Gorontalopost.co.id, GORONTALO – Satuan Brimob Polda Gorontalo terus memperkuat kesiapsiagaan personelnya dalam menghadapi ancaman bahan berbahaya melalui Latihan Pemeliharaan Kemampuan (Lat Harpuan) Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir (KBRN).
Memasuki materi lanjutan, personel Detasemen Gegana dibekali keterampilan teknis mulai dari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), proses dekontaminasi, hingga simulasi evakuasi korban dari area yang terkontaminasi.
Latihan yang digelar pada Rabu (15/7/2026) itu merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan personel agar tetap profesional dan siap menjalankan tugas dalam berbagai kondisi darurat yang melibatkan ancaman bahan kimia, biologi, radiologi, maupun nuklir.
Dalam sesi praktik lapangan, para personel terlebih dahulu menerima pembekalan mengenai pengenalan peralatan KBRN beserta fungsi dan cara pengoperasiannya. Selanjutnya, mereka mempraktikkan penggunaan APD sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk meminimalkan risiko paparan zat berbahaya saat bertugas.
Materi kemudian dilanjutkan dengan simulasi dekontaminasi personel, yaitu proses pembersihan dari paparan bahan berbahaya sebelum memasuki area aman. Tahapan ini menjadi salah satu prosedur penting dalam penanganan insiden KBRN guna mencegah penyebaran kontaminasi yang dapat membahayakan petugas maupun masyarakat.
Tidak hanya itu, personel juga dilatih melakukan evakuasi dan pengangkatan korban dari lokasi yang terpapar kontaminan. Dalam simulasi tersebut, setiap anggota dituntut mampu menerapkan teknik penyelamatan yang cepat, tepat, dan aman tanpa mengabaikan keselamatan korban maupun tim penyelamat.
Komandan Satuan Brimob Polda Gorontalo, Kombes Pol. Danu Waspodo, S.I.K., menegaskan bahwa latihan pemeliharaan kemampuan merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas dan profesionalisme personel, khususnya yang bertugas pada kemampuan khusus KBRN.
“Kemampuan personel tidak cukup hanya dimiliki, tetapi harus terus dipelihara melalui latihan yang berkesinambungan. Pada materi lanjutan ini, personel dibekali keterampilan penggunaan peralatan KBRN, pemakaian APD, proses dekontaminasi, hingga teknik evakuasi korban sesuai SOP.
Seluruh tahapan tersebut merupakan kompetensi yang wajib dikuasai agar setiap personel mampu bertindak cepat, tepat, aman, dan profesional ketika menghadapi situasi darurat yang melibatkan ancaman bahan berbahaya. Dengan kesiapan yang terus terjaga, Brimob Gorontalo siap memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” tegas Kombes Pol. Danu Waspodo.
Menurutnya, dinamika ancaman yang semakin kompleks menuntut setiap personel Detasemen Gegana untuk terus meningkatkan kompetensi melalui latihan yang terencana dan berkesinambungan. Dengan kemampuan yang selalu terpelihara, personel diharapkan mampu memberikan respons cepat dan efektif terhadap setiap potensi ancaman yang melibatkan bahan berbahaya. (roy)












Discussion about this post