gorontalopost.co.id- Lebih dari satu dekade terakhir, masyarakat Gorontalo tidak lagi mengalami byar pet alias pemadaman listrik bergilir. Tidak hanya itu, tingkat elektrifikasi di Gorontalo paling tinggi, bahkan nyaris 100 peresen. Saat ini yang tengah dirampungkan adalah sambungan jaringan listrik ke Pulau Dudepo di Gorontalo Utara. “Bulan Juni atau Juli tahun ini itu sudah run-ing, sehingga masyarkat di sana (Dudepo) sudah bisa menikmati listrik PLN,”ujar anggota komisi XII DPR RI Rusli Habibie, saat berbincang bersama media di Manna Caffe, Kota Gorontalo, Selasa (17/8).
Listrik Pulau Dudepo butuh perjuangan, sebab penangananya dilakukan khusus oleh PLN, yakni sambungan listrik menggunakan kabel bawah laut sepanjang kurang lebih 2 KM. “Sebanarnya bisa untuk lewat atas (kabel udara), tapi sangat beresiko, karena kawasan itu jalur sibuk transportasi laut, kapal-kapal besar lewatnya disitu,”jelas Rusli Habibie.
Ia mengatakan, kepercayaan masyarakat Gorontalo untuknya di DPR RI benar-benar ia manfaatkan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat, terutama kabutuhan dasar seperti listrik. Ia menargetkan sebelum menyudahi periode ini di DPR RI, seluruh masyarkat Gorontalo sudah menikmati listrik PLN. “Kendala listrik di Gorontalo hanya ada satu, yakni jaringan listrik. Biasanya di kampung-kampung itu jaraknya berjauhan, tapi itu yang terus kami perjuangkan. Tahun lalu, di Pilolodaa sudah menyala, dari bertahun-bertahun mereka disitu tak ada listrik,”katanya.
Tak hanya jaringan listrik yang diperjuangkan agar menembus hingga pelosok Gorontalo, namun pemasangan listrik gratis untuk masyarakat miskin juga menjadi perhatian Rusli Habibie. “Warga yang masuk kategori miskin itu harus gratis untuk pemasangan listriknya,”ujar Rusli. Bicara listrik, memang sedari dulu menjadi prioritas Rusli Habibie. Dulu, ketika baru saja diumumkan KPU sebagai pemenang Pilgub 2012-2017, Rusli Habibie langsung menemui Dirut PLN Nur Pamudji di Jakarta.
Ketika itu, kondisi listrik Gorontlao yang Byarpet parah, hampir setiap hari ada pemadaman listrik lantaran pasokan yang terbatas. Kepada Dirut PLN, Rusli meminta agar pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Anggrek 2×25 MW agar segera dituntaskan. PLTU yang digagas era Gubernur Fadel Muhammad ini mangkrak bertahun-tahun, salah satu pemicunya adalah persoalan lahan. Rusli berhasil meyakinkan Nur Pamudji, sehingga anggaran yang awalnya hendak dialihkan ke daerah lain, kembali ke Gorontalo untuk kelanjutan PLTU Anggrek, hingga kini PLTU Anggrek menjadi penyuplai listrik untuk interkoneksi PLN Sulut-Gorontalo.
Tidak hanya itu, setelah PLTU Anggrek tuntas, pada era Rusli juga berhasil dibangun PLTU Tomilito dengan kapasitas lebih besar yakni 2×50 MW, termasuk Gorontalo merupakan daerah pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicangkan Presiden Joko Widodo untuk proyek pengmbangkit listrik 35 ribu Megawatt. PSN tersebut adalah Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Paguat berkapasitas 100 MW. PLTG ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 lalu. “Dengan doa dan harapan masyarakat Gorontalo, Insya Allah sebelum berakhir masa jabatan di DPR, seluruh masyarakat Gorontalo sudah menikmati listrik,”tandas Rusli Habibie. (tro)












Discussion about this post