logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Deal Sabrina

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Tuesday, 8 December 2020
in Disway
0
Deal Sabrina
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Tujuan IsAm

Krisis Bahlil

Bom Suci

Petir Agrinas

Oleh :
Dahlan Iskan

SESEKALI hidup itu harus hilang untuk sesuatu yang sia-sia. Itulah yang juga dialami Sabrina Meng. Yang sudah dua tahun ini berada dalam tahanan. Di rumahnyi yang di Vancouver, Kanada.

Baru seminggu terakhir isyarat terang muncul. Penuh harapan. Kementerian Hukum Amerika Serikat punya langkah baru: membuka kemungkinan bagi Meng untuk segera bebas. Asalkan sepakat untuk mengakui melakukan kekeliruan.

Harian Wall Street Journal, New York, yang mula-mula mengungkapkan itu. Lima hari lalu. Sampai kemarin isyarat itu terus bersambut kian positif.

Kekalahan Donald Trump di Pilpres 3 November lalu kelihatannya membawa dampak ke mana-mana. Termasuk ke nasib Sabrina Meng, putri pendiri Huawei dari istri pertama itu.

Hanya itu deal yang terungkap. Apakah itu terkait bisnis Trump? Atau akibat desakan Kanada? Apakah juga ada hubungan dengan lobi HSBC? Semua itu masih harus ditunggu.

Jangan-jangan Trump sendiri tidak tahu. Jangan-jangan semua itu sepenuhnya inisiatif Jaksa Agung William Barr –orang kepercayaan Trump di lingkaran utama.

Seminggu terakhir hubungan Barr dengan Trump memang menjadi kurang baik. Yakni ketika minggu lalu Barr menyatakan tidak cukup bukti untuk mengatakan bahwa Pilpres yang lalu itu penuh kecurangan.

Padahal Trump beredar ke mana-mana untuk mengatakan Pilpres kemarin penuh kecurangan. Maka lantas muncul spekulasi bahwa kemungkinan besar Barr akan dicopot –di masa injury time sekarang ini.

Belum ada respons yang memadai dari pihak Huawei. Tapi mulai muncul harapan besar di Kanada: bahwa dua warga Kanada yang lagi ditahan di Tiongkok juga bisa segera dilepas. Yakni diplomat Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor.

Kanada percaya penahanan dua orang itu terkait dengan penangkapan Meng oleh polisi Kanada –atas permintaan Amerika.

Banyak yang berharap kebebasan Meng itu bisa  terjadi sebelum Natal. Demikian juga dua warga Kanada tersebut.

Meng sendiri tidak terlihat sangat menderita dalam status tahanannyi itu. Setidaknya secara lahiriah. Bahkan dia sempat merasakan hikmahnya. “Tidak pernah saya merasa begitu dekat dengan 180.000 karyawan Huawei,” katanyi tahun lalu. Dia merasa terharu mendapat laporan bahwa karyawan Huawei sering tidak tidur sepanjang malam. Untuk mengikuti jalannya sidang pengadilan di Kanada –yang beda waktu.

Meng adalah wakil CEO Huawei yang juga merangkap direktur keuangan. Tiba-tiba saja 1 Desember dua tahun lalu ditahan di bandara Vancouver. Waktu itu Meng dalam perjalanan Hongkong-Meksiko. Transit dulu di  Vancouver –ingin mampir ke rumahnyi.

Meng dituduh melanggar sanksi Amerika terhadap negara Islam Iran. Yakni menjual peralatan telekomunikasi ke Iran, lewat perusahaan bernama Skycom.

Amerika menilai Skycom adalah perusahaan di dalam grup Huawei sendiri. Tapi Meng mengatakan tidak. Memang Skycom dulunya anak perusahaan Huawei di Hongkong. Tapi sudah lama dilepas.

Ternyata Amerika punya bukti bahwa Skycom masih berada di bawah kontrol Huawei. Dan itu, menurut Amerika, diakui sendiri oleh Meng.

Bukti itu ada di tangan Amerika. Yakni berupa dokumen power point. Dokumen itu diserahkan oleh Meng sendiri ke Bank HSBC Hongkong. Tahun 2013.

Transaksi Huawei dengan Iran –lewat Skycom– itu memang melalui HSBC.

Meng tidak merasa ragu ketika menjelaskan semua transaksi itu ke HSBC.

Tapi rupanya ada satu kalimat di power point itu yang multitafsir. Yang oleh intelijen bisa dianggap bukti.

Rupanya HSBC minta penjelasan ke Meng seberapa Skycom itu bisa dipercaya. Maka di presentasi sambil makan siang di Hongkong itu Meng menampilkan power point. Dia mengatakan bahwa hubungan Huawei dengan Skycom “a normal and controllable relation“.

“Controllable” di situlah yang ditafsirkan sebagai ”di bawah kontrol”.

Mungkin, dalam suasana normal, kalimat seperti itu tidak mencurigakan. Tapi dua tahun lalu Trump kan memang lagi sensi-sensinya terhadap Tiongkok –termasuk terhadap teknologi tingginya.

Maka dicari atau pun dicari-cari akibatnya sama: Meng harus menjalani masa tahanan di negara lain. Waktunya yang begitu mahal terbuang sia-sia di sana. Selama lebih 2 tahun.

Maka kalau kini memang bisa deal, apa pun, itu akan lebih baik. Daripada konflik berkepanjangan. Pun merembet ke mana-mana.

”Ke mana-mana” itu termasuk ke HSBC. Bisa saja diam-diam Tiongkok akan juga ”menghukum” HSBC. Secara bisnis. Dianggap sebagai bank yang tidak bisa dijadikan sahabat.

Sebelum adanya kabar baru itu  pengacara Meng memang mulai mempersoalkan terjadinya pelanggaran proses penegakan hukum.

Yakni bagaimana bisa Meng diperiksa di bandara tanpa didampingi pengacara. Apalagi hari itu, di bandara itu, terjadi menyitaan dan pembongkaran terhadap barang-barang elektronik milik Meng. Termasuk mengambil data dari dalam laptop, tablet dan hand phone Meng.

Sulitnya lagi polisi yang di bandara itu bertugas memeriksa Meng kini sudah pensiun. Lalu bekerja di Macau –Tiongkok.

”Deal” di luar hukum itu kini menjadi pusat perhatian dunia. Proses hukum di Kanada itu sendiri belum tentu selesai dalam tiga tahun.

Itu baru pengadilan untuk menentukan apakah Meng bisa diekstradisi ke Amerika atau tidak. Belum ke pengadilan pokok perkaranya. Yang tidak bisa dilakukan di Kanada.

Dan lagi, tujuan melemahkan Huawei ternyata juga tidak tercapai. Boleh dikata juga sia-sia. Huawei tetap bertumbuh –pun dalam keadaan dihantam pandemi. Dalam dua tahun masa penahanan Meng, iPhone justru merosot ke peringkat 4 dunia. Setelah Huawei, Samsung, dan Xiaomi.

Maka inilah menjelang Natal yang mendebarkan bagi Meng dan keluarga besar Huawei.

Sementara menunggu deal itu, Meng tetap harus hanya di rumahnya seharga Rp 70 miliar di Vancouver itu. Dengan gelang pemantau di kakinyi. Dengan suami di sampingnyi: Carlos Liu Xiaozong.

Itulah untuk kali pertama,  dalam perkawinan mereka, bisa terus bersama. Selama dua tahun tanpa jeda.

Berarti tidak ada di hidup ini yang sepenuhnya sia-sia.(*)

Tags: Dahlan IskanDeal SabrinaDisway

Related Posts

Ilustrasi strategi perang Israel-Amerika dalam menyerang Iran.--

Tujuan IsAm

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan potensi krisis listrik dampak dari perang Israel vs Iran.--

Krisis Bahlil

Wednesday, 4 March 2026
Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Next Post
Polda : Jangan Berani Konvoi 

Polda : Jangan Berani Konvoi 

Discussion about this post

Rekomendasi

Prof. Eduart Wolok

Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

Wednesday, 4 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

Wednesday, 4 March 2026
BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

Tuesday, 3 March 2026
Airlangga Hartarto

Cek Rekening THR so Cair, ASN/TNI/Polri Mulai Dibayarkan, Ojol Juga Dapat

Wednesday, 4 March 2026

Pos Populer

  • BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

    10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    59 shares
    Share 24 Tweet 15
  • Studi Dokter Spesialis so Ada di UNG

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Audiensi Strategis: Investor Jepang Gali Informasi Legalitas dan Dampak Sosial PT BJA

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.