logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Ikut Hongkong

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Thursday, 30 December 2021
in Disway
0
Ikut Hongkong
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh 
Dahlan Iskan

KOMENTAR di Disway dua hari lalu membuat saya berpikir keras. Lalu saya baca ulang. Tiga kali. Rasanya, ide itu tepat sekali. Yakni yang tentang KPK itu.

Sang komentator mengemukakan ide agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikhususkan saja untuk memberantas korupsi di kalangan penegak hukum.

Dengan demikian pemberantasan korupsi, secara umum, kembali hanya ditangani oleh penegak hukum yang sudah ada: Polri dan Kejaksaan.

Dengan demikian tidak perlu lagi ada semacam persaingan antara KPK, Polri, dan Kejaksaan. Bahkan bidang tugas masing-masing pun bisa lebih tajam.

Related Post

Hidup QRIS

Yossi Cohen

Tulung Agung

Bertahan Menyerang

Komentator lain, di hari yang sama, juga mengingatkan bahwa KPK itu lembaga sementara. Jangan ada pikiran KPK itu institusi permanen. Begitulah sejarah maupun aturan yang mendasarinya. KPK harus tidak ada lagi –pada saatnya. Baik karena sudah berhasil atau dianggap gagal.

Bagusnya lagi, ide itu bisa sekaligus menjawab pertanyaan umum: siapa yang mengawasi para penegak hukum. Masyarakat menghendaki agar penegak hukum pun diawasi secara keras. Bukan lagi hanya diawasi oleh lembaga-lembaga pengawas seperti yang berjalan selama ini.

Dasarnya: diperlukan sapu bersih untuk bisa membersihkan lantai yang kotor. Sapu yang kotor justru akan membuat lantai menjadi lebih kotor.

Saya pun meneruskan ide itu ke beberapa orang. Saya ingin tahu apa kata mereka. Salah satu yang saya hubungi adalah Abraham Samad, mantan Ketua KPK.

“Itu ide yang bagus,” ujar Abraham. Dan lagi, katanya, itu sesuai dengan cara pemberantasan korupsi yang dilakukan di Hong Kong. Yang sukses besar itu. Yang jadi bahan kajian untuk pemberantasan korupsi di banyak negara.

Abraham menyebut nama ICAC, yakni lembaga anti korupsi di Hong Kong. “KPK-nya Hongkong itu ketika pertama kali didirikan fokusnya hanya melakukan pemberantasan korupsi yang dilakukan aparat penegak hukum di sana,” katanya.

Abraham pun mengatakan bahwa tujuan awal KPK sebenarnya memang untuk itu. “Kalau merujuk pada UU KPK kan memang sudah diamanatkan untuk pemberantasan korupsi pada penyelenggara negara dan penegak hukum,” katanya.

Abraham lantas bercerita mengenai apa yang pernah ia lakukan ketika memimpin KPK. “Makanya waktu zaman saya memimpin KPK, fokus kami pada aparat penegak hukum,” ujarnya. “Ada beberapa jenderal polisi aktif yang kami jadikan tersangka,” tambahnya. “Termasuk penegak hukum lain seperti hakim, jaksa, dan pengacara,” tambahnya.

Ternyata pendapat itu didukung yang lain. Variasi kalimatnya saja yang berbeda.

Maka silakan saja mau ditendang ke mana bola ini. (Dahlan Iskan)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Pesanggrahan Djoyoadhiningrat

 

Wong Desa Salira Eropa

Kartini ialah seorang yang sangat kontradiktif.  – Berpikiran sangat maju seperti seorang feminis jaman sekarang, tetapi harus tunduk menjadi isteri ke-4.- Mendirikan sekolah yang mungkin pertama untuk perempuan Jawa. Tetapi mati muda setelah melahirkan anak. – Namanya harum dikenang oleh seluruh bangsa Indonesia, tetapi keturunannya yang langsung hidup prihatin secara ekonomi. – Ibu Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan agar masuk ke dalam dunia modern, tetapi hari lahirnya dirayakan dengan perlombaan putri luwes dan kostum2 daerah yang tradisional.

 

Pedro Lincalinci

….”Awalnya saya hanya ke makam Kartini, tidak menyangka bisa bertemu Goenadi” Itu kalimat penutup tulisan Abah hari ini, yang bagi saya itu seperti “penutup paksa”. Awalnya saya berharap, tulisan Abah hari ini, — yg sebagai pemenuhan janji pada tulisan “Opor Babdara” bahwa kelak akan nulis tentang makam Kartini —  dalam tulisan hari ini akan begitu banyak informasi dari Abah. Juga rasanya sudah cukup lama lho saya tunggu, tapi lha kok dalam cerita yg lagi mengalir, tiba² malah ditutup paksa? Piye iki, Abah?

 

Hariyanto

Ibu kita Kartini, yang namanya kadang dijadikan bahan guyonan, diganti jadi bu Harum sebagai nama aslinya, apakah keluarganya tahu guyonan itu pak ?

 

Aryo Mbediun

Sik tho mas Leong. Izin cutinya khan menghamili. Kalau nggak hamil2 ya tugas didelegasikan konco kantor lho Mas. #ngawur

 

Delisting. Bukan ditendang. Harga saham biar stabil. Stabil di harga rendah maksud’nya. Dan lepas dari pantauan publik.

 

AtikaBoncu

karena: kalo hanya satu disebut is one kalo jadi dua disebut is two kalo sudah tiga bqrulah disebut is three

 

Amat

Babini satu : itu wajar (beristri satu) : itu wajar Babini dua : hanyar balajar (beristri dua) : baru belajar Babini tiga : kurang ajar (beristri tiga) : kurang ajar Babini empat : itu Urang Banjar (beristri empat : itu baru Urang Banjar Wkwkwkwk

 

Heri Kurniawan

saya heran..(?) kenapa orang begitu benci poligami seperti membenci Pak Harto, Padahal ide “tidak” poligami baru muncul semenjak orba, buktinya presiden pertama kita memberikan teladan poligami yang baik. Juga Raja Raja sebelum beliau….( to be continue)… (gawat istri sudah datang, kabooooooor)

 

Buzzer NKRI .

pakai aplikasi family link memecahkan semua masalah tsb HP anak2 bisa disetting jam tidur dan jam maximal pemakaian dalam satu hari lewat HP kita

 

Mirza Mirwan

Di bawah, banyak yg bingung dg bagaimana alur hubungan Gunadi Siswanto Djojoadhiningrat dg RA Kartini. Padahal Pak DI sudah menyebut sebagai “cucu (mestinya cicit) tak langsung” dan “poligami sudah lazim”. Artinya: Gunadi, juga Hudoyo, adalah cicit RMAA Singgih Djojoadhiningrat dari garis keturunan salah satu dari tiga isterinya sebelum RA Kartini. Jadi sama sekali tak ada hubungan darah, tetapi secara adat Jawa RA Kartini termasuk “nenek buyut” Gunadi dan Hudoyo. Adapun keluarga besar Djojoadhiningrat yg pengurusnya 23 orang dan anggotanya sekitar 5000 itu keturunan RMAA Singgih Djojoadhiningrat dengan isteri terdahulu yg anaknya pasti lebih dari seorang. Mungkin juga setelah RA Kartini wafat sang bupati masih menikah lagi. Saya tidak yakin cicit langsung RA Kartini termasuk dalam keluarga besar Djojoadhiningrat, karena hidup mereka susah — dua di antaranya jadi tukang ojek. Biasanya tiap bulan April ada media yg menulis kisah mereka. Kalau diakui sebagai keluarga, niscaya keluarga besar peduli.

 

Aji Muhammad Yusuf

Habis gelap terbitlah gelap. Seluruh permukaan bumi itu terikat konspirasi dari kutub kanan, maupun kutub kiri.

 

kang bambang

kartini hanya punya 1 anak   hanya 1 cucu.   dan 5 cicit1 cicit meninggal1 cicit biasa3 cicit hidup susah  cicit pahlawan hidup susah padahal hanya 5 org.  pemerintah gak bantu maksimal sediain beasiswa

 

jonk java

makam r.a. kartini berada jauh di rembang, tetapi makam ari-arinya hanya sepelemparan batu (dalam arti sesungguhnya) dari rumah. selain r.a. kartini, dari keluarga bupati jepara saat itu, ada juga kakak kandung beliau yang menjadi tokoh nasional. beliau adalah raden mas panji sosrokartono. tokoh pers, sastra, kedokteran, hingga filsafat dan kebatinan. silakan digoogling, menarik sekali kehidupan r.m.p. sosrokartono ini

 

di jepara ada 3 tokoh wanita hebat yang dijadikan ikon. ratu shima (kerajaan kalingga), ratu kalinyamat (bupati jepara di bawah kerajaan demak), dan r.a. kartini. ketiganya adalah pejuang meski yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional baru r.a. kartini.

 

Rikiplik

Pas saya buka artikel pak DI ini.. saya kebetulan pas buka artikel detik: Garuda Indonesia terancam “ditendang” dari pasar modal. Panik ga? Panik ga? Panik ga?

 

Sin

ada juga kanjeng ratu Kalinyamat dari Jepara..”Rainha de Japara” jejak sejarah Pahlawan wanita yang hilang dan perlu diluruskan kembali, karena tenggelam dalam mitos dan erotisme

 

Mirza Mirwan

Ada lagi, di bawah, Bung KS bertanya apakah Cut Nyak Dhien atau Dewi Sartika tidak bisa baca tulis. Mereka adalah pejuang…… Siapa sebenarnya yg menetapkan tanggal 21 April? Kalau hanya berdasarkan perjuangan melawan penjajah, mengapa bukan Laksamana Malahayati (dari Aceh juga) — dua abad sebelum Cut Nyak Dhien — yg bukan saja melawan Belanda, tetapi juga Portugis? Juga ada Martha Christina Tiahahu (di Maluku) atau Nyi Ageng Serang di Jawa Tengah. RA Kartini dianggap sebagai tokoh yg memperjuangkan persamaan hak, emansipasi. Kalau lelaki bisa sekolah, perempuan juga harus diperbolehkan sekolah, dan seterusnya. Yg menetapkan tanggal 21 April sebagai Hari Kartini adalah Presiden Soekarno, melalui Keputusan Presiden no 108 tahun 1964. Dalam Keppres yg bertanggal 2 Mei 1964 itu, selain menetapkan RA Kartini sebagai pahlawan Nasional, juga menetapkan tgl 21 April sebagai Hari Kartini. Tentang Cut Nyak Dhien, Laksamana Malahayati, Nyi Ageng Serang, Martha Christina Tiahahu, Dewi Sartika dan pejuang wanita lainnya, toh semua juga sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayIkut Hongkong

Related Posts

Ilustrasi penggunaan QRIS di Tiongkok yang banyak membantu WNI.-Dibuat dengan bantuan AI-

Hidup QRIS

Monday, 20 April 2026
Salah seorang jurnalis asing mengabadikan gambar sebuah kerusakan akibat serangan udara AS yang menyasar sebuah perkampungan di wilayah Fardis, Barat kota Tehran, Iran.-Vahid Salemi-Association Press

Yossi Cohen

Friday, 17 April 2026
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK, dengan total kekayaan tercatat Rp20,3 miliar.--Instagram gatutsunu

Tulung Agung

Thursday, 16 April 2026
--

Bertahan Menyerang

Wednesday, 15 April 2026

Cari Muka

Tuesday, 14 April 2026
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei menyatakan perundingan Islamabad gagal, tapi jalur diplomatik tetap terbuka -Tasnim News Agency-

Jalan Baru

Monday, 13 April 2026
Next Post
Honda Modif Contest 2021, Empat Modifikator Sulut Raih Juara

Honda Modif Contest 2021, Empat Modifikator Sulut Raih Juara

Discussion about this post

Rekomendasi

Dua orang remaja meninggal dunia setelah menabrak sebuah mobil tronton yang terparkir di jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo.

Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

Monday, 20 April 2026
Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural   

Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

Monday, 20 April 2026
Basri Amin

Batas-Batas Pengobatan

Monday, 20 April 2026
Pendataan kuburan oleh Lurah Tapa Wirna S Pakaya yang disaksikan langsung oleh para ahli waris atau keluarga dari yang meninggal dunia. (Foto: Roy/Gorontalo Post).

Ahli Waris Protes Pekuburan Keluarga di Terminal 42 Dipindah ke TPU

Monday, 20 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    173 shares
    Share 69 Tweet 43
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Tabrak Tronton Dua Remaja Tewas, Hilang Kendali Saat Tronton Terparkir di Tepi Jalan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural  

    63 shares
    Share 25 Tweet 16
  • Batas-Batas Pengobatan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.