logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Sultan Eato “Berjumpa” Syekh Yusuf

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 3 May 2021
in Persepsi
0
Negeri yang Ke(gemuk)an   

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

>>>> Spektrum Sosial <<<<

Oleh
Basri Amin

 

—-

Gorontalo mempunyai empat Sultan (Raja) yang terkenal. Satu di antaranya adalah Sultan Eato. Beliau sangat terpandang, terutama karena pada masa pemerintahannya berhasil mewujudkan (agama) Islam sebagai identitas utama masyarakat Gorontalo. Memerintah sejak 1673, kemudian oleh penguasa Kolonial beliau dibuang ke Ceylon, Srilanka, tahun 1679. Dalam banyak tulisan, Eato disebutkan wafat di negeri itu, tepatnya di Ceylon. Tentang berita kapan beliau wafat di Ceylon, tidak diperoleh keterangan yang memadai.

Adalah Prof. S.R. Nur, mahaguru Hukum Adat di Universitas Hasanuddin, yang menulis disertasi panjang dan monumental tentang Eato. Sekitar 300 halaman beliau menulis tentang “Beberapa Aspek Hukum Adat Tatanegara Kerajaan Gorontalo pada Masa Pemerintahan Eato, 1673-1679”. Disertasi ini dipertahankan pada 1 Desember 1979. Inilah karya ilmiah pertama, yang ditulis oleh putra terbaik Gorontalo, yang berhasil “menemukan mutiara” peradaban Gorontalo di abad ke-17. Selama sepuluh bulan S.R. Nur mengumpul data intensif di negeri Belanda, meskipun beliau telah mempelajari Gorontalo sejak 1934-1977.

Penting dicatat, Prof. S.R. Nur sengaja tidak pernah menggunakan gelar “Sultan” di depan nama (raja) Eato karena beberapa informan beliau menjelaskan bahwa gelar Sultan adalah indikasi atas pengaruh Ternate, sebagai “pemberian” Ternate karena ketaatannya pada Ternate dan kepatuhan atau kerjasamanya dengan Kompeni Belanda. Eato adalah raja yang menentang dominasi Ternate. Di kemudian hari, gelar Sultan Eato muncul dari rakyat Gorontalo sendiri sejak pembuangannya ke Ceylon (Srilanka). Sejak itu pula kaidah “adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah” (adati hula-hulaa to saraa, saraa hula-hulaa to Quruani) menjadi populer.

Lipoeto (1950) menulis bahwa aksara arab mulai dipakai di Gorontalo sejak 1525, yakni sejak tibanya raja-raja Tamalate, Lemboo, Siendeng, Hulangato, Sipayo, Bunuyo, Soginti, dan Siduan di Hunto (Gorontalo). Di sinilah masjid pertama dibangun dan pada tahun 1563, Islam resmi menjadi agama resmi (kerajaan) dan bagi rakyat di Gorontalo. Meski S.R. Nur mengaku tidak menemukan kronik yang memadai tentang Islam masuk di Limboto dan Gorontalo, penulis Belanda ternama, Bastiaans (1938) menulis bahwa Islam masuk Limboto pada tahun 1562 dan masuk Gorontalo 1589. Sebagai ilmuan dan penghayat sejarah dan kebudayaan, S.R. Nur sangat hati-hati dan rendah hati dengan mengatakan bahwa angka-angka sebelum 1525 atau 1589, hendaknya diberikan tanda “tanya” (?) karena sistem penulisan dan aksara belum dikenal di Gorontalo sebelum tahun tersebut.

Konflik lokal –-sering pula disebut “perang saudara”– antara Gorontalo dan Limboto berlangsung lama, kira-kira antara tahun 1495-1673. Pada periode inilah keterlibatan Ternate dan Gowa terjadi, sebagaimana dicatat oleh beberapa kronik dan tulisan. Limboto meminta bantuan Ternate, sementara Gorontalo meminta bantuan Gowa. Kedua kerajaan bersaudara ini bergantian menang dan kalah (Tacco, 1935; Lipoeto, 1949; Riedel,1870; Ligtvoet, 1880).

Eato (1673-1679) adalah raja yang sangat penting dicatat dalam sejarah Gorontalo. Pemerintahan yang baik, dengan semangat Islam dan sistem sosial yang unggul, dibangun pada masa Eato. Kedudukannya sejajar dengan Wadipalapa, Matoludula (Raja Matahari) dan Botutihe (Ta to Mihirabu). Eato wafat di Ceylon, sehingga beliau digelari Ta to Selongi. Setelah menikahi Moliye III, Eato kemudian menggantikan posisinya sebagai Maharaja. Dalam pencapaiaan keagamaan, Eato dikenal pula sebagai penganut dan pengajar tarikat Naqsyabandiah.

Eato dicatat pernah mengunjungi tanah Gowa, bersama jogugu Bumulo, sewaktu mengantar 2 (dua) gantang emas kepada pasukan-pasukan Gowa yang akan menyerang Gorontalo di Tolinggula. Penulis klasik Gorontalo, Richard Tacco, menegaskan kebesaran Eato karena beliau adalah (1) pembuat undang-undang; dan (2) pendamai ulung antara Limboto dan Gorontalo. Warisan Eato yang tak kalah pentingnya adalah ketika berhasil meletakkan dasar-dasar penghormatan kepada pencapaian masyarakat atau individu dalam tatanan dan struktur sosial di Gorontalo pada abad ke-17. Tak heran kalau kekuasaan pun sangat berubah, terutama karena pertimbangan kepada (1) karya (ilomata); (2) kekuatan ekonomi; (3) pengetahuan/ilmu; dan (4) budi pekerti, menjadi pertimbangan dalam memilih/mendudukkan seseorang dalam jabatan. Pada sektor lain, Eato membentuk “Baitul-Maal”, sehingga menjadi terang pembedaan antara harta-benda Raja dan hak milik atau aset kerajaan. Tugas kekuasaan, menurut Eato, adalah “melaksanakan kesejahteraan umum” (molimehu buala).

Di ujung Selatan Sulawesi, tokoh ternama di bidang keagamaan adalah Syekh Yusuf. Beliau juga dibuang oleh Kompeni di Ceylon (Srilanka), sebelum akhirnya dibuang lagi ke Afrika Selatan. Syekh Yusuf al-Makasari tiba di Ceylon pada tahun 1684. Beliau menetap di Ceylon selama kurang lebih 9 (sembilan) tahun, karena pada tahun 1693 Syekh Yusuf kembali dibuang ke Kaap, Zandvliet, (Afrika Selatan), pada usia 68 tahun.

Syekh Yusuf menerima banyak ijazah tarekat, di antaranya adalah tarekat Naqsyabandiyah, Tarekat Syattariyah, Tarikat Qadiriyah, dan tarikat Khalwatiyah, dst. Beliau adalah pembelajar yang sangat luas, tinggi dan mendalam. Belajar di Timur Tengah sekitar 20 tahun, dari Yaman, Madinah hingga ke Damaskus. Di Ceylon, Syekh Yusuf sangat produktif menulis banyak risalah keagamaan, terutama tentang tasawuf. Beliau sangat dikagumi, terutama karena beliau bisa “menitipkan” risalah-risalahnya untuk dibawa ke Nusantara (Banten atau Makassar) oleh para jemaah haji yang singgah (1-3 bulan) di Ceylon. Muridnya tersebar di Srilanka dan India. Baik di Afrika Selatan maupun di Indonesia, Syekh Yusuf adalah tokoh besar, sebagai ulama, sufi dan pejuang. Risalah-nya (sekitar 24-29 naskah) tersebar di banyak tempat, terutama yang berjudul An-Nafhatu As-Sailaniyah, Siir al-Asrarr, Fath Kaifiyyat al-Zikr, Zubdat al-Asrar atau Matalib al-Salikin (Abu Hamid, 1994; Azra, 1994; Lubis, 1996;Tudjimah, 2005).

Membaca data sejarah di atas, kita bisa mengatakan bahwa Sultan Eato dari Gorontalo tiba lima tahun lebih dulu di Ceylon daripada Syekh Yusuf al-Makasari. Meskipun data lebih lanjut masih sulit kita peroleh, perkenankan saya mengajukan kemungkinan (hipotesis) bahwa kedua tokoh besar dari Sulawesi ini “berjumpa” sekian tahun di Ceylon. Syekh Yusuf hidup di Ceylon selama sembilan tahun (1684-1693) dan atas dasar periode itulah, saya rasa, perjumpaan dengan Sultan Eato berlangsung hingga beliau wafat di sana. Penyebaran beberapa kitab tasawuf di Gorontalo bisa jadi termasuk bagian sentral dari jaringan keulamaan yang luas sejak abad ke-17 di Nusantara (Azra, 1994). Kajian ini akan diperkaya lebih jauh. ***


Penulis adalah
Bekerja di Universitas Negeri Gorontalo
Anggota Indonesia Social Justice Network (ISJN)
E-mail: basriamin@gmail.com

Tags: basri amingorontalogorontalo postpersepsispektrum sosialSultan Eato “Berjumpa” Syekh Yusuf

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Tinggal Tunggu Bank

Tinggal Tunggu Bank

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Lodrik Dantene Kepala Desa Londoun, Kecamatan Popayato Timur, Kabupaten Pohuwato. Saat di wawancarai

Ekonomi Masyarakat Desa Londoun Meningkat, Tenaga Kerja Banyak Diserap PT BJA

Wednesday, 21 February 2024
Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, S.H., M.H., didampingi Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H., Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam dan sejumlah pejabat daerah serta PJU Polda Gorontalo, meresmikan layanan SIM dan Samsat Drive Thru.

Layanan SIM dan Samsat Drive Thru, Digagas Kapolres Pohuwato, Jadi yang Pertama di Gorontalo

Saturday, 17 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Bupati-Bupati Kita

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.