gorontalopost.co.id – Dinamika politik di Provinsi Gorontalo diharapkan tetap mengedepankan etika dan hubungan baik antar-tokoh guna menjaga stabilitas daerah. Hal ini menjadi salah satu poin utama yang disampaikan Wakil Gubernur Gorontalo, sekaligus Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Dr. Hj. Idah Syahidah Rusli Habibie, M.H., dalam acara silaturahmi pimpinan partai politik yang digelar Yaphara Gorontalo, di Grand Q Hotel Gorontalo, Kamis (5/3).
Acara yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini dihadiri oleh tokoh-tokoh sentral, termasuk Wali Kota Gorontalo H. Adhan Dambea yang menggagas acara, dan jajaran pimpinan partai politik lainnya. Kehadiran Idah Syahidah dalam forum tersebut dipandang sebagai representasi penting dalam menjaga komunikasi politik antara pihak Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota Gorontalo agar tetap berjalan harmonis dan sinkron.
Dalam sambutannya, Idah Syahidah menekankan pentingnya izin dan komunikasi yang santun dalam setiap langkah politik untuk menghindari isu negatif di masyarakat. “Sebagai Ketua DPD I Partai Golkar, disetiap acara apa pun jika diundang oleh Pak Wali, saya selalu meminta izin terlebih dahulu kepada Pak Gubernur. Hubungan yang sudah baik jangan sampai menjadi tidak baik karena salah komunikasi,” ungkapnya, Kamis (5/3).
Idah juga merespons pesan Wali Kota Adhan Dambea terkait penghapusan dendam politik masa lalu. Dengan nada berkelakar yang disambut tawa hadirin, ia berharap agar semua pihak, termasuk pihak provinsi dan kota, dapat saling merangkul demi kepentingan masyarakat luas. Ia menilai pertemuan yang dihadiri tokoh lintas partai dan perempuan-perempuan hebat Gorontalo ini merupakan modal kuat untuk membangun daerah menjadi lebih baik.
Selain isu politik, Idah Syahidah memaparkan sejumlah program strategis nasional yang akan segera masuk ke Gorontalo. Salah satunya adalah proyek hilirisasi industri ayam terintegrasi senilai Rp1,5 triliun yang mencakup pembangunan pabrik pakan hingga peternakan skala besar. Selain itu, Gorontalo dijadwalkan menjadi tuan rumah Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (Penas KTNA) pada 20-25 Juli mendatang.
Salah satu kabar yang paling membanggakan adalah rencana pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Gorontalo Utara. Sekolah unggulan ini akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektar di wilayah Pontolo. Menariknya, dari 38 provinsi di Indonesia, Gorontalo masuk dalam daftar 20 provinsi terpilih yang mendapat kesempatan emas untuk memiliki fasilitas pendidikan prestisius tersebut tahun depan.
Mengakhiri sambutannya, Idah menyoroti hubungan unik antara Adhan Dambea dan Rusli Habibie yang kerap diwarnai dinamika di media namun tetap menyimpan rasa peduli satu sama lain. Ia menegaskan bahwa setiap pelaku politik harus siap dengan segala dinamika yang ada tanpa mengesampingkan rasa persahabatan dan semangat untuk terus belajar dari para senior.
Pertemuan ini diharapkan menjadi simbol kuat bagi masyarakat bahwa meskipun terdapat perbedaan warna politik, para pemimpin daerah tetap bersatu dalam menyukseskan program-program strategis demi kesejahteraan masyarakat di Gorontalo. (mg-07)












Discussion about this post