gorontalopost.co.id- Sebuah pertunjukan monolog yang sarat akan kritik tajam terhadap integritas akademik berhasil memukau penonton dalam ajang seleksi Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) tingkat Fakultas Sastra dan Budaya tahun 2026. Pertunjukan yang mengangkat tema sensitif mengenai “Bisnis Jual Beli Gelar Palsu” ini menjadi sorotan utama karena keberaniannya membedah fenomena kelam di lingkungan institusi pendidikan tinggi.
Aktor di balik penampilan yang memukau tersebut adalah Muhammad Najmi (21), atau yang akrab disapa Aji, mahasiswa jurusan Sendratasik angkatan 2023. Aji, yang sebelumnya merupakan peraih juara ketiga lomba baca puisi pada ajang PEKSIMINAS periode sebelumnya, kini memilih medium monolog untuk mengekspresikan keresahannya terhadap praktik transaksional gelar akademik yang mencederai nilai-nilai kejujuran intelektual.
Pementasan ini berlangsung secara khidmat bertempat di panggung apresiasi seni Fakultas Sastra dan Budaya, Universitas Negeri Gorontalo. Momentum seleksi ini dimanfaatkan sebagai ruang penyampaian aspirasi terhadap isu yang dinilai sangat relevan dengan dinamika sosial masyarakat saat ini, khususnya di wilayah Gorontalo.
Pemilihan tema “Jual Beli Gelar” bukan tanpa alasan. Aji mengungkapkan bahwa dirinya merasa risih terhadap karya seni yang hanya mengangkat tema sentimental atau “murahan”. Ia bertujuan memberikan edukasi kepada penonton maupun dewan juri mengenai bahaya praktik perolehan gelar instan tanpa prosedur akademik yang sah, seperti penyusunan skripsi, yang disinyalir melibatkan oknum-oknum tertentu hingga tingkat pejabat tinggi.
Melalui persiapan intensif selama lebih dari satu bulan, Aji mendalami naskah yang dirancang sebagai bentuk perlawanan simbolis sekaligus pemberontakan terhadap degradasi moral pendidikan. Dengan latar belakang keahlian di bidang teater, ia berhasil mentransformasikan isu sosial yang kompleks menjadi sebuah pertunjukan yang menggugah kesadaran, sekaligus membuktikan bahwa seni peran dapat menjadi instrumen kritik yang efektif dalam menjaga marwah dunia pendidikan nasional. (mg-02)













Discussion about this post