Gorontalopost.co.id, SUWAWA — Pasar senggol atau pasar tahunan yang hanya ada saat menyambut Idulfitri, juga hadir di Bone Bolango. Pemerintah daerah setempat menyiapkan lahan di kawasan Center Point Bone Bolango sebagai pusat pasar senggol.
Hanya saja, kondisinya nampak septi. Seperti pada Jumat (13/3) malam, kondisi pasar tidak seramai yang diharapkan. Sepinya pembeli juga dikeluhkan pedagang.
Pantauan Gorontalo Post, beberapa lapak sudah berdiri rapi, namun pembeli yang datang masih bisa dihitung dengan jari. Salah satu pedagang, Opi, mengaku bahkan pada hari pertama berjualan hampir tidak ada orang yang lewat di depan lapaknya.
“Mulai dari kemarin torang bajual, tapi tidak ada orang lewat,” ujarnya. Menurut Opi, Pasar Senggol di kawasan itu sebenarnya sudah berjalan sekitar dua tahun. Namun tahun ini para pedagang dipindahkan dari lokasi sebelumnya.
“Tahun lalu torang di sana, di trotoar situ. Karena di sana sudah ada UMKM, jadi torang dipindah di sini,” katanya. Ia menilai perpindahan lokasi tersebut cukup berpengaruh terhadap jumlah pembeli.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, ketika lapak baru dibuka saja sudah banyak orang datang. “Kalau tahun kemarin baru pembagian lapak saja sudah ada orang datang. Pasar sudah mulai ramai,” ungkapnya.
Saat ini jumlah lapak yang berjualan di Pasar Senggol tersebut diperkirakan sekitar 15 lapak. Menurut Opi, biasanya jumlah pedagang maupun pembeli baru meningkat menjelang hari-hari terakhir sebelum Lebaran. “Biasanya nanti empat atau lima hari menjelang lebaran baru mulai ramai,” katanya.
Selain faktor lokasi, ia juga menilai kebiasaan masyarakat yang kini lebih banyak berbelanja secara online turut memengaruhi kondisi pasar tradisional. “Iya, pengaruh sekali,” ujarnya ketika ditanya mengenai dampak belanja online terhadap penjualan pedagang.
Meski begitu, para pedagang berharap pemerintah dapat membantu meramaikan kembali Pasar Senggol, misalnya melalui promosi atau ajakan kepada masyarakat untuk berbelanja di pasar tersebut. “Kalau boleh ada bantuan dari pemerintah untuk meramaikan lagi pasar ini, atau promosinya. Supaya torang pe omzet bisa meningkat,” harapnya.
Ia juga mengingat kembali kondisi tahun sebelumnya yang menurutnya lebih baik. Saat itu, ada imbauan kepada pegawai untuk berbelanja di Pasar Senggol menggunakan uang THR.
“Dulu dianjurkan pegawai-pegawai negeri belanja di sini pakai THR. Jadi torang lalu lumayan,” tuturnya. Kini para pedagang hanya berharap suasana pasar akan mulai ramai dalam beberapa hari ke depan seiring semakin dekatnya Hari Raya Idulfitri. (mg01)













Discussion about this post