Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemandangan pengemudi becak motor (bentor) melaju tanpa mengenakan helm masih menjadi fenomena yang sulit dihilangkan di Kota Gorontalo. Ironisnya, banyak pengemudi justru memilih menggantung helm di bodi bentor sebagai pelengkap semata daripada memakainya untuk melindungi kepala saat berkendara.
Berbagai alasan pun dilontarkan. Mulai dari merasa gerah, tidak nyaman, hingga mengaku kesulitan berkomunikasi dengan penumpang jika mengenakan helm. Padahal, alasan tersebut tidak dapat mengesampingkan kewajiban mematuhi aturan lalu lintas yang dibuat untuk melindungi keselamatan pengendara.
Di sejumlah titik keramaian, masih mudah dijumpai pengemudi bentor yang mengemudikan kendaraannya tanpa helm. Sebagian baru mengenakannya ketika melihat adanya razia atau petugas kepolisian di jalan. Bahkan tidak sedikit yang hanya menggantung helm di setang atau sisi kendaraan agar terkesan telah membawanya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius Satuan Lalu Lintas Polres Gorontalo Kota. Selain berpotensi membahayakan keselamatan pengemudi, pelanggaran tersebut juga dinilai dapat memengaruhi budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Kasatlantas Polres Gorontalo Kota, AKP Nurmaya Kasim, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesadaran para pengemudi bentor agar tertib dan taat terhadap aturan lalu lintas. Namun, hingga kini masih banyak pengemudi yang belum mematuhi ketentuan, terutama terkait penggunaan helm saat berkendara.
“Kami sudah banyak melakukan upaya untuk menumbuhkan kesadaran pengemudi bentor agar taat berlalu lintas. Namun, kenyataannya masih banyak yang belum patuh terhadap aturan. Karena itu, kami terus mengedepankan langkah preemtif melalui edukasi dan sosialisasi, langkah preventif melalui kegiatan pengawasan dan penertiban, serta penegakan hukum (gakkum) terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan,” tegas AKP Nurmaya Kasim.
Dijelaskan mantan Kasatlantas Polres Gorontalo Utara ini, penggunaan helm bukan sekadar memenuhi aturan, melainkan merupakan perlindungan utama ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
“Helm bukan aksesori, tetapi perlengkapan keselamatan yang wajib digunakan setiap pengendara. Kami masih menemukan pengemudi bentor yang membawa helm tetapi tidak dipakai, bahkan hanya digantung di kendaraan. Kebiasaan seperti ini harus diubah karena keselamatan tidak bisa ditawar,”tutup AKP Nurmaya. (roy)













Discussion about this post