logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Kantong Plastik

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Sunday, 24 January 2021
in Disway
0
Kantong Plastik
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

TOPIK seminar di Zoom ini awalnya soal marketing. Yang mengadakan memang MarkPlus. Tapi, karena pembicaranya saya, Hermawan Kartajaya, bos MarkPlus, minta topiknya diubah: pengalaman saya menjadi pasien Covid-19.

Ini jadwal lama. Sebelum saya kena Covid. Tiap hari MarkPlus bertanya: apakah saya masih bisa memenuhi jadwal itu.

Akhirnya bisa: dari kamar rumah sakit ini.

Rupanya beberapa peserta zoominar juga baru sembuh dari Covid-19. Seperti Dino Patti Djalal, mantan Wamenlu dan Dubes RI di AS itu.

Related Post

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Bom Suci

Petir Agrinas

Maka, banyak pertanyaan justru di sekitar Covid-19. Untung ada dr Fathema Djan Rachmat di forum itu. Saya minta beliau saja yang menjawab. Terutama yang sangat teknis-medis.

Enam tahun saya tidak bertemu dr Fathema. Begitu sering, dulu, saya rapat dengan beliau. Sampai saya hafal teori-teori manajemen rumah sakit hasil pemikirannyi.

Salah satunya: ”Rumah sakit itu baru efisien kalau jumlah tempat tidurnya paling sedikit 1.000.”

Dokter Fathema (alumnus Universitas Indonesia) sekarang sudah menjadi Dirut holding rumah sakit BUMN. Dengan total kapasitas 6.000 kamar.

Ada juga yang menyinggung soal alat tes Covid yang ditemukan Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta, itu. Yang saya tulis di Disway dua hari lalu. Konon ada masalah besar: teknis peniupannya sulit. Yakni, ketika orang harus meniupkan udara ke dalam kantong plastik. Banyak yang gagal.

Saya pun melakukan klarifikasi ke penemu alat itu: Prof Dr Kuwat Triyana. Benarkah demikian. Saya telanjur berharap banyak: GeNose yang ditemukan Prof Kuwat itu bisa menyelesaikan banyak hal di bidang testing Covid-19.

”Kasus gagal tiup itu terjadi ketika uji coba masih di tingkat awal,” ujar Prof Kuwat kemarin. ”Itu terjadi di bulan Oktober-November 2020,” tambahnya.

Waktu itu, katanya, yang digunakan adalah kantong plastik biasa. Orang meniupkan udara ke kantong itu. Lalu, plastiknya di-pluntir, diikat. Ketika udara itu dimasukkan ke alat GeNose, tidak bisa dibaca lagi.

Itu sudah diperbaiki. Sudah ada pemasok kantong plastik yang memenuhi syarat. Kantong plastik yang standar medis. Bukan standar makanan. Sudah dilengkapi kunci penutup.

Penyempurnaan tidak hanya di kantong plastik. Juga di prosedur tes. Alat itu ternyata baru bisa bekerja kalau ditempatkan di lingkungan yang tepat. Yakni, yang udara sekitarnya bersih. ”Di teras atau di bawah tenda adalah yang terbaik,” ujar Prof Kuwat. ”Jangan di ruangan yang berdekatan dengan bahan-bahan kimia,” tambahnya.

Maka, belakangan Prof Kuwat menambahkan sensor di alat itu. Begitu sensornya hijau, berarti udara sekitarnya ideal untuk GeNose.

Ada lagi: GeNose baru bisa berfungsi setelah 30 menit di-”on”-kan. Untuk menunggu suhu di dalam alat itu mencapai 300 derajat Celsius. Kalau dinyalakan langsung dipakai, hasilnya tidak akurat.

”Tiga hal itu sudah kami koreksi,” ujar Prof Kuwat. Sudah ideal, katanya.

Inilah tes Covid cara baru: pakai udara dari mulut. Dalam tiga menit ketahuan hasilnya.

”Pertamina sudah memesan 500 unit,” ujar Prof Kuwat.

Pertamina memang sudah menggunakan GeNose. Lima buah. Di Pertamina Logistik di Sunter, Jakarta.

Di situ tiap hari Pertamina harus mengetes 400 orang. Yakni, mereka yang datang dan pergi ke anjungan sumur minyak di lepas pantai. Dengan GeNose itu tidak masalah lagi. Apalagi, biayanya begitu murah: sekitar Rp 35.000/orang.

Ternyata UGM sendiri yang akan memproduksi GeNose. UGM memang punya perusahaan komersial. Untuk memproduksi temuan-temuan universitas itu.

Khusus GeNose tersebut, yang memproduksi adalah PT Swayasa Prakarsa, 100 persen sahamnya milik UGM. Masih ada PT-PT lain di UGM. Untuk mengomersialkan penemuan yang lain lagi.

Direktur Swayasa Prakarsa adalah alumnus fakultas farmasi 1991: Bondan Ardiningtyas. Putri Wonosobo. Saya pernah rapat dengan Bu Bondan enam tahun lalu. Di Jakarta. Juga di Jogja.

Selain GeNose, Bu Bondan juga akan memproduksi ventilator ICU. Juga temuan UGM sendiri. ”Sekarang masih tahap uji coba klinis,” ujar Bu Bondan kemarin.

Saya lega mendapat penjelasan itu. GeNose harus berhasil. Ia akan jadi game changer penanganan Covid-19 di Indonesia.

Saya jadi ingat Tiongkok. Di sana penemu mendapat saham di perusahaan yang memproduksi penemuan seperti itu. Setidaknya 5 persen.

Prof Kuwat hanya tertawa lebar ketika saya tanya soal itu. Saya memang hanya bertanya. Saya juga sudah tahu jawabnya. (*)

Tags: Dahlan IskanDiswayKantong Plastik

Related Posts

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Next Post
Kata Dokter Soal Bayi Diberi Miras :  Fatal, Bisa Menurunkan Kesadaran

Kata Dokter Soal Bayi Diberi Miras : Fatal, Bisa Menurunkan Kesadaran

Discussion about this post

Rekomendasi

Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

Tuesday, 3 March 2026
Airlangga Hartarto

Cek Rekening THR so Cair, ASN/TNI/Polri Mulai Dibayarkan, Ojol Juga Dapat

Wednesday, 4 March 2026

Pos Populer

  • BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

    10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    56 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.