan pemerintah pusat (Federal) menyala lagi. Kali ini, penyebabnya Anda sudah tahu: penggeledahan Mar-a-Lago. Rumah Presiden Donald Trump. Rumah mewah, dengan 55 kamar, di Palm Beach, Florida itu.

Ancaman pembunuhan pada petugas FBI –Biro Penyelidik Federal– kini terjadi di mana-mana. Terutama di daerah basis Partai Republik. Penggeledahan rumah Trump itu untuk mencari dokumen rahasia negara yang disimpan Trump. Itu dianggap mencederai hak pribadi tokoh idola mereka. Di Amerika hak pribadi harus dijunjung tinggi melebihi hak negara –karena negara didirikan untuk melindungi rakyatnya.

Apalagi Trump pandai sekali memprovokasi pengikutnya. Penggeledahan itu ia pidatokan sebagai penyerbuan dan pendudukan.

Ditambah lagi tiga paspor Trump ikut disita. Ini diributkan. Apa hubungan paspor lama dengan rahasia negara. Dua paspor itu sudah mati. Satu paspor lagi, paspor diplomatik, masih hidup.

FBI memang menemukan 11 dokumen rahasia negara yang disimpan di basement Mar-a-Lago. Itu melanggar hukum. Biar pun Trump mantan presiden. Apalagi sebagian tergolong rahasia negara dengan tingkatan paling tinggi.

Trump berteriak: dokumen itu bukan milik negara. Itu milik pribadinya. Pengikutnya mendukung pernyataan Trump itu. Pemerintah Federal mereka anggap sudah memusuhi rakyat. Maka rakyat harus memusuhi pemerintah pusat. Di mana pun kantornya. Termasuk lembaga-lembaganya. Juga orang-orang yang bekerja di pemerintah federal. Tidak hanya FBI –seperti peristiwa di Cincinnati (Disway13 Agustus 2022).

Pun hakim yang mengizinkan penggeledahan itu harus ikut dimusuhi.

Muncul pula perdebatan baru: apa itu rahasia negara. Siapa yang berhak menentukan. Apakah pengklasifikasiannya sudah benar.

Perdebatan menjurus pula ke 11 dokumen yang disita itu. Buka saja. Umumkan ke publik. Isinya apa saja. Biar publik yang menilai: penggeledahan itu beralasan atau hanya karena sentimen politik.

Departemen Hukum (DOJ) lantas mengembalikan tiga paspor Trump. Olok-olok pun meluas. Tapi DOJ menolak membuka semua dokumen yang disita. Alasannya: membahayakan penyelidikan selanjutnya. Kalau itu dibuka bisa saja membuat orang-orang yang akan diperiksa berikutnya berkelit.

Hanya dua dokumen yang bisa disebut indikasinya. Yang satu surat-menyurat Trump dengan pemimpin agung Korea Utara, Kim Jong-un. Satunya lagi surat Presiden Obama kepada Trump. Yakni surat yang diberikan di hari-hari akhir masa jabatan Obama –kepada penggantinya.

Trump memang mengangkut 15 boks dokumen Gedung Putih ke rumahnya. Itu dilakukan di hari-hari akhir kepresidenannya.

Setelah diminta dikembalikan, boks-boks itu dikirim balik ke Gedung Putih. Tapi masih ada dokumen yang dicari tidak ditemukan di boks yang dikembalikan itu.

Bagaimana kalau pengadilan memerintahkan agar isi 11 dokumen rahasia itu dibuka?

Putusan pengadilan adalah kitab suci di Amerika. Tapi bagaimana dengan rahasia tingkat tertinggi itu.

Trump dan pengikutnya tidak peduli. Kebetulan pemerintah federal sekarang di tangan Partai Demokrat. Luka lama dulu juga terjadi di masa Bill Clinton –yang Demokrat.

Anda masih ingat: hari itu aparat pemerintah federal mau menggeledah gereja. Di dekat Waco, Texas. Sulit. Penuh risiko. Luas sekali. Puluhan hektare. Semua pengikut gereja tinggal di situ. Bersama keluarga mereka. Kompleks gereja ini diberi nama Mount Carmel Center, sesuai dengan nama tempat suci di Israel.

Itu bukan gereja biasa. Itu sempalan dari gereja Advent Hari Ketujuh. Gereja ini percaya kiamat segera datang. Tanda-tandanya sudah cocok dengan yang disebutkan dalam Al Kitab.

Mereka siap-siap menunggu datangnya kiamat itu.

Suatu hari, di tahun 1992 itu, ada info masuk ke pemerintah federal. Yang memberi info: sopir truk perusahaan pengiriman barang. Ia sering mengangkut senjata. Diantar masuk ke kompleks gereja itu. Juga mengangkut amunisi. Termasuk bubuk bahan peledak.

Ketika aparat pemerintah federal akan memeriksa kebenarannya mereka melawan. Risiko kekerasan terlalu besar. Dikepung saja. Pengepungan dilakukan. Sampai hampir dua bulan.

Akhirnya terjadi ledakan besar di kompleks ini. Asap hitam membubung tinggi. Terjadi kebakaran di gudang amunisi.

Pihak Gereja menuduh itu akibat penyerangan aparat pemerintah federal. Yang dituduh membantah: selama pengepungan tidak sekali pun dilakukan penembakan dengan peluru tajam.

Tembak menembak terjadi setelah ledakan itu. Seru sekali. Berhari-hari. Yang meninggal pun banyak sekali: 79 orang.

Sejak itu sentimen pada pemerintah federal tersimpan dalam. Pengeboman terhadap gedung pemerintah federal di Oklahoma City juga terkait dengan luka lama itu. Waktu ke Oklahoma saya sempatkan ke monumen pengeboman dahsyat itu.

Luka lama itulah yang kini dimuncul-munculkan kembali. Sentimen ke pemerintah federal dihidup-hidupkan lagi. Mereka kini punya tokoh sentral yang lebih menasional: Trump. Dengan kredo Trump yang terkenal itu: MAGA –Make Amerika Great Again.

Di kalangan pengikut fanatik Trump kataGreat Again itu punya tafsir khusus: Amerika harus kembali dikuasai kulit putih. (*)

 

Komentar Pilihan Disway*

Edisi 18 Agustus 2022: Merdeka Kepundungan

 

herryisnurdono

Abah DI pasti tahu atau belum tahu kalau Jokowi itu penggemar Denny Caknan, jadi kalau mobil kepresidenan RI 1 sedang melakukan perjalanan, pasti Jokowi mendengarkan diimobil kepresidenan RI 1. Presiden Jokowi orang sipil yang menjadi Presiden RI ke 7, yang punya ide Upacara kenegaraan 17 Agustus di Istana dikemas menjadi upacara dengan memasukkan hiburan2 baik lagu atau tarian tradisi budaya tanah air. Juga upacara penyambutan tamu2 kenegaraan di Istana Bogor. Baju2 khss daerah atau suku2 tanah air ditampilkan. Jadi selain upacara militer dengan peserta upacara anggota TNI dan Polri plus seragam kebesaran militer, undangan diwajibkan menggunakan baju khas daerah. Yang penting marwah pesta rakyat serta suasana menghibur bagi para undangan di Istana. Cuma penasaran Abah DI koq jarang hadir utk menghadiri acara 17 an di Istana, syukur group senamnya bisa tampil di Istana, dengan diiringi musik Denny Caknan…………..

Perpustakaan Indonesia

semoga tahun depan anak-anak menyanyikan lagu anak, bukan lagu orang dewasa/percintaan rasanya kurang pas hal tersebut dapat terjadi di istana, didepan pejabat negara komnas perlindungan anak belum bersuara g elok rasanya jika hal yang tidak wajar justru terjadi di istana negara dan dihari penting pula kita doakan saja tahun depan tak ada kejadian abnormal lagi semoga bisa lebih bijaksana lagi

Koko Koswara

Para Pejabat dan tamu undangan yang ikut joget deganFarel, mencari panggung. Ikut nimbrung karena sebelumnya para fotograper TV gakngerti. Kamera gxmengclose up mereka di TV. Karena itu, mereka terjun mengejar kamera TV bersama Farel. Makanya minta sekali lagi Farel menyanyi. Supaya ada kesempetan lebih lama masuk TV. Prabowo sebenarnya ingin berbisik kpdFarel. “Coba syairnya diganti, Rel. “Ku berharap engkau mengerti: di hati ini hanya ada Pak Prabowo”. Nanti sakumu tak isi 1 M.”……

NamuFayad

Tadinyange-diswaypake Microsoft Edge Mobile dengan setting Block Ad masih berhasil tanpa iklan. Pagi ini, sepertinya admin sukses mengelak. Masih ada Opera Browser yang masih bisa diandalkan melawan iklan.

dabaikkuy

yg viral bulan ini selain farel ada juga marianaahong.. juga apeng… juga sambo…. nama2 ini… ahong, apeng, sambo …bukan nama yg akrab bagi org betawi, sunda dan jawa… entahlah dr mn mereka datang … lalu bikin onar di tanah air dengan memanfaatkan kekuasaan dan uang mereka… merdeka sudah 77 tahun… tpmshbuanyakyg menjajah rakyat dari org2 yg punya kekuasaan dan uang …

PurnomoInzaghi

Kalo ada yg bilang istana kurang berwibawa itu karena dia kurang berpikiran milenial atau masih terbawa jamanorba…heheFarelPrayoga telah menggoyang istana, membuat seluruh rakyat Indonesia larut dalam sukacita kemerdekaan dan kebebasan dari pandemi yg melanda. “Ojo di bandingke” Pak Jokowi dengan presiden lain, beliau memang berbeda. “Ojo di bandingke” FarelPrayoga dengan FerdySambo, dia hanya bocah polos yg menyanyi sepenuh hati di podium istana. Merdeka!!!!

DodikWiratmojo

Jangan lupa dengan abahlala, pencipta lagu ojodibandingke, juga dari desa musukboyolali, berasal dr reog sampai jd penyanyi, sampai nangis haru ketika lagu ciptaannya dinyanyikan di istana… Sing penting cendoldawet.. Lima ratusan…gapake kentang.. .. Jirolu pat hokyahokya…

MirzaMirwan

Sedang di Malaysia, Mbah Mars. Memberikan kuliah umum di Universiti Kebangsaan. Hanya saja, saya “ngudarasa”, kenapa setiap momen pidato kenegaraan Pak Jokowi dan upacara 17 Agustus, kok, Pak SBY selalu ada acara di tempat lain. Koinsidensi atau di-koinsidensi-kan?

JokospSp

Pak SBY wistatu gag terobati, tatu kronis karoMbokne Banteng. Gag bakalan bersanding. Mbokne juga menghindari, tatunepodolorone.

Mbah Mars

Ngomong-ngomong kok Pak SBY kemarin tidak kelihatan ya Bah ? Semoga beliau sehat walafiat.

MirzaMirwan

Melihat penampilan Farel di istana kemarin, yang membuat beberapa menteri dan pejabat negara berjoget, saya geli sendiri. Lucu? Ya. Menurut saya, tentu saja. Betapa tidak. Lirik lagu “Ojodibandingke” — ejaan yang benar “Aja dibandhingke” — itu jelas menggambarkan perasaan rendah diri (inferior, minderwaardig), lha kok malah dijogeti. Kontradiktif, ‘kan? Tapi, apa mau dikata, barangkali terbawa euforia memperingati ulang tahun kemerdekaan. Saya bukan penyanyi, tetapi suka menyanyi. Menurut saya, kualitas suara Farel kalah jauh dari Arda, bocah tunanetra yang suka .manggung bersama DidiKempot. Tapi saya tetap kurang sreg kalau anak seusia Arda, juga Farel, menyanyikan lagu dengan tema cinta-cintaan (Arda lebih dikenal dengan nama ArdaTatu, karena terkenal setelah menyanyikan lagu “Tatu”-nyaDidiKempot). Ke depan, kalau istana mengundang penyanyi cilik lagi, mesti selektif dengan lagu yang hendak dinyanyikan.

AralaZiko

Meski Joshua tidak nyanyi lagi tapi ada lagunya ygngena di hati. liriknya diubah dikitdiobokobok institusinya diobokobok, ada orangnya kecil kecil pada mabok ditransfer transfer, cuannya ditransfer transfer kena semuanya, semua pada senengseneng,senengditransferin, awas, masuk angin.

RihlatulUlfa

dalam kasus Aksyena mahasiswa UI, jika itu adalah tindakan bunuh diri,apakah batu pemberat di tas memang di duga untuk menenggelamkan diri sendiri agar tetap kehabisan nafas dan meninggal, kita harus tahu riwayat korban apakah mahir dalam berenang atau tidak, seingat saya saat Autopsi tidak ada pasir yang masuk ke dalam paru2 korban (pasir yg masuk ke paru2 identik kalau korban meninggal karena murni tenggelam) bagaimana kah sifat dan sosialisasi korban terhadap keluarga dan teman2 di kampus itu harus di perdalam,yang lebih rumit adalah kasus ini bisa saja di jadikan kasus bunuh diri karena sudah ada surat wasiat, sayangnya menurut ahli yang memeriksa keindentikan tulisan tangan, bahwa tulisan tangan tersebut bukanlah tulisan dari korban,keluarga korban juga saat itu amat yakin kalau Aksyena pasti di bunuh,sayangnya saat itu belum terlalau masif media sosial seperti tiktokdll, yang bisa secara tidak langsung memviralkan kasus tersebut, beruntung lah brigadir J, karena media sosial yang sangat masif sekarang,masyarakatindonesia bisa mencecar kepolisan akibat keanehan2 pada kasus brigadir J, sampai akhirnya drama2 busuk itu terbongkar. jika memang benar Aksyena di bunuh, dan suatu waktu tersangkanya berhasil di tangkap, tersangka yang bisa mengecoh kepolisian selama 6 tahun, keterangannya,modusnya,taktik apa yg di gunakan,pembunuhanyg sempurna, itu bisa membuat banyak draf baru dalam seorang “Criminal Profiler”

Bahtiar HS

Kapan ya perayaan hari kemerdekaan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama wong cilik, berupa lepasnya satu-dua belenggu yang membebani hidup mereka? Nggak usah muluk2 spt kuliah gratis. Listrik gratis. Apalagi BBM gratis. Panjang angan2 itu! Cukup misalnya pembebasan biaya layanan kesehatan dasar bagi masyarakat ke faskes2 pemerintah. Cek gula darah, kolesterol, asam urat, darah lengkap, urin lengkap, swap antigen. Semua gratis. Konsultasi dokter gratis. Obat2an dasar / generic gratis. Tidak pakai syarat BPJS segala (yang nggak boleh nunggak itu). Saya mau kasih contoh nyata: pembebasan PBB untuk semua bangunan rumah tangga yang nilainya di bawah 2 Milyar, ntar dikira pendukung goodbener yang Anda sudah tahu. Saya kenal saja tidak. Tapi itu sangat terasa lho, karena “kado kemerdekaan” yang diberikan menjangkau 85% dari seluruh rumah di wilayah itu atau sekitar 1,2 juta rumah! Coba kalau itu menyentuh seluruh rakyat Indonesia!? Mau 3 periode juga boleh. MERDEKA!!

BenyArifin

Tidak banyak artis cilik yang sukses sampai remaja apalagi sampai dewasa. Dimasa lalu ada Rano Karno dan dimasa sekarang ada Agnez Mo. Yang lain rata rata seperti komet. Datang, bersinar terang terus menghilang. Terlalu banyak kalau mau disebut contohnya. Pak Dahlan sudah menyebut Joshua Suherman, menurut saya justru suara Joshua remaja relatif tidak berubah dari suara kanakkanaknya. Kegagalan artis cilik adalah kegagalan menjaga konsistensi dijalurkeartisan. Artis seperti halnya produk industri, perlu branding yang terus menerus. Yang benar benar punya bakat dan passion membranding lewat karya. Yang lain banyak yang membranding dengan gosip dan keributan di medsos.

AyuwaNuryani

Seru banget ini Upacara 17-an di Istana Tahun ini, sesuai momen juga bebas corona jadi pesta rakyat.. Hebat Pak Jokowi! Farrel juga keren, anak kecil berani n ga kaku tampil senyaman itu depan Presiden Oh iya, artis cilik yg terus bersinar dari kecil sampe gede itu ada Abah, itu Agnes Monica sekarang namanya Agnes Mo Sampe ke amerika pun dia sesuai cita2nyi Ada juga BondanPrakosoyg dulu nyanyi Si Lumba-lumba, sekarang punya band kadang lagunya ngehits kok

Nur Hi dayat

Konsorsium 303, adalah BKB alias bukan konsorsium biasa

UmriNasution

Beginilah lah negara dikelola, akhirnya ygrecehanyg gegap gempita. Untuk acara Akbar tampilkan yg Akbar dari dari 200 jutaan penduduk..bukan tidak mengapresiasi perjuangan anak dari pelosok yg bisa tenar dimedia sesuaikan kanlah dengan ke akbaranmomennya..akhirnya gangster yang berjaya ngibuli senegara.,

HarunPurnomo

MENARI DI ATAS LUKA

LiangYangAn梁楊安

Pak Mirza, setahu saya, hukum selain mengenal asas “presumption of innosent” juga mengenal asas “presumption of guilt” ; dengan pengakuan beberapa saksi bahwa FS menjanjikan sejumlah uang dalam jumlah besar, plus kepemilikan beberapa rumah dan mobil yang bernilai tinggi, yang sangat jelas “tidak berbanding lurus” dengan gajinya beliau  maka asas “presumption of guilt” (UU No. 10 Tahun 2010 Pasal 35) sudah bisa diterapkan.

yea aina

Di era medsos nan kesusu, popularitas yang meroket dadakan, memang paling banyak disukai publik. Istana rasanya banyak mendulang keuntungan dengan kecenderungan tersebut. Terkadang kesukaan pada suatu hal, bisa menjadi hiburan sementara, melupakan masalah yang ditemui sehari-hari. Alangkah indah, jika istana tidak hanya mengakomodasi kesukaan rakyat, tapi juga aspirasi rakyat, terkait dampak ekonomi dunia yang lagi suram. Ojodibandingke suka dengan kebutuhan (aspirasi) rakyat

MirzaMirwan

…. hendak menyerahkan surat izin itu di tempat pendaftaran, ternyata pendaftarannya sudah ditutup sejak dua hari sebelumnya. Mas Didit yang bercita-cita menjadi pilot pesawat tempur sangat kecewa dan marah. Sampai di rumah ia menggunting kuas yang biasa. Dipakai ayahnya untuk melukis. Bukan itu saja, ia juga mengurung diri di kamar. Ketukan pintu dan suara Bu Merry dan adiknya tak membuatnya mau membuka pintu. Dan malamnya giliran Pak Hoegeng yang mengetuk pintu. “Bapak tahu kamu sangat kecewa dan marah, Dit. Tetapi mari kita bicara. Setelah itu bapak akan terima apapunkomentarmu.” Luluh juga hati Mas Didit. Ia pun keluar. Panjang lebar Pak Hoegeng menjelaskan alasannya hingga menunggu pendaftaran masuk AKABRI ditutup baru memberi surat izin. Intinya Pak Hoegeng ingin menjaga integritasnya sebagai Kapolri. “Meskipun kamu masuk di AKABRI Udara, tetap saja surat izin yang bapak berikan akan memudahkanmu untuk diterima. Bapak tidak mau itu!” Kata-kata Pak Hoegeng bukan hanya membuat kemarahan Mas Didit menguap, tetapi juga menyebabkan ia bangga menjadi anak seorang Hoegeng. “Tapi bapak juga marah, Dit, kenapa semua kuas lukisku kamu gunduli?” kata Pak Hoegengskhirnya, sambil menjewer sayang telinga anak lelaki satu-satunya itu.

Johan

Kurang sreg karena lagunya bahasa Jawa. Perayaan HUT RI nasional kok pakai lagu bahasa daerah? Harusnya lagu bahasa persatuan. Sudah tepat istri matikan TV kemarin saat acara nyanyi itu.

*) Dari komentar pembaca http://disway.id

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

--

Sel Janin

Monday, 15 June 2026
--

Bagi Hasil

Monday, 15 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
Next Post
Pekan QRIS, BI Hadirkan Virgoun,  BI : Dengan QRIS Transaksi Lebih Mudah

Pekan QRIS, BI Hadirkan Virgoun, BI : Dengan QRIS Transaksi Lebih Mudah

Discussion about this post

Rekomendasi

Polda Gorontalo akan memperketat pengamanan di wilayah, jelang pelaksanaan kegiatan PENAS Petani Nelayan ke-XVII.

Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

Wednesday, 17 June 2026
Perwakilan ahli waris Kisman Tilameo saat menyampaikan dua tuntutan ke Walikota Adhan Dambea terkait pemindahan pekuburan di eks Terminal 42 Andalas. Tuntutan itu disampaikan saat Rakor dan diskusi bersama para ahli waris di Aula Rumah Jabatan Walikota Gorontalo, Selasa (16/6/2026). (Foto: Istimewa).

Dua Tuntutan Ahli Waris ke Walikota, Terkait Pemindahan Makam di Eks Terminal 42

Wednesday, 17 June 2026
SENSUS EKONOMI- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyematkan tanda pengenal petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 pada apel siaga di halaman rumah jabatan gubernur, Senin (15/6). ( Foto : Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gorontalo Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Wednesday, 17 June 2026
Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

Saturday, 13 June 2026

Pos Populer

  • Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    Hebat! Brilli Kids Leadership Wakili Gorontalo ke Final Nasional DANCOW Indonesia Cerdas 2026

    23 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Dukung Edukasi Jurnalis dan Pelajar, Dirreskrimsus Polda Gorontalo Kupas Tuntas UU ITE dan Hak Cipta

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Program MBG Bukan Implikasi Nilai-nilai Pancasila?

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Antusias Ikut PENAS XVII Gorontalo, Kontingen Jambi Tempuh Jalur Darat dan Laut

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Polda Gorontalo Perketat Pengamanan Daerah

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.