logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Disway

Jamie Raskin

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 14 February 2021
in Disway
0
Jamie Raskin
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Amang Waron

Reflek Radjimin

Gagal Sukses

Jane Moses

Oleh:
Dahlan Iskan

“PENGADILAN”  ini berat sekali. Tapi harus bisa cepat sekali: dalam waktu 16 jam sudah harus ada keputusan.

Padahal yang diadili seorang presiden –yang kini berstatus mantan: Donald Trump. Yang menyidangkan: Senat Amerika  Serikat –semacam DPD di Indonesia.

Berarti Sabtu dinihari tadi –ketika Disway ini terbit– keputusan sudah dibacakan. Anda bisa tahu lebih dulu dari saya.

Yang harus diputuskan: apakah Presiden Trump melanggar konstitusi atau tidak.

Kalau putusannya ”melanggar”, Trump tidak boleh lagi mencalonkan diri sebagai apa pun. Termasuk dilarang nyapres di 2024.

Maka debat ”melanggar atau tidak melanggar konstitusi” itulah yang harus selesai dalam 16 jam sidang.

Anggota Senat dari Partai Demokrat (kini 50 orang) bulat mengatakan Trump melanggar konstitusi. Yang dari Partai Republik (kali ini tinggal 50 orang) mungkin terpecah.

Tapi karena putusan harus disetujui 2/3 suara kelihatannya Trump akan selamat.

Sidang dimulai dengan menampilkan wakil dari DPR. Di sini wakil DPR itu bertindak selaku ”jaksa”. Yakni harus bisa menjelaskan: alasan apa sehingga Trump dianggap melanggar konstitusi.

Setelah itu Senat menguji, membantah, mempertanyakan alasan-alasan itu.

”Jaksa” juga harus menampilkan barang-barang bukti.

Saya mengikuti sidang-sidang itu. Lewat streaming. Menarik sekali.

Yang tampil sebagai ”jaksa” adalah anggota DPR dari Maryland –negara bagian yang letaknya hanya sepelemparan batu dari Gedung Capitol, tempat sidang itu dilangsungkan.

Namanya, Anda pernah tahu: Jamie Raskin. Dari Partai Demokrat. Ia doktor cum laude  ilmu hukum lulusan Harvard University. Top banget.

Tentu Anda ingat Disway minggu lalu. Yang menceritakan siapa Raskin. Yang putrinya melarangnya pergi ke Capitol tanggal 6 Januari lalu. Sang putri tidak mau ayahnya mati. Sang putri terus mengikuti perkembangan politik. Hari itu kota  Washington DC amat tegang. Puluhan ribu pendukung Trump berkumpul di Washington. Mereka akan menggeruduk sidang Kongres –gabungan DPR dan DPD– yang acaranya pengesahan Joe Biden sebagai presiden terpilih.

Sang ayah ngotot pergi ke Capitol. Ia sudah disumpah untuk membela konstitusi. Sang putri tidak mau kehilangan ayah. Sehari sebelumnya dia baru kehilangan kakak laki-lakinya yang bunuh diri.

Akhirnya sang putri mengizinkan bapaknyi ke Capitol. Tapi ada syaratnya. Sang putri harus ikut untuk menjaganya.

Ketika sang ayah di ruang sidang sang putri menunggu di ruang lain. Ketika pendukung Trump menyerbu masuk Capitol sang putri sembunyi di bawah meja. Ancaman kematian di mana-mana di gedung itu.

Adegan itulah yang ditayangkan Prof Raskin di sidang pendahuluan Senat. Dramatik sekali. Itulah alasan mengapa menyidangkan Trump di Senat tidak melanggar konstitusi.

Saat itu wakil Republik masih selalu mengatakan menyidangkan Trump adalah inkonstitusional. Mengapa? Trump sudah bukan presiden lagi. Senat sudah tidak bisa menjangkau orang yang sudah tidak menjabat.

Raskin beralasan: kalau Trump tidak bisa diadili karena sudah bukan presiden, maka Presiden yang akan datang bisa berbuat semaunya di hari terakhir masa jabatan. Toh besoknya sudah tidak menjabat lagi. Pengadilan di Senat itu, kata Raskin, perlu untuk mengamankan masa depan.

Akhirnya, putusan hari itu, Trump layak diadili di Senat. Enam orang anggota Senat dari Republik juga berpendapat begitu. Maka pemungutan suara dilakukan: 56:44. Trump layak diadili di Senat. Untuk keputusan jenis ini tidak harus 2/3 suara.

Salah satu dari enam anggota Republik itu wakil dari Louisiana. Namanya: Bill Cassidy. “Saya ini rasional saja. Kalau pemilih saya marah saya suruh lihat sendiri jalannya sidang,” ujarnya.

Prof Raskin memang jadi bintang panggung di sidang itu. Alasannya sangat meyakinkan. Sebaliknya, pengacara Trump, tampil sebagai gombal. Bicaranya muter-muter. Satu jam lamanya. Sampai-sampai TV pendukung Trump sendiri, Newsmax, jengkel. Di tengah-tengah siaran langsung itu, pidato pengacara itu dihentikan. Diisi wawancara dengan profesor hukum terkemuka dari Harvard University: Alan Dershowitz.

Sang profesor geleng-geleng kepala. “Bagaimana bisa pengacara itu ngomongnya seperti itu,” ujarnya. Ia juga memuji penampilan Raskin. “Raskin itu salah satu murid terbaik saya di Harvard,” ujarnya.

Trump sendiri, menurut Politico, sangat kesal kepada pengacaranya itu. Trump mengikuti jalannya sidang itu lewat Newsmax. Betapa jengkelnya.

Tapi kita tidak lagi bisa tahu tingkat kejengkelan Trump. Ia sudah dilarang secara permanen untuk menggunakan Twitter. Betapa serunya kalau Trump masih bisa main di medsos.

Juga betapa seru seandainya Trump tampil sendiri di sidang itu –tanpa mewakilkannya ke pengacara.

Pertanyaannya: apakah Trump tidak menggerakkan buzzer. Yang bisa dibayar itu –bahkan dengan menggunakan uang rakyat di APBN.

Begitu diputuskan menyidangkan Trump adalah konstitusional, Selasa lalu, keesokan harinya sidang pengadilan di Senat dimulai. Yang harus selesai dalam 16 jam.

Prof Raskin kembali tampil sebagai pembicara pertama. Juga sangat fokus ke konstitusi. Dan juga memikat.

Inti perdebatannya adalah: apakah pidato Trump di depan pendukungnya 6 Januari, pagi, itu melanggar konstitusi.

Republik berpendapat tidak. Itu dijamin konstitusi. Yakni di pasal kebebasan berbicara dan berpendapat.

Prof Raskin bersandar pada putusan hakim agung (waktu itu) Oliver Wendell Holmes Jr.

“orang tidak boleh berteriak ‘ada kebakaran!` di dalam gedung bioskop yang penuh dengan penonton,” ujar Holmes seperti dikutip Raskin.

Maksudnya, teriakan orang di gedung bioskop seperti itu  tidak bisa dikategorikan dalam kebebasan berbicara –seperti yang dimaksud dalam konstitusi.

“Trump ini”, kata Raskin “bukan saja seperti orang yang berteriak di dalam gedung bioskop, melainkan ia itu seperti kepala pemadam kebakaran yang menciptakan kebakaran,” ujar Raskin.

Menurut Raskin, pidato Trump hari itu adalah hasutan untuk melakukan pemberontakan. Terbukti begitu pidato itu selesai mereka berangkat ke Capitol, memaksa masuk dan menguasainya.

Tulisan ini tentu tidak bisa menunggu berakhirnya sidang itu. Tapi untuk bisa mendapat dukungan suara 2/3 rasanya sulit.

Gejalanya sudah terlihat. Sepanjang Raskin membeberkan alasan, anggota Senat dari Partai Republik cuek bebek. Menurut laporan media di Amerika mereka lebih banyak menunduk di kursi mereka. Sambil membaca apa saja yang tidak ada hubungannya dengan materi sidang itu.(*)

Tags: Dahlan IskanDiswayJamie Raskin

Related Posts

--

Amang Waron

Tuesday, 13 January 2026
Ilustrasi kondisi seseorang vegetatif.--

Reflek Radjimin

Monday, 12 January 2026
Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-

Gagal Sukses

Tuesday, 6 January 2026
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Jane Moses

Monday, 5 January 2026
Jumaane Williams (kiri) Zohran Mamdani dan Mark D. Levine.--

Tiga Serangkai

Sunday, 4 January 2026
--

Bintang 2025

Wednesday, 31 December 2025
Next Post
Imlek Bencana

Imlek Bencana

Discussion about this post

Rekomendasi

Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026
Personel Brimob Polda Gorontalo dibantu oleh masyarakat sekitar, melakukan perbaikan jembatan yang putus di Dusun Mohulo, Desa Molalahu, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Gerak Cepat, Brimob Perbaiki Jembatan Putus di Pulubala

Friday, 16 January 2026
New Honda Stylo 160 Glam Black. (foto : dok /daw)

New Honda Stylo 160, Makin Modis Dibanderol Mulai Rp 29 jutaan

Monday, 4 March 2024
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    590 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    79 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    187 shares
    Share 75 Tweet 47
  • Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Bupati-Bupati Kita

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.