Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Kondisi kemacetan lalu lintas yang kian marah di kawasan pasar tradisional Terminal 42 Kota Gorontalo membuat Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Gorontalo kewalahan.
Pasalnya, para pengemudi bentor terkesan mengabaikan larangan parkir sembarangan di bahu hingga badan jalan yang memicu kemacetan di ruas jalan tersebut.
Pantauan Gorontalo Post, Rabu (7/1/2026), deretan Becak Motor (Bentor) diparkir di tengah ruas jalan dengan posisi dua jalur. Kondisi ini praktis memicu kemacetan arus lalu lintas ketika hari pasar tiba.
Padahal, terdapat sejumlah petugas dinas perhubungan yang mengatur arus kendaraan, namun tetap saja terjadi kemacetaan. Hamza Kadir warga Sipatana Kota Gorontalo mengungkapkan, tukang parkir kendaraan di pasar 42 juga ikut kewalahan mengatur bentor yang sembarangan parkir di bahu jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Gorontalo, Hj. Hermanto Saleh,S.IP, saat dikonfirmasi mengatakan, konsentrasi personel Dishub Kota Gorontalo saat ini sudah mengarah ke pusat kota, karena memang aktivitas lalu lintas di dalam kota sudah lebih padat.
Sehingga Hermant mengakui pihaknya agak kecolongan untuk mengurai kemacetan di pasar Rabu-Sabtu kawasan termina 42 Andalas. “Penataan di sana memang kita sudah lakukan, namun mugkin karena memang personel yang terbatas sehingga para pedagang juga sudah keluar dan menggunakan trotoar yang ada untuk melakukan aktivitas jual beli,”ungkap Hermanto.
Kedepan hal ini tegas Hermanto yang perlu ditertibkan bersama Satpol PP. Pasalnya, ketika ada pedagang yang menggunakan bahu jalan dan trotoar, maka ini yang akan berdampak terhadap perparkiran yang ada disana, dan itu juga memicu penumpukan parkir.
“Insya Allah kita akan tertibkan bersama Satpol PP, pasar senin juga ada banyak keluhan kondisi yang sama. mereka menggunakan kesempatan ketika petugas tidak ada maka mereka seenaknya saja parkir bentor sembarangan. nah ini yang butuh penegasan dan penekanan lagi kepada juru parkir untuk bertanggungjawab mengenai hal itu,”tandas Hermanto. (roy)











Discussion about this post