logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Drone Kamikaze

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 4 April 2022
in Disway
0
Doa Wadas

DISWAY

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Resto Kuburan

Secukupnya Selamanya

Serius Nonsense

Desil Kuantil

Oleh

Dahlan Iskan

PEMENANG perang di Ukraina, untuk sementara, sudah diketahui: drone.

Berarti, pemenang sebenarnya adalah ini: DJI –sebuah perusahaan drone di Shenzhen, Tiongkok.

Rusia awalnya dituduh menggunakan drone DJI untuk melancarkan serangan ke Ukraina. Nama DJI ikut jadi bulan-bulanan di Barat. Termasuk tuduhan bahwa Tiongkok telah  berada di belakang Rusia.

Data-data lapangan tentang Ukraina diperoleh lewat drone. Lalu serangan dilakukan.

Kini, Rusia dikabarkan mengalami kesulitan meneruskan serangannya di Ukraina. Juga akibat drone. Ukraina belakangan membeli banyak sekali drone dari DJI.

Awalnya para pemilik drone –sebagai hobi– terpanggil untuk membantu militer: apa yang bisa dilakukan dengan drone mereka. Lambatnya penaklukan ibu kota Kiev oleh Rusia membuat para pemilik drone di Kiev punya waktu untuk bersatu. Mereka membangun jaringan drone di Facebook. Saling tukar ide: apa saja yang bisa dilakukan dengan drone. Untuk membantu pemerintah Ukraina. Lalu saling tukar info cara-cara efektif untuk membantu militer.

Kantor berita di Inggris melaporkan ada 15.000 anggota penghobi drone di Ukraina. DJI memang secara khusus mengembangkan pasar drone-nya di Ukraina. Banyak sekali toko DJI di sana. Sejak lama. Sejak Tiongkok membangun hubungan ekonomi khusus dengan Ukraina.

Presiden Zelenskyy pernah ke toko DJI jauh sebelum serangan Rusia. Ia membeli drone untuk anaknya. Ternyata drone tidak sekadar mainan –di zaman perang ini.

Dari kegiatan para penghobi itulah ditarik kesimpulan: militer harus lebih banyak menggunakan drone. Bisa terbang rendah. Nyaris tanpa suara. Sulit dideteksi oleh radar. Dan yang penting drone bisa jadi pasukan kamikaze. Ia bisa membawa senjata peledak menuju pasukan lawan. Termasuk menyasar kendaraan tempur. Ia bisa jadi bom bunuh diri tanpa mengorbankan nyawa pemiliknya.

Berita terakhir dari sumber Barat kemarin menyebutkan: pasukan Rusia menarik diri dari Kiev dan sekitarnya. Nyamuk-nyamuk teknologi sangat mengganggu mereka. Bisa masuk ke dalam markas pasukan tanpa harus melewati penjagaan ketat di gerbang.

Dengan drone pagar tidak ada artinya. Gerbang berpenjagaan ketat pun lewat. Padahal drone belum dikombinasikan dengan senjata laser.

DJI perusahaan penjual sekadar barang hobi, menjadi pusat perhatian di medan pertempuran. Di zaman Presiden Donald Trump DJI sudah disasar: dilarang dibeli oleh pemerintah dan militer Amerika. Terutama karena di situ terpasang banyak kamera. DJI dianggap sudah sebagai alat pengintai yang membahayakan keamanan negara.

DJI kini telah menjadi perusahaan drone terbesar di dunia –Anda sudah tahu. Lebih 70 persen pasar drone dikuasai oleh DJI –pun di Amerika.

Begitu banyak perusahaan drone di dunia tapi tidak ada yang punya pangsa pasar melebihi 4 persen.

Anda tidak perlu mengingat kepanjangan nama DJI itu. Terlalu sulit. Diambil dari bahasa Mandarin. Artinya pun –daerah rintisan besar inovasi– untuk apa diingat. D-nya dari Da (baca: ta) yang artinya besar. Jiang –banyak sekali huruf Mandarin yang bunyinya jiang–tapi pilihlah tulisan yang bentuknya begini: 疆yang artinya area baru. Sedang I-nya diambil dari bahasa Inggris inovasi.

Anda pun sudah tahu siapa pendirinya: Frank Wang. Kelahiran Hangzhou –kota yang juga melahirkan Jack Ma pendiri Alibaba. Ia lahir tahun 1980 dengan nilai rapor biasa-biasa saja di sekolahnya.

Kepintarannya di matematika membuat Wang disekolahkan di Hong Kong. Yakni di Hong Kong University of Science and Technology. Ia mendalami ilmu teknologi penerbangan. Sampai master.

Sebagai mahasiswa, Wang –nama Mandarinnya: Wang Tao– membuat control helikopter. Sebelum lulus Wang membuat prototipe helikopter di asramanya.

Wang sebenarnya tidak disukai teman-temannya. Ia punya sikap kasar, sangat disiplin, dan segala sesuatunya harus sempurna.

Wang lantas mendapat pinjaman dari teman keluarganya: membangun usaha kecil di Shenzhen –hanya sepelemparan roket dari Hong Kong (terima kasih, pembaca Disway telah melarang saya menggunakan kalimat  sepelemparan batu di zaman perang di Ukraina ini).

Drone telah menjadi bintang di perang Ukraina. Sampai-sampai Presiden Tsai Ing-wen kemarin mengunjungi satu lembaga riset senjata di bagian selatan Taiwan. Dia minta agar drone dikembangkan besar-besaran di Taiwan. Sebagai alat pertahanan. Untuk melawan Tiongkok nanti –kalau Taiwan diserang. Tentu itu telat sekali –mungkin lebih baik telat daripada telat sekali.

Tiongkok adalah negara drone. Pun untuk mengawasi siapa yang tidak pakai masker: pakai drone –di zaman Covid ini. Sukses Tiongkok mengendalikan Xinjiang –provinsi dengan penduduk Islam terbesar– juga pakai jasa drone. Apalagi di dunia pertanian –mulai dari pemupukan sampai memonitor pertumbuhan tanaman.

Meski fenomena drone terlihat belum lama, kata drone sendiri sudah dipakai sejak tahun 1935. Yakni ketika Abraham Karem menemukannya.

Abraham lahir di Baghdad, Iraq. Waktu remaja ia pindah ke Israel –ia keturunan Yahudi. Ia sekolah di Israel sampai lulus universitas. Ia mengambil mata kuliah teknologi penerbangan –sesuai dengan hobinya sejak kecil.

Maka Abraham Karem disepakati sebagai ”Bapak Drone”. Ia masih hidup. Kini tinggal di Amerika Serikat.

Wang juga punya hobi pesawat sejak kecil. Ia kini berumur 41 tahun. Menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Sedang Abraham, kini 84 tahun, tetap jadi ilmuwan –masuk lingkaran ilmuwan elit di Amerika.

Abraham membuat drone pertama ketika terjadi perang Yom Kippur. Yakni perang di bulan Ramadan tahun 1973. Antara Israel dan koalisi Arab –yang dipimpin Mesir dan Syria.

Israel yang menang. Sejak saat itu daratan tinggi Golan di Syria dikuasai Israel – -sampai sekarang. Mesir juga kehilangan Sinai –belum semuanya bisa direbut kembali sampai sekarang.

Perang itu kini sudah berlalu, 47 tahun. Sejak itu drone memang terus digunakan untuk perang di Iran, Iraq dan di mana saja. Tapi baru di Ukraina ini drone masuk  jadi pemeran utama. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Tags: Dahlan IskanDisway

Related Posts

Resto Kuburan

Resto Kuburan

Friday, 11 September 2026
Secukupnya Selamanya

Secukupnya Selamanya

Thursday, 10 September 2026
Serius Nonsense

Serius Nonsense

Wednesday, 9 September 2026
Desil Kuantil

Desil Kuantil

Monday, 7 September 2026
Karya Perkara

Karya Perkara

Saturday, 5 September 2026
Lima Miliar

Lima Miliar

Friday, 4 September 2026
Next Post
Pendaftaran Bintara dan Akpol Mulai Dibuka

Pendaftaran Bintara dan Akpol Mulai Dibuka

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Diburu Lewat IMEI, Pencuri iPhone Dibekuk

Friday, 11 September 2026
Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Dua Tersangka Narkotika Diserahkan ke Kejaksaan

Friday, 11 September 2026
Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Air Bersih di Bulotalangi Timur Menipis

Friday, 11 September 2026
Komitmen Pemda Bonbol Dipertanyakan, Deadline Sebulan Habis, Pabrik Tahu di Tapa Belum Direlokasi

Komitmen Pemda Bonbol Dipertanyakan, Deadline Sebulan Habis, Pabrik Tahu di Tapa Belum Direlokasi

Friday, 11 September 2026

Pos Populer

  • Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    Harfest 2026, BI Buka Jalan UMKM Gorontalo Tembus Pasar Ekspor

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Meriahkan Harfest 2026, Yura Yunita Akan Tampil di Gorontalo

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • 86 SPBU di Sulawesi Kena Sanksi Pertamina

    19 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Pertamina Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Harfest 2026 Bidik Transaksi Rp 4,2 Miliar, BI Gorontalo Libatkan Ratusan UMKM

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.