Gorontalopost.co.id, SEMARANG – Pembinaan qari dan qariah di Kabupaten Gorontalo tidak boleh hanya digenjot menjelang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Pembinaan harus berjalan terus-menerus agar kemampuan peserta benar-benar siap bersaing di tingkat nasional.
Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus saat menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Sabtu (12/9). Tonny yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Gorontalo menilai pembinaan berkelanjutan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas qari dan qariah daerah.
Menurut dia, persiapan menghadapi MTQ tidak cukup dilakukan dalam waktu singkat. Talenta yang dimiliki putra-putri Gorontalo perlu dibina secara konsisten sehingga kemampuan mereka terus berkembang dan mampu menghadapi persaingan di tingkat nasional. “Pembinaan qari dan qariah perlu dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya menjelang pelaksanaan MTQ saja,” ujar Tonny.
Ia mengatakan pembinaan yang konsisten juga diperlukan untuk memperluas regenerasi. Dengan pola pembinaan yang berjalan sepanjang waktu, LPTQ tidak hanya bergantung pada peserta yang sama setiap kali menghadapi ajang MTQ.
Bagi Tonny, prestasi di tingkat nasional merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang. Karena itu, pengembangan kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an perlu terus diberi ruang, terutama bagi generasi muda.
Tonny menghadiri pembukaan MTQ Nasional XXXI bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur dan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Eman Kadir. MTQ Nasional XXXI mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dalam sejumlah cabang perlombaan Al-Qur’an.
Bagi Kabupaten Gorontalo, ajang tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melihat sejauh mana pembinaan qari dan qariah daerah mampu menghasilkan peserta yang kompetitif di level nasional. (adv)













Discussion about this post