logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Imlek Bencana

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 14 February 2021
in Disway
0
Imlek Bencana
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Perjudian Besar

Kanan Dalam

Neo Pop

Lewat Pasrah

Oleh:
DahlanIskan

BAGI Royce, Imlek kemarin berarti bencana. Mungkin bencana yang ia bikin sendiri. Atau mungkin dibuat oleh papanya. Atau mungkin memang jalan hidup sudah harus begitu.

“Apakah di malam tahun baru besok Anda akan hadir ikut makan malam bersama di rumah orang tua?” tanya saya pada Roy.

Hari itu, Rabu lalu, Royce Muljanto ke rumah saya. Dua hari sebelum Imlek. Itu untuk kali pertama saya kenal Roy. Juga untuk kali pertama Roy ke rumah saya.

Saya harus bertanya kepadanya soal malam tahun baru itu. Kalau Roy masih berniat tetap ke rumah papa-nya berarti pertengkaran anak-papa ini segera berakhir damai.

“Saya akan ke rumah papa. Bersama istri dan anak saya. Sebagai anak saya harus begitu. Tahun lalu pun, di malam Imlek, saya juga ke rumah papa,” ujar Roy Rabu lalu.

Dua tahun lalu Roy sudah bertengkar dengan papanya: Muljanto, bos Liek Motor. Yang biasa dipanggil the King. Yang di Surabaya paling terkenal namanya. Yang showroom dan bengkelnya ada di mana-mana.

Pertengkaran dua tahun lalu itu begitu hebatnya sampai Roy masuk tahanan. Lalu jadi terdakwa di pengadilan.

Menurut Roy, kesalahan yang dituduhkan jaksa kepadanya adalah: merusak benda orang lain. Pemilik benda yang dirusak itu sebenarnya tidak mempersoalkan. Juga tidak minta ganti rugi. Bahkan minta diperbaiki pun tidak.

Hari itu, tahun 2018, Roy mendatangi showroomLiek Motor yang di Jalan Indrapura, Surabaya. Ia tembaki mobil yang ada di situ. Lalu Roy pergi.

Papanya, menurut Roy, tidak bereaksi apa-apa. Padahal Roy ingin bisa dipanggil menghadap sang papa.

Berikutnya Roy mencari tahu siapa backing papanya. Ketemu. “Seorang pejabat di Pemkot Surabaya,” katanya. Roy menyebut nama, tapi biarlah nama itu hanya diingat Roy.

Roy pun mendatangi rumah pejabat itu. Kosong. Hanya ada mobil Innova di depan rumah itu. Maka mobil tersebut ia tembaki. Sampai kaca, lampu, dan bumper mobil itu rusak. Setelah itu ia pergi ke pos satpam di perumahan sepi itu. Ia berikan KTP kepada satpam. “Kalau ada yang mengadu mobilnya rusak, yang melakukan saya. Ini KTP saya. Silakan tangkap saya,” ujar Roy menirukan kejadian dua tahun lalu itu.

Roy akhirnya dicari polisi. Ia pun cari wartawan. Ia ingin wartawan tahu kalau ia akan ditangkap. Agar jadi berita. Agar heboh. Dengan demikian sang ayah akan memperhatikannya.

Di jalan raya, setelah bertemu wartawan, polisi mengetahui keberadaan Roy. Polisi berusaha menghentikan mobil Roy. Tapi Roy mempercepat mobilnya. Dikejar. Roy kian ngebut. Ia ingin menghilang ke jalan tol, lewat bundaran Waru, Surabaya Selatan.

Sepanjang pengajaran itu Roy bisa lolos. Termasuk ketika melewati daerah padat. Tapi di bundaran Waru itu mobil polisi yang lain mencegatnya.

Roy tidak bisa lagi lari.

Roy ditangkap.

Roy ditahan.

“Saya mencoba menghubungi papa. Tapi papa ke Singapura. Sengaja menghindar,” ujar Roy.

Tapi hari ke-5 di tahanan, papanya datang menjenguk. Roy mengira hari itu ia akan dikeluarkan dari tahanan. Roy merasa papanya orang kuat. Pengaruhnya besar.

Setelah 10 menit bicara-bicara di salah satu ruang di kantor polisi, Roy bertanya pada bapaknya.

“Terus bagaimana urusan ini?”

Jawaban sang ayah di luar perkiraan Roy.

“Ya kamu jalani saja dulu,” ujar sang ayah seperti ditirukan Roy.

Roy kecewa. Ternyata ayahnya membiarkan anaknya tetap ditahan.

“Ya sudah Pa, saya jalani,” kata Roy. Lalu meninggalkan sang ayah. Ia kembali ke ruang tahanan.

Beberapa hari kemudian ada orang menemui Roy di kantor polisi. Orang itu memperkenalkan diri sebagai pengacara. Yang ditunjuk oleh ayah Roy untuk melakukan pembelaan kepada anak itu.

Roy ikut saja apa kata pengacara. Termasuk ketika ia harus pindah ke rumah sakit. Untuk dirawat di RS. Dengan alasan, kata Roy, perlu observasi kejiwaan.

Menurut Roy, pengacara itu juga minta agar Roy mau dirawat di RS Jiwa Menur. Dengan demikian tidak perlu diadili.

Tapi Roy menolak. “Saya pilih dibawa ke pengadilan dan menjalani hukuman,” katanya. “Kalau saya sampai mau dimasukkan ke RS Jiwa karakter saya akan rusak sampai pun ke masa depan saya,” katanya. “Kelak orang bisa mengatakan Roy pernah dirawat di RS Jiwa. Saya tidak mau itu,” tambahnya.

Saat itu Roy sudah berumur 38 tahun. Sudah kawin. Sudah punya anak 1 orang.

Mengapa Roy sampai bertengkar dengan ayahnya seperti itu?

“Saya ini ingin mandiri. Ingin keluar dari perusahaan Papa. Saya ingin jadi pengusaha sendiri,” jawabnya.

“Untuk apa? Kanngurus perusahaan Papa juga enak,” tanya saya.

“Saya kan ingin bisa beli mobil sendiri, beli rumah sendiri dan punya uang sendiri,” jawabnya.

“Apa sulitnya keluar dari perusahaan Papa?” tanya saya.

“Selalu tidak diizinkan. Dihalangi,” jawabnya.

“AndadiperusahaanPapadiberijabatanapa?”

“Direktur Utama.”

“Kan sudah bagus,” kata saya. “Berarti Papa Anda itu orang baik,” kata saya.

“Memamg saya direktur utama, tapi tidak punya wewenang apa pun di bidang keuangan. Semua pengeluaran harus ada tandatangan Papa,” jawabnya.

“Apakah tidak ada aturan bahwa pengeluaran di bawah sekian juta tidak perlu lewat Papa?” tanya saya.

“Tidak ada. Sekecil apa pun harus lewat Papa,” jawabnya.

Menurut Roy, akhirnya ia keluar paksa dari perusahaan ayahnya. Ia pun mendirikan usaha serupa dengan usaha ayahnya di Pamekasan, Madura. Sang ayah tidak ada masalah.

Lalu Roy membangun bengkel mobil di Surabaya. Tidak jauh dari rumah sang ayah. “Begitu saya punya usaha di Surabaya bengkel saya diganggu terus oleh Papa,” ujar Roy. “Intinya, Papa tidak mau saya punya usaha di Surabaya. Kalau di Madura tidak apa-apa,” ujar Roy.

Tapi Roy ingin berkembang di Surabaya. Ia merasa menguasai medan besar Surabaya.

“Apa saja gangguan itu?”

“Terakhir, Papa menyuruh orang menggergaji tangga di bengkel saya,” ujar Roy.

Itulah yang membuat Roy tidak tahan lagi. Lalu menembak mobil di showroom ayahnya tadi. Juga mobil milik pejabat itu. Yang membuatnya masuk tahanan itu.

Dua tahun kemudian, usaha bengkel Roy tetap jalan dengan baik. Yang di Madura juga baik. Bahkan ia mendirikan bengkel mobil di Mojokerto. Ia membeli tanah persis di sebelah Liek Motor, Mojokerto.

Lewat bengkelnya itu Roy punya maksud suatu saat akan membeli Liek Motor, Mojokerto, milik Papanya yang di sebelahnya itu.

“Sekarang tidak mudah membeli Liek Motor Mojokerto. Papa ternyata sudah menjualnya ke orang lain,” ujar Roy. “Tapi suatu saat harus bisa saya beli,” tambahnya.

Bulan lalu Roy punya pikiran baru. Ia mengatakan harus bisa mengambil alih showroomLiek Motor yang di Jalan Ketabang Kali, Surabaya. Yang letaknya persis di belakang Liek Motor yang ada di Jalan WalikotaMustajab–satu jalan dengan kantor Harian Disway.

Niat itu ia laksanakan 1 Februari barusan. Hari itu Roy datang ke showroom tersebut. Ia bilang ke karyawan di situ –sekitar 20 orang– untuk pergi. “Saya sudah ambil alih usaha ini,” ujar Roy kepada karyawan.

Mereka tahu siapa Roy: anak juragan mereka. Yang tidak lain adalah dirut mereka di masa lalu. Mereka pun meninggalkan showroom.

Roy lantas menutup showroom itu. Menguncinya dengan gembok baru. Yang kuncinya ia pegang semua.

Keesokan harinya, kata Roy, papanya datang ke showroom itu. Gembok Roy dibuka paksa. Lalu dipasangi gembok milik papanya.

Hari berikutnya Roy datang ke showroom itu. Ia membongkar paksa gembok papanya. Ia menggantinya dengan gembok baru lagi.

Saling gembok terjadi.

Tapi sampai tiga hari kemudian gembok terakhir Roy itu aman. “Berarti papa saya sudah rela showroom ini saya kuasai,” ujar Roy.

Sejak itu ia membuka showroom tersebut. Roy mengisinya dengan mobil dagangannya sendiri. Ia pun merasa aman. Ia merasa papanya sudah tidak mempersoalkan lagi.

“Sebentar lagi saya akan ambil alih showroom yang di Jalan Indrapura,” ujar Roy kepada saya.

“Dengan cara yang sama?” tanya saya.

“Iya,” jawabnya.

“Kalau semua showroom milik papa itu Anda ambil, lantas papa akan kerja apa?” tanya saya.

“Liek Motor yang di Jalan WalikotaMustajab tidak akan saya ambil alih. Itu kebanggaan papa. Itu papa yang mendirikan dan papa yang merintis,” kata Roy.

“Kalau yang Ketabang Kali dan Indrapura itu saya yang membangun,” ujar Roy. “Bahkan kantor saya dulu ya di Indrapura itu,” katanya.

“Apakah cukup kalau papa hanya menangani 1 bisnis,” tegur saya.

“Cukup. Itu besar. Kalau terlalu banyak uang papa nanti dugem lagi,” ujar Roy.

Sebagai ayah saya mengelus dada. Kok ada anak seperti itu. Untung anak saya tidak mengambil alih usaha saya. Bahkan saya minta untuk mengurusnya pun mereka tidak mau. Mereka pilih mengurus usaha yang mereka rintis sendiri.

Saya selalu menyarankan kepada teman-teman saya sesama pengusaha. Yang umur mereka seumuran saya. Hendaklah mulai memberikan kepercayaan kepada anak yang sudah besar. Jangan sampai anak yang sudah besar masih dianggap anak kecil.

Sebagian mengikuti saran saya. Atau mereka sendiri memang punya prinsip yang sama. Sebagian lagi tetap saja tidak mau mempercayakan pengelolaan perusahaan kepada anak.

Orang punya prinsip sendiri-sendiri.

“Roy…” tanya saya kepadanya “… menurut Anda papa itu sebenarnya sayang Anda atau tidak?”

“Menurut perasaan saya, papa itu sayang saya,” jawabnya tegas. “Mungkin semua kejadian tadi adalah cara papa mendidik saya,” tambahnya.

Tapi kalimat itu ia ucapkan Rabu lalu. Ia tidak menyangka bahwa keesokan harinya, Kamis kemarin, polisi menggerebek showroom di Jalan Ketabang Kali yang sudah seminggu ia kuasai itu. Papanya juga datang ke showroom itu. Terjadilah perang mulut antara anak dan bapak. Yang terekam di video. Lalu beredar luas di Surabaya.

Roy sendiri ditangkap polisi. Saya tidak tahu itu.

Padahal Roy sudah setuju podcast yang ia minta itu akan dilakukan Jumat pagi –hari pertama Imlek.

Jumat pagi tim podcast saya sudah siap di Harian Disway. Roy tidak jadi datang. Mungkin ia di ruang tahanan. Berarti di malam tahun baru Imlek ia tidak jadi ke rumah papanya. Bahkan mungkin saja ia di tahanan.

Tapi podcast telanjur siap. Maka saya tiru cara Najwa Shihab: mewawancarai Roy in absentia. Bedanya, saya sudah tahu jawaban Roy. Jadi, wawancara itu bisa 20 menit.

Itulah podcast pertama setelah saya terkena Covid-19. Yang sudah diunggah ke YouTube tadi malam. (*)

Tags: Dahlan IskanDiswayImlek Bencana

Related Posts

Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026
--

Neo Pop

Monday, 8 June 2026
Lewat Pasrah

Lewat Pasrah

Saturday, 6 June 2026
--

Agus Deyang

Thursday, 4 June 2026
Bambang, tengah, usai makan malam.--

Jago Cimory

Thursday, 4 June 2026
Next Post
Pos Pengaduan Herrera

Pos Pengaduan Herrera

Discussion about this post

Rekomendasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi--

Harga Pertamax Naik

Wednesday, 10 June 2026
BERGENGSI- Siswa memaparkan hasil inovasinya pada AHM Best Student 2025. Kegiatan ini kembali dibuka dan memberi kesempatan kepada semua siswa di Gorontalo. (foto: dok-ahm)

Pendaftaran AHM Best Student Dibuka, Ajak Pelajar Ubah Ide Jadi Inovasi untuk Negeri

Wednesday, 10 June 2026
Ilustrasi pertaruhan masa depan ekonomi Indonesia di antara berbagai sistem ekonomi.--

Perjudian Besar

Wednesday, 10 June 2026

Pos Populer

  • PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    PENAS XVII: Dikbudprov Libatkan Masyarakat Siapkan Ribuan Polopalo, Aleg Deprov Femmy Udoki Beri Apresiasi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Harga Pertamax Naik

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    21 shares
    Share 8 Tweet 5
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.