logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Drum Mesiu

Lukman Husain by Lukman Husain
Saturday, 11 April 2026
in Disway
0
Drum Mesiu
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
Oleh:
Dahlan Iskan

Cheng Li-wun tidak mau Taiwan menjadi ”drum mesiu”. Cukuplah perang pecah di Ukraina dan Iran. Jangan merembet ke Taiwan. Maka wanita berumur 56 tahun ini ke Tiongkok. Posisinyi: ketua partai oposisi Taiwan: Partai Kuo Min Tang.

Di Tiongkok, Li-wun bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Tapi yang dia kunjungipertama adalah makam Sun Yat-sen di Nanjing.

Di depan jenazah Sun Yat-sen itu mestinya Li-wun melapor: “Sejak tahun lalu saya terpilih menjadi ketua partai Kuo Min Tang”.

Related Post

WFH Sarengat

Kejiwaan Iran

Utang Tuhan

Zaman Batu

Pendiri partai Kuo Min Tang memang Sun Yat-sen: 1894. Didirikannya di Honolulu, Hawaii, saat Yat-sen kuliah di sana. Tujuannya: menjadi gerakan untuk mengakhiri sistem kerajaan di Tiongkok untuk diganti dengan republik.

Di depan pendiri partainyi itu Li-wun tentu juga minta restu: agar di pilkada akhir tahun ini para calon kepala daerah dari partai Kuo Min Tang bisa menang di semua kota dan provinsi. Pun para caleg untuk DPRD di seluruh negara.

Sun Yat-sen meninggal di Beijing di usia yang masih muda: 58 tahun. Hampir sebaya dengan Li-wun yang mendatanginya ke musoliumnya di Nanjing.

Sun Yat-sen meninggal karena kanker liver, tapi setelah diteliti lebih jauh, kanker itu bermula di empedu –lalu menjalar ke liver. Teknologi pengawetan jenazah dari Beijing menjamin Sun Yat-sen akan dalam keadaan masih seperti hidup selama 150 tahun setelah meninggalnya.

Mestinya di depan jenazah itu Li-wun juga minta restu: agar di Pilpres akan datang pemerintah Taiwan kembali dipegang KMT –setelah tiga periode berturut selalu dimenangkan Partai Demokrasi Progresif (DPP). Memang Li-wun belum resmi menyatakan pencalonan dirinya sebagai capres dari KMT tapi itu soal waktu saja.

Kebetulan presiden Taiwan sekarang ini, Lai Ching-te, tidak sepopuler pendahulunya: Tsai Ing-wen.

Maka kunjungan Li-wun ke Tiongkok kali ini menjadi berita besar di Taiwan –mengalahkan berita perang di Iran. Momentumnya dianggap tepat: pilih perang atau damai. Li-wunsendiri menamakan kunjungannyi ke Tiongkok ini sebagai ”perjalanan damai”.

Kata “damai” lebih disukai rakyat daripada kata “perang”.

Selama Tsai Ing-wen jadi presiden suasana di Taiwan memang tegang. Upaya Ing-wen untuk kian menjauh dari Tiongkok memang kian nyata. Termasuk mengubah nama resmi Republic of China menjadi Republik Taiwan.

Tiongkok sangat khawatir Taiwan merdeka. Maka kegiatan militer Tiongkok di selat Taiwan sangat meningkat –seperti mengarah ke pengambilalihan Taiwan secara militer.

UUD Tiongkok memang menyebutkan Taiwan adalah salah satu provinsinya. Lalu amandemen UUD itu mengamanatkan lebih tegas: untuk mengembalikan Taiwan, kalau perlu dengan kekuatan senjata.

Maka begitu Amerika sangat sibuk mengerahkan kekuatan militernya ke Iran banyak yang waswas: jangan-jangan Tiongkok mengambil kesempatan itu untuk  merebut Taiwan secara paksa. Amerikalah satu-satunya harapan Taiwan untuk berlindung dari serangan Tiongkok.

Kekhawatiran itu ditangkap dengan baik oleh Li-wun. Dia justru ke Tiongkok. Menjalin perdamaian. Xi Jinping juga setuju dengan misi itu.

Harapan Li-wun berikutnya tentu bisa memenangkan pilpres akan datang. Kini, meski oposisi, KMT sudah menguasai mayoritas parlemen. Juga sudah lebih banyak kepala daerah dari KMT daripada DPP. Tinggal selangkah lagi.

Sebagai mayoritas di parlemen KMT baru saja berhasil menolak rencana pemerintah untuk menaikkan anggaran pertahanan: untuk membeli tambahan senjata dan pesawat tempur dari Amerika.

Faktor lain yang menguntungkan Li-wun: kondisi Hongkong kini sudah stabil. Di masa Pilpres yang dimenangkan Ing-wen dulu kondisi Hongkong sangat tegang-tegangnya. Kelompok anti Tiongkok sangat vokal. Demo hampir tidak berhenti. Kesan yang munculkanoleh anti Tiongkok di Hongkong: Taiwan akan ditindas seperti Hongkong.

Rakyat Taiwan sendiri sebenarnya ingin apa?

Dari berbagai jajak pendapat selalu saja mengatakan: yang ingin merdeka sekitar 25 persen. Yang ingin menyatu dengan Tiongkok sekitar 10 persen. Baru 35 persen yang bersikap. Selebihnya: ingin seperti sekarang saja.

Itu dianggap menguntungkan Li-wun: rakyat ingin damai. Begitu menyatakan merdeka pasti Tiongkok menjadikan Taiwan drum mesiu.(dis)

Tags: Catatan DahlanDahlan IskanDiswaydrum mesiuharian disway

Related Posts

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa kebijakan Work From Home (WFH) tidak wajib diterapkan setiap hari Jumat, khususnya bagi karyawan swasta-Dok. Kemnaker -

WFH Sarengat

Friday, 10 April 2026
Kejiwaan Iran

Kejiwaan Iran

Friday, 10 April 2026
Utang Tuhan

Utang Tuhan

Wednesday, 8 April 2026
Zaman Batu

Zaman Batu

Wednesday, 8 April 2026
Tafsir Ulul Albab, karya Agus Mustofa yang belum sempat diterbitkan.--

Agus Mustofa

Monday, 6 April 2026
--

Oei Al-Kaff

Wednesday, 1 April 2026
Next Post
KPK Gulung Bupati Tulungagung, Terjaring OTT Langsung Dibawa ke Jakarta

KPK Gulung Bupati Tulungagung, Terjaring OTT Langsung Dibawa ke Jakarta

Discussion about this post

Rekomendasi

Adhan Dambea

Penertiban Eks Terminal Andalas, Adhan Deadline Tiga Hari

Friday, 10 April 2026
Kantor Kejari Kabupaten Gorontalo.

Dua Mantan Sekda Kabgor Diperiksa, Kejari Seriusi Kasus Tunjangan Komunikasi DPRD 

Friday, 10 April 2026
Anggota Propam Polres Pohuwato saat melakukan pemeriksaan terhadap seorang oknum anggota, terkait dengan postingan sejumlah uang melalui media sosial (Medsos).

Oknum Polisi Pohuwato Pamer Duit Miliaran Sebut Hasil Transaksi Emas, Kini Ditangani Propam

Tuesday, 7 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026

Pos Populer

  • Basri Amin

    Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Oknum Polisi Pohuwato Pamer Duit Miliaran Sebut Hasil Transaksi Emas, Kini Ditangani Propam

    128 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Penambang Geruduk Rudis Gubernur, Minta Sikap Gubernur Terkait Larangan Jual Beli Emas

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • 16 SPPG Gorontalo Ditutup, Idah: Ada yang Terkait IPAL 

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Wagub Idah Sidak Lagi Dapur MBG, Sudah 25 SPPG di Gorontalo Ditutup

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.