logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Naik Tangga

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 16 July 2021
in Disway
0
Naik Tangga
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Oleh:
Dahlan Iskan

—-
TANGAN kanan Donald Trump itu akhirnya menyerah: Allen Weisselberg.

Allen menyerahkan paspornya. Tapi ia masih tetap boleh bepergian. Termasuk ke luar negeri –hanya harus atas izin pengadilan.

Itu berarti penyelidikan atas perusahaan Trump mencapai puncaknya: masuk pengadilan. Memang belum menyentuh langsung Trump. Masih satu tangga lagi. Tapi tangga itu sudah dipanjat tinggi. Sampai ke tangan kanan.

Allen sudah lebih 40 tahun bekerja di perusahaan Trump. Ia-lah yang mengurus segala macam keuangan. Umurnya sudah 74 tahun.

Sidang untuk mengadili Allen masih akan dilakukan bulan September depan. Allan tegas: tidak mau mengaku bersalah. Berarti pengadilan itu nanti akan panjang dan seru.

Apalagi kalau mantan presiden Trump harus menjadi saksi. Lebih lagi kalau Trump terseret pula sebagai pesakitan.

Ini kasus pajak.

Menurut jaksa perusahaan Trump menggelapkan pajak. Sejak lama.

Menurut kubu Trump, ini soal politik. Untuk menjatuhkan Trump.

Tapi jaksa di Amerika sangat independen. Kasus ini sudah menjadi perhatian jaksa sejak tahun 2002, jauh sebelum Trump berminat masuk ke politik. Bahkan yang memulai menyelidiki kasus ini adalah Rudy Giuliani. Yakni ketika Rudy masih menjadi jaksa distrik. Sebelum ia menjadi wali kota New York. Jauh sebelum Rudy berubah menjadi pembela berani mati Trump di Pilpres 2020.

Pengadilan ini nanti akan rumit. Soal pajak sering beda penafsiran peraturan.

Sudah sangat lama Amerika tidak memiliki perkara rumit begini: perkara pajak yang berkembang menjadi perkara pidana. Itu karena perusahaan Trump dianggap tidak kooperatif. Juga tidak mau menyelesaikan ‘secara pajak’. Perusahaan Trump terus bersikap seperti Trump: lawan!

Menurut catatan media di Amerika, perkara mirip ini, terakhir terjadi 40 tahun lalu. Saking besarnya masih tetap menjadi omongan sampai sekarang. Pun sudah difilmkan oleh Hollywood. Dengan judul serem: Ratu Jahat (Queen of Mean).

Mirip dengan yang sekarang:  menyangkut raja properti di New York. Bahkan lebih kaya dari Trump.

Nama konglomerat itu: Harry Brakmann Helmsley.

Lihatlah: Gedung Empire yang paling terkenal di New York itu adalah miliknya. Hotel Park Lane itu miliknya. Helmsley Palace yang mewah itu miliknya. Hampir di setiap blok besar di New York ada hotel miliknya. Kalau kita masukkan yang di luar New York hampir 100 hotel dimilikinya.

Harry dulu tidak lulus SD. Orang tuanya tidak mampu membiayainya sekolah. Setelah agak besar kakeknya menemukan pekerjaan untuk anak tidak punya ijazah seperti Harry: menjadi tenaga serabutan di perusahaan real estate.

Belum lagi berumur 30 tahun ia sudah bisa membeli perusahaan tempatnya bekerja. Lalu mengawini seorang janda punya anak satu.

Setelah perkawinan itu berumur 25 tahun ia ceraikan janda itu. Harry segera kawin dengan janda empat kali. Yang umurnyi 52 tahun. Agresif. Pintar bicara. Cenderung kasar. Suka ngomel. Gampang memecat karyawan. Termasuk kelas manajer senior. Kadang sambil ganti baju pun dia bisa teriak. Lalu staf di dekatnya sudah kehilangan pekerjaan.

Wanita ini memang gesit bekerja. Perusahaan pun cepat maju. Dia keturunan Polandia Yahudi. Anaknya satu, laki-laki, dari suami terdahulu. Namanyi: Leona Helmsley.

Sebelum dikawini, Leona adalah wakil presiden di anak perusahaan calon suami. Begitu dikawini bos besar di perusahaan itu, Leona ikut jadi bos besar. Kekuasaannyi tidak lagi hanya di anak perusahaan. Langsung di holdingnya.

Grup real estate milik Harry pun kian besar. Kendali lebih banyak di tangan Leona. Termasuk yang berhubungan dengan kontraktor. Banyak kontraktor tidak dibayar. Sering dicari kesalahan di pekerjaan mereka. Beberapa kasus masuk ke pengadilan. Leona sering menang.

Mirip sekali dengan gaya Trump saat mengelola perusahaan real estate-nya.

Salah seorang dari orang-orang yang sakit hati itulah yang mengadukan praktik pembayaran pajak di perusahaan itu. Terutama ketika Leona membangun Helmsley Palace Hotel. Yang sampai memasukkan belanja celana dalam ke pembukuan perusahaan.

Salah satu yang menjadi saksi di pengadilan adalah mantan tenaga yang bersih-bersih rumahnyi. Yang dipecat. Yang mendengar sendiri ketika Leona memarahinya. Leona, kata saksi itu, berulang mengatakan dengan bangga tidak pernah bayar pajak. Hanya sedikit orang membayar pajak.

Sebenarnya pengadilan ingin mengabaikan kesaksian itu. Tapi terlalu banyak kesaksian yang memojokkan Leona.

Jaksa sebenarnya juga mendakwa sang suami. Tapi kondisi badan sang suami sudah lemah. Jantungnya bermasalah. Juga ada gejala stroke. Dengan pertimbangan kesehatan, Helmsley tidak diajukan ke pengadilan.

Sang istri sendirilah yang menghadapi banyak tuduhan. Yang kalau dijumlah akan membuatnyi dihukum 17 tahun penjara.

Beberapa tuduhan akhirnya digugurkan. Sang istri hanya masuk penjara 18 bulan. Tapi ia juga dihukum tidak boleh memegang jabatan eksekutif di perusahaan.

Yang lebih berat, Leona mendapat hukuman sosial dari media: Sang Ratu Jahat. Gelar yang terbukti lebih abadi.

Gelar baru itu sebenarnya sebagai parodi atas gelar Queen yang dia ciptakan untuk dirinyi sendiri di masa jayanyi: Queen of Palace. Itu untuk menggambarkan bahwa kehebatan Helmsley Palace Hotel adalah karena peranannyi. Bukan suaminyi.

Setelah keluar penjara Leona lebih banyak tinggal di rumah. Apalagi setelah suaminyi juga meninggal. Dia lebih banyak bersama anjing kesayangannyi. Yang kelak menjadi salah satu yang berhak mendapat warisan –sesuai dengan wasiat khusus Leona.

Tiga tahun setelah Leona keluar dari penjara, Harry Helmsley meninggal dunia. Seluruh harta, senilai sekitar Rp 100 triliun, jatuh ke Leona. Berarti Leona tetap kaya raya. Salah satu teman lamanyi adalah Imelda Marcos –istri Presiden Filipina Ferdinand Marcos yang punya sepatu 1000 pasang itu.

Leona juga raja tega. Anak tunggalnya dengan suami terdahulu meninggal di umur 43 tahu. Sudah punya istri dan anak. Begitu selesai pemakaman Leona langsung mengusir menantu dan cucunyi. Rumah yang ditempati itu, kata Leona, milik perusahaannyi.

Tentu tidak akan ada Leona di pengadilan perkara pajak perusahaan Trump nanti. Tapi dramanya tidak kalah seru. Judulnya: Naik Tangga. (*)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswayNaik Tangga

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Novi Empat Tungku

Novi Empat Tungku

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

Wednesday, 22 July 2026
Selama 28 Hari Puskesmas Ilangata Sukses Salurkan Menu Sehat Balita Cegah Stunting

Selama 28 Hari Puskesmas Ilangata Sukses Salurkan Menu Sehat Balita Cegah Stunting

Wednesday, 22 July 2026
AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

Wednesday, 22 July 2026
Miras Masih Beredar di Desa

Miras Masih Beredar di Desa

Wednesday, 22 July 2026

Pos Populer

  • APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    37 shares
    Share 15 Tweet 9
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    36 shares
    Share 14 Tweet 9
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.