Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pemerintah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo mengambil langkah cepat dalam penanganan inflasi di daerah. Salah satunya memberlakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan memberikan subsidi pada sejumlah komoditi pangan, seperti daging sapi.
Harga daging sapi saat ini mencapai Rp 150-160 ribu per kg. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membuat daya beli masyarakat melemah, sehingga pemerintah memberlakukan subsidi, yakni daging sapi dijual dengan harga Rp 135 ribu per kg.
Subdisi daging sapi diberlakukan di pasar Sentral Kota Gorontalo, dan Pasar Kayubulan, Limboto, Kabupaten Gorontalo. Petugas dari instansi terkait ditempatkan di lokasi penjualan daging, dimana masyarakat yang hendak membeli daging diminta untuk dapat menunjukan KTP, kemudian memperoleh kupon subsidi.
“Harga daging itu kalau hari ini Rp 150 ribu per kg. Biasa naik sampai Rp 160 ribu,”kata Husain Laiya, pedagang daging sapi di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Ia mengatkaan, dengan disubsidi, maka harga jual adalah Rp 135 ribu. Menurutnya, kebijakan subsidi sangat tepat, lantaran pelanggannya tetap bisa membeli daging.
“Pelanggan saya itu biasanya yang rumah makan-rumah makan, atau tukang bakso. Kasian juga mereka, kaget harganya sudah mahal. Dengan subsidi ini mereka terbantu, tetap bisa beli. Ya, kalau masih Rp 135 ribu, itu masih wajar,”terangnya.
Memang kata dia, harga daging sapi terus naik, pasokan sapi dari pedagang sapi juga harganya makin mahal. “Ya mau bagaimana, kondisinya begitu dari pedagang sapi,”ujarnya. Setiap hari, lanjut dia, dengan harga subsidi, ia bisa menjual daging sapi satu bahkan hingga dua ekor sapi. “Alhamdulillah laris, karena harganya masih wajar,”teragnya.
Sekda Provinsi Gorontalo, Sofyan Ibrahim yang memantau perkembangan harga kebutuhan pokok bersama TPID Gorontalo, Selasa (14/7) mengatakan, GPM dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama pada bahan pokok utama, termasuk beras, minyak goreng, ikan, cabai, tomat, bawang merah, bawang putih.
Dari hasil pemantauan, kata Sofian, menunjukkan harga sejumlah komoditas mulai bergerak lebih stabil dibandingkan satu hingga dua pekan sebelumnya. “Alhamdulillah perkembangan harga sudah mulai membaik dibandingkan minggu lalu maupun dua minggu yang lalu. Mudah-mudahan kondisi ini terus terjaga sehingga komoditas yang selama ini menjadi penyumbang inflasi dapat kembali stabil,” ujarnya.
Ia optimis, angka inflasi bulan Juli, akan terus membaik dan terkendali. “Kami berharap dengan mulai turunnya harga beberapa komoditas, inflasi Gorontalo pada Juli 2026 juga ikut menurun,” katanya. (tro)














Discussion about this post