logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Macan ABlinken

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Monday, 22 March 2021
in Disway
0
Macan ABlinken
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Ya Tidak

Jumat Keramat

Iris Istri

PLN Transisi

Oleh:
Dahlan Iskan

APA yang terjadi? Ketika Tiongkok dan Amerika bertemu lagi secara langsung? Setelah Joe Biden menggantikan Donald Trump?

Pertama-tama seperti adegan sandiwara. Menteri luar negeri Amerika Anthony John Blinken bicara ”tembak langsung”. Tokoh berpembawaan halus ini langsung mengecam Tiongkok di banyak sektor: penghancur demokrasi di Hong Kong, melanggar hak asasi manusia di Xinjiang, dan membuat ketegangan di Taiwan dan Laut China Selatan.

Blinken berumur 58 tahun. Darahnya Yahudi –dari leluhurnya di Rumania. Hobinya main musik. Lihatlah di YouTube: ABlinken. Ia posting lagu berjudul Lip Service. Pendidikan sosialnya di Harvard University. Ilmu hukumnya dari Columbia University.

Di pembukaan pertemuan dengan delegasi Tiongkok itu Blinken tahu: waktu yang diberikan padanya hanya 2 menit. Maka ia mengabaikan basa-basi diplomasi. Itu pun waktu 2 menit tidak cukup –molor sedikit.

Sementara itu Yang Jiechi, ketua delegasi Tiongkok, juga tahu: ia harus membalas kecaman itu. Tapi waktu yang diberikan padanya juga hanya dua menit –sesuai dengan protokol yang sudah disepakati.

Tapi Mr Yang seperti emosi. Kata-kata pembukaan dari Blinken itu ia nilai terlalu menyerang Tiongkok. Mr Yang menganggap Blinken telah mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok.

Waktu dua menit pun lewat. Lima menit lewat. Sepuluh menit lewat. Mendekati 20 menit barulah Mr Yang selesai membalas serangan Blinken.

Begitulah gambaran pembukaan acara dialog Amerika-Tiongkok Kamis-Jumat lalu. Lokasinya di Alaska –di kota Anchorage.

Para pengamat menilai adegan pembukaan yang saling serang seperti itu diperlukan. Untuk konsumsi dalam negeri masing-masing. Blinken perlu menunjukkan sikap keras karena tidak ingin pemerintahan Biden dibilang lemah –dibanding Trump.

Mr Yang sendiri juga harus terlihat keras di mata rakyat Tiongkok.

Tapi pidato 20 menit itu benar-benar pelanggaran protokol. Terlalu jauh dari jatah 2 menit. Pembalasan Mr Yang terlalu telak di mata Blinken. Apalagi Mr Yang sempat juga mengecam Amerika dalam hal hak-hak asasi manusia. Begitu banyak pelanggaran HAM di Amerika sendiri belakangan ini, kata Mr Yang.

Maka begitu Mr Yang selesai pidato, Blinken berdiri –di luar protokol. Adegan ini sangat spontan. Blinken minta agar media jangan bubar dulu. Ia ingin menanggapi pidato Mr Yang.

Puas.

Sandiwara pun selesai.

Mereka lantas masuk ke dalam acara yang sebenarnya. Tertutup. Tidak bisa dihadiri media. Tidak ada sandiwara lagi. Mereka bicara banyak agenda. Dengan nada baik-baik saja. Mulai dari perdagangan sampai hubungan internasional. Mulai dari tarif impor-ekspor sampai sikap bersama atas Iran dan Korea Utara.

Meski ketua delegasi Tiongkok itu bukan menlu-nya sendiri tapi Blinken tahu: Mr Yang Jiechi adalah orang dekat Presiden Xi Jinping. Ia memang bukan menteri luar negeri tapi pernah menjadi menteri luar negeri yang sukses.

Mr Yang adalah orang yang tahu persis Amerika. Ia lama menjadi staf kedutaan Tiongkok di Washington DC. Lalu meningkat menjadi duta besar di situ. Hubungannya dengan Presiden George Bush juga sangat baik. Saat Bush melakukan perjalanan ke Tibet Mr Yang-lah yang mendampingi. Keduanya begitu akrab. Sampai-sampai Bush memberi nama panggilan khusus pada Mr Yang:  Mr Tiger. Itu karena Mr Yang lahir tahun 1950 –tahun macan. Dan kata terakhir namanya, Yang JieChi itu, (Chi=篪) juga mirip huruf Hu (虎) –yang artinya: macan.

Blinken sendiri orang kepercayaan Biden. Bahkan sejak Biden masih menjabat Wakil Presiden dulu. Selama masa kampanye kemarin Blinken menjabat tim kampanye. Membawahi bidang kebijakan luar negeri.

Dua ”orang dekat” itu pun akhirnya bertemu. Sudah lama peristiwa ini ditunggu. Siapa tahu ganti presiden ganti pula suasana.

Tentu tidak mudah pun kalau hanya membalik tangan. Perlu proses bertahap. Pertemuan dua hari di Alaska itu pun akhirnya belum bisa menghasilkan kesepakatan apa-apa. Perbedaan mereka sudah terlalu jauh. Dua-duanya negara besar –yang tidak mau juga malu besar.

Tapi setidaknya mereka sudah bertemu muka. Dan lagi Amerika kini punya kebijakan baru: akan lebih banyak mengonsultasikan kebijakan luar negerinya dengan negara-negara sahabatnya.

Blinken mengakui di negaranya sendiri demokrasi juga lagi mengalami kemunduran. “Tapi kami tidak menyembunyikannya. Lalu kami membahasnya secara demokratis dan terbuka,” katanya –seperti menyindir cara Tiongkok menyembunyikan persoalan.

Tiongkok memang mempersoalkan gaya Amerika yang memaksakan kehendak ke negara lain. Termasuk lewat pengerahan armada perangnya.

“Kami memang pernah juga mengirim armada besar ke mana-mana. Tapi tidak pernah menjadikan wilayah yang didatangi armada Cheng Ho sebagai jajahan,” kata Mr Yang.

Kedua delegasi masih belum sepakat di banyak agenda. Tapi, setidaknya, sudah sepakat soal penyelesaian nuklir Iran dan Korut.

Asam di gunung masih jauh dari garam di laut. Tapi setidaknya sudah tersedia belanganya.(*)

Tags: DahlanIskanDiswaygorontalogorontalopostMacan ABlinken

Related Posts

Ya Tidak

Ya Tidak

Thursday, 22 October 2026
Jumat Keramat

Jumat Keramat

Monday, 19 October 2026
Iris Istri

Iris Istri

Saturday, 17 October 2026
PLN Transisi

PLN Transisi

Saturday, 17 October 2026
Camino Nakasendo

Camino Nakasendo

Friday, 16 October 2026
Hati Ngadirejo

Hati Ngadirejo

Wednesday, 14 October 2026
Next Post
Honda Berikan Kemudahan dengan Layanan Honda Care

Honda Berikan Kemudahan dengan Layanan Honda Care

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 30 Juli 2026

Rekomendasi

Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi (Bukan) Kewajiban Negara

Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

Tuesday, 27 October 2026
Basri Amin

Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

Monday, 26 October 2026
Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Hendak Dipasok ke Tambang Ilegal, 30,1 Ton Solar Bersubsidi Diamankan Polisi

Tuesday, 27 October 2026
Muhammad Firdaus AF

Sinergi Daerah Kunci Stabilitas Harga Pangan

Wednesday, 28 October 2026

Pos Populer

  • Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    Akui Lecehkan Dua Mahasiswi Bimbingan Sikripsi, Oknum Dosen Serahkan Diri ke Polisi

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Lolos dari Gorontalo, Polda Metro Jaya Amankan 54 Ton Batu Hitam, Lima Orang Ditangkap

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Generasi Penerus dan Generasi “Terus-Menerus”

    74 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Demo Jilid II Membayangi Polda, Wakapolda Pasang Kuda-Kuda, Ingatkan Personel Tetap Humanis

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Vietnam Melompat ke Depan, Indonesia Melompat di Tempat

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 4 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.