Gorontalopost.co.id, POHUWATO -– Untuk pertama kalinya di Gorontalo, para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pohuwato, mendapatkan materi tentang penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Pantauan Gorontalo Post, pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan pihak Pemadam Kebakaran Satun Polisi Pamong Praja (Damkar Sat Pol PP) Kabupaten Pohuwato beserta para personel, dan diikuti oleh para relawan SPPG Polres Pohuwato.
Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. saat diwawancarai menjelaskan, kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan. Mengingat SPPG berada di lingkungan Polres Pohuwato, maka para relawan patut dibekali ilmu tentang kebakaran, atau penggunaan alat kebakaran.
“Kita harus siap menghadapi situasi darurat seperti kebakaran. APAR adalah salah satu alat yang dapat membantu kita memadamkan api pada tahap awal,” ungkapnya. Ditambahkan pula, APAR adalah alat yang digunakan untuk memadamkan api dengan cara menyemprotkan bahan pemadam api.

Untuk penggunaannya sendiri meliputi, menarik pin pengaman, menekan handle, mengarahkan nozzle ke sumber api dan melakukan penyemprotan bahan pemadam api. Hal ini sebenarnya mudah. Namun jika tidak diketahui penggunaannya oleh para relawan, maka hal tersebut akan sangat sulit dilakukan.
“Jadi APAR ini dilakukan pada saat awal kebakaran, di mana api belum menyebar secara luas. Dengan adanya pembekalan penggunaan APAR ini, para relawan dapat mengetahui apa yang perlu mereka lakukan. Contohnya saja menggunakan sarung tangan dan kacamata, menjauhkan APAR dari sumber api, dan tidak mengarahkan APAR ke orang lain,” jelasnya.
Lanjut kata Alumnus Akpol 2005 ini, pihaknya berharap agar dengan diberikannya materi penggunaan APAR, relawan SPPG dapat senantiasa waspada serta selalu melakukan pemeriksaan terhadap APAR secara rutin dan memeliharanya agar selalu siap digunakan. Jika terjadi kebakaran, segera panggil Damkar dan melakukan evakuasi ke tempat yang aman.
“Pada dasarnya, kami berharap agar tidak pernah terjadi yang namanya kebakaran di lokasi SPPG. Meski demikian, ketika ke depannya terjadi, maka para relawan sudah mengetahui apa yang perlu dilakukan,” pungkasnya. (kif)













Discussion about this post