logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Provinsi Gorontalo

PENAS XVII Kaltim Utus Peserta Terbanyak, Gubernur Gusnar Evaluasi LO, Harap Data Update Setiap Saat

Lukman Husain by Lukman Husain
Tuesday, 9 June 2026
in Provinsi Gorontalo
0
Gubernur Gusnar Ismail memimpin rapat evaluasi kesiapan LO PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rujab Gubernur Gorontalo, Senin (8/6). (Foto: Dok-Pemprov/Valen)

Gubernur Gusnar Ismail memimpin rapat evaluasi kesiapan LO PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Aula Rujab Gubernur Gorontalo, Senin (8/6). (Foto: Dok-Pemprov/Valen)

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Gorontalopost.co.id, GORONTALO –- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengumpulkan Liaison Officer (LO) pendamping kontingen dalam pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani-Nelayan XVII tahun 2026 di Gorontalo, Senin (8/6).

Dalam kesempatan itu, Gubernur yang didampingi Sekda Sofian Ibrahim, dan Kadis Ketahanan Pangan dan Hortikultura Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario melakukan evaluasi kesiapan LO, dan unsur panitia penyelenggara PENAS XVII.

Dalam rapat tersebut, masing-masing LO melaporkan perkembangan terbaru jumlah peserta, kehadiran kepala daerah, jadwal kedatangan, kesiapan homestay/hotel, hingga kebutuhan transportasi kontingen dari masing-masing provinsi.

Kalimantan Timur tercatat sebagai salah satu kontingen terbesar dengan 556 peserta, disusul Sulawesi Tengah 508 peserta, Sulawesi Tenggara 306 peserta, Kalimantan Selatan 298 peserta, Sulawesi Utara 290 peserta, Aceh 270 peserta, dan Sumatera Utara 261 peserta.

Related Post

Wagub Idah Bersama Keluarga Salat Iduladha di Masjid Asy-Syahidah

Gusnar: Istri Pejabat jadi Gas–Rem Korupsi, Pejabat Pemprov Boyong Pasangan Ikuti Bimtek KPK

Portal Data ‘Pentagon’, Gubernur Gusnar: Membangun Data Berarti Membangun Kepercayaan

Deprov Minta Kominfotik Tambah Anggaran KPID-KIP

Selain itu, Sumatera Selatan melaporkan 250 peserta, Kalimantan Utara 242 peserta, Sulawesi Selatan 229 peserta, Maluku Utara 180 peserta, Kalimantan Tengah 180 peserta, Papua Barat Daya 159 peserta, Papua Tengah 148 peserta, serta Maluku sebanyak 140 peserta.

Sementara itu, Jawa Barat mengonfirmasi 124 peserta, Nusa Tenggara Barat 115 peserta, Riau 73 peserta, Lampung 68 peserta, Jawa Tengah 66 peserta, Daerah Istimewa Yogyakarta 61 peserta, Jawa Timur 58 peserta, Sumatera Barat 50 peserta, Jambi 31 peserta, Bengkulu 23 peserta, Kalimantan Barat 20 peserta, Kepulauan Riau 14 peserta, dan Papua Selatan 5 peserta.

Selain kontingen dari berbagai provinsi, panitia juga menerima laporan kesiapan peserta lokal dari Gorontalo yang akan dilibatkan dalam sejumlah kegiatan PENAS XVII. Berdasarkan data sementara yang disampaikan dalam rapat, Kabupaten Gorontalo Utara menyiapkan sekitar 3.000 peserta, Kabupaten Gorontalo 2.000 peserta, Kabupaten Bone Bolango 2.000 peserta, dan Kabupaten Boalemo 37 peserta.

Gusnar menekankan pentingnya pembaruan data secara berkala agar pemerintah daerah dapat memantau perkembangan peserta dan mengambil langkah cepat terhadap kebutuhan yang muncul menjelang pelaksanaan kegiatan. “Saya minta ada laporan ter-update. Jumlah kontingen yang akan datang, rincian pesertanya, pejabat yang hadir, semuanya harus bisa saya ikuti perkembangannya,” ujar Gusnar.

Menurutnya, keberhasilan Gorontalo sebagai tuan rumah tidak hanya ditentukan oleh kelancaran agenda utama, tetapi juga oleh kualitas pelayanan yang diberikan kepada seluruh peserta.

Karena itu, setiap LO diminta memahami secara detail kondisi kontingen yang menjadi tanggung jawabnya, mulai dari kedatangan, akomodasi, hingga kepulangan peserta. “Masing-masing penanggung jawab sudah harus tahu persis mulai sekarang, termasuk lokasinya dan persiapannya,” tegasnya.

Selain mengevaluasi kesiapan kontingen, rapat juga membahas kondisi venue yang akan digunakan untuk berbagai agenda PENAS. Gubernur meminta seluruh OPD penanggung jawab segera memastikan kesiapan lokasi kegiatan serta melakukan pemantauan secara langsung terhadap berbagai kebutuhan teknis di lapangan.

Menjelang pelaksanaan PENAS yang tinggal menghitung hari, Gusnar mengajak seluruh panitia dan LO untuk memperkuat koordinasi dan fokus menyelesaikan seluruh persiapan yang masih berjalan.

“Tinggal 12 hari lagi, saya harap kita lebih fokus menangani persiapan ini dan saling mengingatkan untuk melaksanakan apa yang sudah menjadi tanggung jawab kita. Insyaallah semua berjalan lancar,” pungkasnya. (tro)

Tags: Pekan Nasional Petani NelayanPENASPENAS XVIIPENAS XVII Gorontalo

Related Posts

Wagub Idah Bersama Keluarga Salat Iduladha di Masjid Asy-Syahidah

Wagub Idah Bersama Keluarga Salat Iduladha di Masjid Asy-Syahidah

Wednesday, 27 May 2026
Gusnar Ismail

Gusnar: Istri Pejabat jadi Gas–Rem Korupsi, Pejabat Pemprov Boyong Pasangan Ikuti Bimtek KPK

Thursday, 21 May 2026
Portal Data ‘Pentagon’, Gubernur Gusnar: Membangun Data Berarti Membangun Kepercayaan

Portal Data ‘Pentagon’, Gubernur Gusnar: Membangun Data Berarti Membangun Kepercayaan

Tuesday, 19 May 2026
Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), KIP, dan Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo hadir pada rapat kerja Komisi I DPRD dengan Dinas Kominfo dan Statistik, Senin (11/5). (Foto – Alfred Diskominfotik).

Deprov Minta Kominfotik Tambah Anggaran KPID-KIP

Wednesday, 13 May 2026
32 ASN Pemprov Gorontalo Berangkat Haji, Begini Harapan Gubernur Gusnar 

32 ASN Pemprov Gorontalo Berangkat Haji, Begini Harapan Gubernur Gusnar 

Sunday, 3 May 2026
Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Kapolda dan Kajati Gorontalo saat meninjau dan memilih makanan yang hadir pada stand UMKM khas Sunda pada Silaturahmi Akbar Paguyuban Pasundan, Selasa (14/4) malam. (Foto – Nova/ Diskominfotik).

Wagub Idah Satukan Perantau Pasundan di Gorontalo

Friday, 17 April 2026
Next Post
logo Toyota

Hasjrat Toyota Miliki Jaringan Luas, Tak Perlu Khawatir Layanan Purna Jual

Discussion about this post

Rekomendasi

Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

Tuesday, 9 June 2026
Suasana perayaan HUT ke-68 Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea pada Ahad (7/6/2026) malam, di rumah pribadinya. (Foto: Prokopim)

Perayaan HUT ke-68 Adhan, Tak Pake APBD, Dirayakan Bareng Anak Yatim

Tuesday, 9 June 2026
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea dan Wawali Indra Gobel tengah menikmati jajanan di Street Food Jilid II. (Foto: Prokopim)

Street Food Jilid II Diserbu Pengunjung, Omzet UMKM Capai Rp222 Juta dalam Semalam

Tuesday, 9 June 2026
Saya pikir itu rumor lama yang di-posting ulang di medsos: Chatib Basri akan jadi menteri keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Ternyata beda. Di rumor lama hanya berhenti sampai Chatib Basri jadi menkeu. Yang beredar sekarang ini ada lanjutannya: Purbaya dapat tugas baru sebagai gubernur Bank Indonesia. Tentu saya tahu Chatib Basri: Ia pernah jadi menteri keuangan di akhir masa jabatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saya juga mengikuti banyak karya tulisnya. Ia ekonom tulen. Ia hampir sama dengan Sri Mulyani tapi ada bedanya. Mereka sama-sama ekonom Universitas Indonesia tapi punya jalan berbeda setelah itu. Sri Mulyani produk Amerika. Chatib Basri ekonom lulusan Australia (the Australian National University, sebuah kampus riset di Canberra). Tulisan yang paling menyentak dari Chatib Basri diterbitkan di Kompas di akhir masa jabatan Presiden Jokowi. Sebenarnya cara Chatib menulis sudah sangat hati-hati tapi kejujuran yang muncul dari tulisan itu sangat menyentak: selama 10 tahun terakhir jumlah kelas menengah Indonesia mengalami penurunan sebanyak delapan juta orang. Itulah kali pertama ada ekonom yang melihat bahwa gemerlap ekonomi selama pemerintahan Jokowi ternyata menyimpan kenyataan pahit seperti itu. Pertumbuhan lima persen per tahun ternyata tidak membuat pendapatan per kapita rakyat Indonesia bisa mencapai angka USD5.000. Merosotnya jumlah kelas menengah itu sekaligus mengungkapkan sisi gelap pertumbuhan: siapa yang tumbuh. Kalau benar Chatib Basri akan menjadi menteri keuangan, sebenarnya seirama saja dengan misi Presiden Prabowo yang tampak sekarang. Sebenarnya banyak juga yang bimbang: biar pun pertumbuhan pendapatan per kapita kita amat-amat lambat, ekonomi Indonesia masih tergolong baik. Setidaknya lumayan. Lalu mengapa Presiden Prabowo berani mengubah yang sudah lumayan itu sampai membuat ekonomi terguncang begini berat –khususnya di kurs rupiah dan bursa saham? Salah satu jawabannya adalah tulisan Chatib Basri itu tadi: jumlah kelas menengah tidak boleh turun. Justru harus naik. Pendapatan per kapita tidak boleh berhenti di USD5.000. Itu bisa membuat Indonesia terjebak seperti diuraikan dalam teori "jebakan kelas menengah". Hanya saja sudah sangat jelas bahwa Chatib Basri adalah ekonom pro-pasar bebas. Ia belajar mendalam teori ekonomi seperti Keynesian, Monetarist, maupun Austrian School. Tapi ia bukan 100 persen pengikut aliran itu. Chatib masih percaya bahwa negara harus ikut campur dan mengarahkan. Maka kalau pun Chatib Basri itu tergolong aliran kanan, ia seorang pemain kanan dalam –bukan kanan luar murni seperti David Beckham atau Luis Vigo. Chatib itu seperti Johan Cruyff di tim juara dunia Belanda entah tahun berapa itu. Masalahnya: apakah Chatib Basri mau seandainya ditawari jabatan itu. Sebagai ekonom kanan, Chatib pastilah penganut disiplin fiskal yang ketat. Harus disiplin anggaran. Apakah Chatib bisa berada di bawah Presiden Prabowo yang begitu banyak punya keinginan dan semua keinginannya itu memakan biaya sangat besar. Sebelum ia mau menerima jabatan, apakah orang kampus murni seperti Chatib berani minta waktu bertemu Presiden Prabowo. Bukan sekadar bertemu tapi berdiskusi. Sebenarnya saya ingin orang seperti Chatib tampil di pemerintahan. Terutama kalau Purbaya punya hambatan fisik –yang diberitakan kian kurus badannya. Chatib sudah punya pengalaman menjabat menteri keuangan. Ia tidak bisa lagi disebut orang kampus murni. Ilmunya pernah diterapkan di kebijakan. Ia ikut mengatasi krisis keuangan yang berat di tahun 2008-2009. Juga saat Amerika melakukan pengetatan moneter. Tapi memang harus terjadi diskusi dulu dengan Presiden Prabowo: apa saja yang akan ia lakukan, dan apakah itu bisa diterima oleh Presiden. Rasanya Presiden akan bisa menerima pemikiran baru karena beliau seorang intelektual --salah satu ciri intelektual adalah menjunjung tinggi kebenaran sejak dari berpikirnya. Apalagi kenyataan ekonomi yang dihadapi Presiden Prabowo sekarang sudah lebih buruk dari saat beliau menerima jabatan itu. Tentu dalam diskusi itu tidak harus ada yang kalah dan yang menang. Chatib Basri juga harus mendengar dasar-dasar pemikiran ekonomi presiden. Keduanya punya asumsi yang sama: sama-sama ingin ada perubahan agar Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah. Siapa tahu muncul ''kemenangan baru'': keinginan Presiden Prabowo tetap bisa terealisasikan tanpa harus terjadi keguncangan. Guncangan sudah telanjur terjadi. Tapi masih bisa diselamatkan. Saya termasuk yang ingin perubahan itu terjadi tapi juga tidak ingin terjadi guncangan yang berat. Dalam istilah saya di depan ribuan pengusaha di Batu, Malang, beberapa bulan lalu: Silakan pengusaha besar tidak perlu lagi dibantu tapi jangan diganggu. Saya berharap Chatib Basri mau menerima tawaran itu. Secara pribadi mungkin ia rugi. Terutama keluarganya. Apalagi risiko jadi pejabat publik di zaman ini amat berat. Clean saja tidak cukup. Harus clean and clear. Jabatan ini bisa membuat badan kurus, tidur sangat kurang, apalagi perhatian kepada keluarga. Tapi keluarga besar Indonesia menunggunya. Hanya jiwa pengabdian yang tinggi yang membuatnya mau –seperti seseorang dulu yang mati-matian tidak mau jadi dirut PLN sampai ada yang bilang: kelistrikan negara harus diselamatkan. Sekarang bukan hanya kelistrikan yang perlu diselamatkan. Tapi ekonomi seluruh negara.(

Kanan Dalam

Tuesday, 9 June 2026

Pos Populer

  • Petugas kepolisian mengamankan Pasutri di Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto, Senin (8/6/2026) dini hari.

    Resahkan Warga, Pasutri Berantem Diamankan Polisi

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • Pancasila Jangan di “Bibir” Saja

    13 shares
    Share 5 Tweet 3
  • PENAS Gorontalo Kamar Hotel Full Booking

    14 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Warga Wonosari Tewas Tersengat Listrik

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Gusnar-Idah Pimpin Rapat Evaluasi Persiapan PENAS XVII Gorontalo

    16 shares
    Share 6 Tweet 4
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.