Akun tersebut juga membagikan tangkapan layar yang menginformasikan bahwa korban ditemukan tak bernyawa oleh rekan sejawat saat mendatangi tempat kos. “Kejadiannya beliau semestinya jaga Minggu pagi ini, namun karena enggak datang, dicek ke kosannya. Diketok enggak dibukain, ternyata udah enggak bernyawa” tulis pesan tangkapan layar. “Katanya yang menemukan sesama PPDS, karena menurut info almarhum PPDS semester awal, jadi tekanan pasti berat”.
Meninggalnya dokter Adrian pun mengundang duka dan perhatian luas dari kalangan tenaga kesehatan. Ucapan belasungkawa turut disampaikan Kementerian Kesehatan melalui akun Instagram resminya sebagai bentuk penghormatan atas kepergian almarhum. Kemenkes juga memerintahkan RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado untuk menghentikan sementara pelaksanaan PPDS Anestesiologi. Kebijakan tersebut diambil menyusul dugaan kasus perundungan terhadap salah satu peserta program. Berdasarkan surat keputusan bernomor HK.02.03/D.XV/5427/2026 Direktur Utama RSUP Prof. Dr. RD Kandou, Starry Homenta Rampengan, menyampaikan bahwa pihak rumah sakit telah melakukan investigasi internal secara terpadu bersama Fakultas Kedokteran Unsrat. (disway)














Discussion about this post