logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Disway

Jane Moses

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 5 January 2026
in Disway
0
Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Ilustrasi Robert Moses dan Jane Jacobs--Savingplaces

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

TIDAK akan ada Zohran Mamdani kalau tidak ada Robert Moses.

Anda sudah sangat kenal Moses –apalagi Anda: para wali kota, arsitek, dan mahasiswa jurusan perencanaan tata kota.

Related Post

Dua Menit

Burger Tempe

Paket Roaming

Isi Dompet

Meski Moses sudah lama meninggal (tahun 1981), gerakan anti-Moses terus hidup di New York. Berkembang. Zohran, wali kota baru New York, adalah generasi penerus gerakan anti-Moses.

Awalnya Robert Moses bukan siapa-siapa kalau tidak direkrut oleh gubernur negara bagian New York, Al Smith. Ia ibarat Tri Rismaharini, yang ternyata hebat setelah direkrut wali kota Surabaya Bambang D.H. –lalu Bu Risma jadi wali kota yang merombak Surabaya.

Moses merombak New York. Dalam skala lebih besar. Sangat besar. Boleh dikata Moses-lah ”bapak pembangunan kota New York”. Setidaknya ia dapat gelar ”bapak infrastruktur kota New York”.

Moses dikenang sampai sekarang. Diabadikan di buku. Di film. Di ingatan orang New York.

Baik dan buruknya. Senang dan bencinya. Hampir sama besarnya.

Moses Yahudi keturunan Jerman yang lahir di New Heaven –hanya dua blok dari kampus Yale University.

Moses awalnya juga kuliah di Yale. Saya lupa, ketika ke Yale tahun lalu tidak mencari rumah asal Moses. Maklum waktu itu Zohran masih belum siapa-siapa.

Moses adalah bulldozer New York. Gusur sana, gusur sini. Kampung-kampung lama pusat persewaan rumah ia gusur. Kawasan itu ia peruntukkan blok-blok pencakar langit. Apartemen-apartemen tinggi. Fungsinya tetap perumahan. Penghuninya tetap penyewa. Tapi penghuni kampung yang lama tidak mampu lagi menyewa di gedung yang baru.

Mereka tergusur.

Jalan-jalan lebar ia bangun di New York. Kampung miskin ia gusur. Jalan itu untuk yang punya mobil. Penghuni lama tidak mampu lewat jalan di bekas rumahnya itu.

Jembatan-jembatan besar ia bangun. Jembatan tinggi. Perlu akses ke jembatan. Perlu tanah luas. Kampung miskin di sekitar jembatan digusur.

Taman-taman luas ia bangun. Kampung miskin digusur. Taman itu untuk orang kaya.

Pertambahan taman di kota New York saja lebih 500 hektare.

Dan itu menimbulkan kebencian yang meluas –di kalangan penduduk miskin.

Gerakan masif anti Moses pun sangat berkembang. Gerakan pertama dipimpin Jane Jacobs. Wanita. Kulit putih. Jane berpendapat kota itu untuk manusia. Moses, kata Jane, beraliran kota itu untuk mobil.

Jane adalah wartawan, penulis, aktivis tata kota. Dia masuk dalam klub arsitektur kota. Bukunya laris: The Death and Life of Great American Cities. Terbit tahun 1961. Ahli tata kota seperti almarhum Prof Johan Silas (ITS) pasti terpengaruh oleh buku ini.

Moses dan Jane sama-sama alumnus Columbia University. Beda tahun. Beda jurusan. Sama-sama juga berumur panjang. Moses meninggal umur 91 tahun. Karena jantung. Jane meninggal umur 89 tahun. Karena stroke.

Setelah Jane meninggal gerakan anti ideologi Moses dipimpin Jumaane Williams. Ia kemarin dilantik sebagai satu dari trio pejabat tinggi New York sekarang: Zohran Mamdani, Jumaane Williams, dan Mark D. Levine (Baca Disway: Tiga Serangkai).

Dulu Moses sangat berkuasa –meskipun tidak pernah menjabat wali kota. Kini si anti-Moses, Zohran, ganti yang jadi wali kota.

Moses mendapat gelar bapak infrastruktur New York, Zohran akan jadi bapak ”membangun tanpa menggusur”. Moses sudah meninggal, Zohran baru memulai bekerja.

Si bapak infrastruktur belakangan dikenang juga sebagai ”bapak rasis lewat kebijakan infrastrukturnya”. Kelihatannya ia pro-pembangunan tapi hasilnya rasis: ras tertentu harus menyingkir ke pinggir; menjadi warga kelas tiga. Mereka inilah pemilih Zohran –umur 34 tahun jadi wali kota.

Saya jadi ingin ke New York lagi: untuk ke kawasan Greenpoint, di Brooklyn. Di situlah pusat perlawanan atas ideologi tata kota gaya Moses.

Kemarin Zohran ke situ. Disambut pelukan-pelukan hangat warga. Laki-perempuan. Umumnya kulit putih. Warga Greenpoint berjumlah sekitar 40.000 orang –mayoritas imigran asal Polandia.

Di sinilah dulu berbagai industri berdiri. Karena itu banyak bangunan bekas pabrik. Banyak keluarga buruh. Dari ini pula Anda bisa melihat pusat kota New York, Manhattan, seperti hutan gedung tinggi, di seberang sungai. Ideologi tata kota Jane berkembang dari sini –menentang ideologi pembangunan kota gaya Moses.

Apa pun, kenyataannya, ideologi tata kota gaya Moses banyak pengikutnya: pun di Jakarta. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Dua Menit

Wednesday, 22 July 2026
Burger Tempe

Burger Tempe

Tuesday, 21 July 2026
Paket Roaming

Paket Roaming

Sunday, 19 July 2026
Isi Dompet

Isi Dompet

Sunday, 19 July 2026
Cuci Uang

Cuci Uang

Sunday, 19 July 2026
Adu Cepat

Adu Cepat

Thursday, 16 July 2026
Next Post
Idah Syahidah Rusli Habibie

Kabinet Pemprov Segera Dirombak, Idah: Beberapa Hari Kedepan, Tidak Perlu Cari Muka

Discussion about this post

E-paper Gorontalo Post 22 Juli 2026

Rekomendasi

WOW! Honda DAW Borong Gelar Juara, Daya Improvement Forum 2026

WOW! Honda DAW Borong Gelar Juara, Daya Improvement Forum 2026

Friday, 24 July 2026
Penting! Cek Tanda Shockbreaker Mulai Rusak, Rutin Servis Berkala di AHASS jadi Solusi Hindari Kerusakan

Penting! Cek Tanda Shockbreaker Mulai Rusak, Rutin Servis Berkala di AHASS jadi Solusi Hindari Kerusakan

Friday, 24 July 2026
Pertamina Patra Niaga Sulawesi, RASI Ruang Tumbuh Generasi Penjaga Pesisir

Pertamina Patra Niaga Sulawesi, RASI Ruang Tumbuh Generasi Penjaga Pesisir

Friday, 24 July 2026
4.415 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Digelapkan, Uangnya Diduga Digunakan untuk Sabung Ayam dan Hura-hura

4.415 Tabung Gas Elpiji 3 Kg Digelapkan, Uangnya Diduga Digunakan untuk Sabung Ayam dan Hura-hura

Friday, 24 July 2026

Pos Populer

  • AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    AHM Technical Skill Contest 2026, PT DAW Utus Dua Wakil Terbaik

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Kasus Penganiayaan Guru Dua Tahun Mandek. Kasatreskrim Pastikan Pekan Ini Berkasnya ke Kejaksaan

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • Gorontalo Siaga Kemarau, Gubernur Terbitkan Edaran, Waspada Krisis Air Bersih

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Wagub Gorontalo Idah Syahidah Hadiri Bahagia QRIS Fest 2026 di Limboto

    20 shares
    Share 8 Tweet 5
  • Spanyol, Bola, dan Islam

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 3 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.