Gorontalopost.id – Untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, personel Polres Gorontalo Kota, dalam hal ini Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti), melakukan sidak terhadap rumah tahanan (Rutan) Polres Gorontalo Kota.
Pada pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan Minggu (05/06/2022) sekitar pukul 09.00 Wita tersebut, kurang lebih 25 orang tahanan dibariskan di dalam Rutan.
Masing-masing tahanan dilakukan pemeriksaan oleh anggota, baik barang yang dimiliki, hingga kesehatan dari para tahanan itu sendiri, termasuk kebersihan di dalam Rutan.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari tugas kami. Selain melakukan pengecekan barang dan kebersihan, kami pun turut melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap para tahanan,” kata Kasat Tahti Polres Gorontalo Kota, Iptu Johanis Abram Mamahani yang juga selaku perwira pengawas (Pawas) ini.
Dari hasil pemeriksaan, alhamdulillah seluruh tahanan dalam kondisi sehat serta kebersihan Rutan terjaga dengan baik. Untuk jumlah tahanan di Rutan Polres Gorontalo Kota yakni 25 orang, di mana 5 orang lainnya merupakan tahanan titipan jaksa.
Untuk 20 orang tahanan di Rutan Polres, terdiri dari 18 orang tahanan reskrim, satu orang tahanan narkoba dan satu orang lagi tahanan Lantas.
“Total keseluruhan ada 36 orang tahanan. Untuk Polres Gorontalo Kota 25 orang tahanan, sisanya berada di Polsek jajaran. Semuanya pun alhamdulillah dalam kondisi sehat,” ungkapnya.
Ditambahkan pula oleh mantan Kanit Pidum Polres Gorontalo Kota ini, selain pemeriksaan rutin, pihaknya juga menyediakan obat-obatan, serta selalu siap 24 jam ketika ada tahanan yang sakit, juga melakukan pengawalan jika ada tahanan yang di rujuk ke rumah sakit.
“Tenaga medis, selalu siap jika dibutuhkan, bahkan hingga pengawalan apabila tahanan di rujuk ke rumah sakit,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Suka Irawanto, S.I.K, M.Si menyampaikan, pemeriksaan ruang tahanan dan kondisi kesehatan para tahanan, yang berada di ruang tahanan Polres Gorontalo Kota, memang wajib dilakukan dan pelaksanaannya rutin dilakukan.
Hanya saja, untuk waktunya memang dengan sistem random atau tidak teratur. Hal ini tidak lain untuk mengantisipasi tahanan menghafal jadwal pemeriksaan ruang tahanan.
”Pemeriksaan rutin kami lakukan, namun secara acak. Ini agar tahanan tidak mudah menghafal jadwal kami untuk melakukan giat. Artinya, setiap melakukan giat, kami lakukan secara mendadak, kadang pagi, siang bahkan malam hari,” pungkasnya. (kif)










Discussion about this post