Selain memantau harga, TPID memastikan stok pangan di Gorontalo masih dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan Dinas Ketahanan Pangan, ketersediaan sejumlah komoditas utama masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pemerintah juga memperkuat distribusi bawang merah, bawang putih, dan cabai. Sebagian pasokan cabai didatangkan dari Palu untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar. Sofian menjelaskan, kenaikan harga yang terjadi sebelumnya dipengaruhi meningkatnya permintaan selama pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) di Gorontalo.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Ciptoning Suryo Condro mengatakan pasokan cabai diperkirakan akan bertambah karena sejumlah daerah sentra produksi mulai memasuki masa panen. “Berdasarkan informasi, beberapa daerah sudah mulai panen. Harapannya, hasil panen itu dapat menambah pasokan cabai di pasar,” kata Ciptoning.
Ia juga menilai lonjakan harga beberapa waktu lalu diduga dipengaruhi tingginya kebutuhan pangan selama berlangsungnya kegiatan berskala nasional di Gorontalo. “Kemarin ada dugaan kenaikan harga dipengaruhi adanya kegiatan nasional yang menyerap cukup banyak bahan makanan. Harapannya setelah kegiatan selesai dan langkah antisipatif pemerintah terus dilakukan, harga-harga mulai turun kembali,” ujarnya.
Sebelumnya, berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen, Provinsi Gorontalo pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 2,11 persen secara bulanan atau month-to-month (m-to-m). Adapun secara tahunan, inflasi tercatat sebesar 4,77 persen year-on-year (yoy).
Tekanan inflasi terutama bersumber dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Sejumlah komoditas pangan tercatat menjadi penyumbang utama, antara lain cabai rawit, bawang merah, tomat, serta beras. Keterlibatan langsung pimpinan daerah dan anggota TPID menunjukkan komitmen bersamadalam menjaga keterjangkauan harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Melalui Gerakan Pangan Murah, pemerintah melakukan intervensi secara terukur dengan menyediakan komoditas pangan strategis pada tingkat harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga keseimbangan harga di pasar. (tro)













Discussion about this post