logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

PKS Oranye

Jitro Paputungan by Jitro Paputungan
Friday, 4 December 2020
in Disway
0
PKS Oranye
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Related Post

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Cuci Uang

Oleh:
Dahlan Iskan

KONFLIK kadang membawa kebaikan. Tentu saya tidak tahu akar konflik di PKS yang sampai melahirkan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia.

Tapi saya melihat PKS berubah tidak lama setelah itu. Setidaknya logo partai itu baru saja berubah. Perubahan itu diresmikan di Munas PKS pekan lalu.

Gambar kabah di tengah logo itu dihilangkan. Lalu, kesan warna keseluruhannya menjadi oranye: warna Belanda. Dari warna ke-Arab-Araban menjadi warna ke-Belanda-Belandaan.

Bintang sabit kembarnya masih ada. Tinggal itu yang masih terlihat Islam.

PKS kelihatannya ingin menjadi semakin ”meng-Indonesia”.

Dan lagi warna baru logo PKS itu kelihatannya semakin mendekat ke  merah –bukan dari putih ke warna hijau.

Logo adalah simbol. Simbol adalah perlambang.

Pertanda-pertanda apakah semua itu?

PKS sering mengundang orang luar untuk berbicara di forum mereka. Saya termasuk salah satu orang luar itu. Dulu. Lama sekali.

Di forum pimpinan PKS itu saya menyampaikan apa adanya –yang ada di pikiran saya waktu itu. Yang masih relevan sampai sekarang ini: bahwa PKS itu berada di persimpangan jalan.

Kalau ingin terus mempertahankan warna yang sekarang, ukuran PKS ya akan segini-segini saja. Kalau toh membesar tidak akan banyak.

Kalau kenaikan seperti itu diproyeksikan secara statistik maka diperlukan ratusan tahun untuk bisa mencapai tujuan berpolitik: meraih kekuasaan.

Itu pun kalau tidak keburu ”meledak” dari dalam.

Maka, kalau ingin bisa besar, PKS harus hijrah.

Beranikah?

Jangan-jangan kalau meninggalkan warna yang ada sekarang justru kehilangan basisnya sendiri.

Itulah yang saya sebut sebagai persimpangan jalan itu. Bisa ke arah surga tapi bisa juga ke arah neraka. Bisa ke jalur restoran bisa juga ke arah jalur kuburan.

Saya masih ingat saran saya ketika itu –sebagai orang luar: PKS harus berani mengubah ideologi. Sekaligus untuk kebaikan Indonesia. Dari ideologi Islam ke ideologi kesejahteraan. Agar tetap berasa Islam, tidak masalah kalau diberi penjelasan: kemakmuran dunia dan akhirat.

Tapi –dan inilah enaknya orang yang modalnya hanya ngomong– saya tidak bertanggung jawab kalau dengan perubahan itu PKS justru kehilangan basisnya.

Yang bisa menghitung tentu orang PKS sendiri. Jangan sampai ”lahan baru gagal di dapat, lahan lama telanjur hilang”. Kalau itu yang terjadi hanya akan ibarat pepatah: mengejar lobster kehilangan benur.

Yang jelas saya tetap berpendirian “ideologi yang masih akan laku di masa depan adalah ideologi kemakmuran”.

Kemakmuran itu hanya bisa diraih lewat ketenteraman yang panjang. Tidak ada kemakmuran yang tercipta lewat perang, konflik, kerusuhan, atau heboh-heboh.

Memang ada orang yang bahagia lewat huru-hara. Tapi percayalah yang begitu itu tidak banyak –dalam persentase. Sayangnya suara yang tidak banyak itu mendominasi angkasa.

Tapi sepanjang jalur demokrasi tetap jadi pegangan tidak akan ada tempat politik aliran sempit.

Heboh-rusuh adalah perjuangan di jalur revolusi. Kemakmuran adalah perjuangan di jalur demokrasi.

Tentu saya juga mencatat ini: sudah lama PKS ingin lebih ke tengah. Misalnya, ketika memilih melaksanakan Munas di Bali yang didominasi merah. Pun dengan tampilan Munas yang sangat Bali.

Saya juga melihat PKS bisa menerima caleg non-muslim. Meski masih khusus di basis non-muslim. Saya pernah bertemu teman Kristen yang ternyata anggota DPRD dari PKS.

Tapi saya juga melihat selalu saja ada godaan untuk ke kanan lagi, ke kanan lagi.

Saya tidak tahu apakah soal ini yang membuat lahirnya partai Gelora.

Saya pernah diundang acara besar Partai Gelora. Bulan lalu. Saya melihat warna partai ”pecahan” PKS ini memang lebih ke tengah.

Ramai-ramai ke tengah adalah gejala yang sangat baik untuk Indonesia. Tentu lebih baik lagi kalau yang di kiri juga kian ke tengah.

Kita tidak bisa mengabaikan kenyataan ini: kanan dan kiri. Sama-sama besar. Kalau kanan yang menang, kiri akan heboh. Kalau kiri yang menang kanan akan heboh.

Kelompok tengah selalu yang jadi korban. Kelompok tengah ini selalu berharap agar yang berkuasa di negara ini adalah kiri-dalam atau kanan-dalam. Bukan kiri-luar atau kanan-luar.

Sebelum itu tercapai, kelompok tengah harus lebih sabar menunggu kemajuan cepat Indonesia.

Indonesia punya peluang sangat besar untuk maju dengan cepat. Asalkan tidak ada ‘‘winner takes all’‘. Asal pemenang pemilu tidak merasa berhak mengambil keseluruhannya.

Kita bukan Amerika, yang Joe Biden hanya menang 0,25 persen tapi mendapatkan 100 persen kursi di Georgia.

Atau, seperti kata-kata Anis Matta, ketua umum Gelora, yang saya dengar di acara tersebut: “Langit itu sebenarnya tidak tinggi-tinggi amat, hanya kita yang terbang terlalu rendah”.

Dengan logo barunya itu PKS kelihatan ingin terbang tinggi. Apalagi setelah melihat lahan lamanya tidak akan diambil Gelora.

Logo baru itu menandakan PKS sedang ”berubah” dengan strategi ”bergeser”. Warna baru itu memang terasa lebih segar dan meriah. Tapi adil dan sejahtera memang masih begitu jauhnya.(*)

Tags: Dahlan IskanDiswayPKS Oranye

Related Posts

Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Febrie Loblobly

Febrie Loblobly

Wednesday, 15 July 2026
Next Post

Why do we fail at speaking English? Penyebab dan solusinya

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 21 Juli 2026

Rekomendasi

Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

Tuesday, 21 July 2026
Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Yosonegoro

Korsleting Listrik Picu Kebakaran di Yosonegoro

Tuesday, 21 July 2026
Mantan Kades di Pohuwato Resmi Ditahan, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Staf Desa

Mantan Kades di Pohuwato Resmi Ditahan, Diduga Lakukan Pencabulan Terhadap Staf Desa

Tuesday, 21 July 2026
Skandal Command Center, Kejati Jebloskan Tiga Tersangka ke Lapas

Skandal Command Center, Kejati Jebloskan Tiga Tersangka ke Lapas

Tuesday, 21 July 2026

Pos Populer

  • APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    APH di Gorontalo Solid, Kapolda, Kapolres Silaturahim ke Markas TNI-Kejaksaan

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    30 shares
    Share 12 Tweet 8
  • Pengumuman Libur Khusus Final Pildun di Gorontalo Hoaks

    28 shares
    Share 11 Tweet 7
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.