logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Home Persepsi

Bongohulawa, Gorontalo Rumah Indonesia dan Laboratorium Sosial Kebangsaan

Lukman Husain by Lukman Husain
Wednesday, 5 November 2025
in Persepsi
0
Husin Ali

Husin Ali

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Husin Ali

 

Ketika ribuan anak muda dari seluruh penjuru negeri menjejakkan kaki di tanah lapang Bumi Perkemahan Bongohulawa, mereka sebenarnya sedang melangkah ke dalam ruang sosial yang unik.Tanah berbukit di jantung Limboto itu tidak hanya menjadi tempat tenda-tenda berdiri, melainkan juga ruang simbolik tempat nilai-nilai kebangsaan dihidupkan kembali — tanpa slogan, tanpa seremoni, tanpa instruksi.

Dari tepuk riuk tepuk Pramuka dan derap langkah para penegak, kita bisa mendengar denyut sosial yang sesungguhnya: Indonesia yang belajar untuk saling memahami.

Related Post

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Bupati-Bupati Kita

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Bongohulawa, Tanah yang Setia kepada Pramuka

Bongohulawa bukanlah lokasi yang asing bagi Gerakan Pramuka.Sejak tahun 2006, tanah ini telah tiga kali dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan nasional :Perkemahan Wirakarya Nasional 2006, Pertisaka Bakti Husada Nasional 2011, dan kini Peran Saka Nasional 2025. Dalam rentang hampir dua dekade itu, satu hal tetap sama — kerendahan hati Gorontalo dalam menyambut Indonesia.

Di banyak tempat, kegiatan nasional sering diidentikkan dengan kemegahan: tenda besar, panggung tinggi, dan teknologi. Namun Bongohulawa selalu mengajarkan hal lain: bahwa keindahan tak selalu berdiri di balik dekorasi, melainkan di dalam interaksi manusia yang tulus.

Bongohulawa bukan hanya lokasi, melainkan memori kolektif kepanduan Indonesia — tempat di mana generasi muda datang bukan untuk ditonton, tapi untuk membangun kebersamaan.

Di lereng yang menantang dan tanah yang hijau, Pramuka Indonesia berlatih arti kemandirian dan tanggung jawab.Setiap tenda yang tegak di atas bukit menjadi simbol kemampuan manusia berdamai dengan alam. Dan di setiap tawa anak muda di bawah langit Gorontalo, kita melihat kembali cita-cita pendiri bangsa — membentuk manusia merdeka yang kuat secara moral dan sosial, bukan sekadar pintar secara formal.

Antropologi Bongohulawa: Ruang Simbolik dan Ritual Kebangsaan

Dalam kajian saya sebagai seorang antropolog, kegiatan seperti Perkemahan Pramuka adalah bentuk ritual kebangsaan — sebuah ruang di mana individu-individu dari latar belakang berbeda menjalani proses liminal, atau peralihan identitas.

Mereka datang sebagai peserta dari daerah yang beragam, lalu keluar dengan identitas baru sebagai bagian dari bangsa. Ritual ini penting karena di situlah makna kebangsaan yang hidup terus diperbarui dari generasi ke generasi.

Bongohulawa menjadi wadah ideal bagi proses itu. Bentang alamnya yang menantang mengajarkan kesabaran; kearifan lokal masyarakat Gorontalo yang ramah memperlihatkan cara paling sederhana untuk menghormati perbedaan.Di tanah inilah, teori antropologi sosial menemukan buktinya: bahwa identitas nasional tidak dibangun dari keseragaman, melainkan dari interaksi lintas perbedaan yang tulus.

Nilai “huyula”, kerja bersama tanpa pamrih, menjadi roh dari pengalaman ini. Ia tidak diajarkan dalam forum resmi, tetapi dijalani di dapur umum, di regu yang saling menolong, di panitia lokal yang tersenyum ketika membantu peserta dari luar daerah. Nilai itu adalah manifestasi paling konkret dari Pancasila yang hidup, bukan sekadar dihafalkan.

Saka dan Krida: Wajah Praktis Pendidikan Karakter

Gerakan Pramuka lewat Satuan Karya (Saka) dan kridanya sesungguhnya adalah model pendidikan karakter paling antropologis yang dimiliki Indonesia.Ia tidak mengandalkan teori, tetapi pembiasaan budaya — cara belajar dengan bekerja, cara berpikir dengan berbuat.

Di Bongohulawa, anak muda belajar kedisiplinan di Saka Bhayangkara, empati kemanusiaan di Saka Bakti Husada, keseimbangan ekologis di Saka Kalpataru, keberanian di Saka Wira Kartika, hingga nilai keluarga di Saka Kencana.Semua itu menjadi ruang praksis bagi nilai-nilai sosial bangsa yang kerap hilang di ruang formal pendidikan.

Pramuka, dalam kacamata antropologi pendidikan, adalah reproduksi sosial nilai-nilai bangsa: kejujuran, kesetiaan, gotong royong, dan tanggung jawab.Dan Bongohulawa menjadi panggung tempat nilai-nilai itu tidak hanya diajarkan, tetapi dihidupkan kembali.

Gorontalo: Kota Ramah dan Panggung Kemanusiaan

Bongohulawa tidak dapat dipisahkan dari denyut kehidupan Kota Gorontalo, tempat keramahan dan kesahajaan menjadi fondasi peradaban lokal.Kota ini kini menjelma menjadi magnet sosial baru Indonesia Timur — kota kecil yang tidak berkompetisi untuk menjadi paling modern, tetapi paling manusiawi.

Membaca tulisan di RGOL.id, orang Gorontalo perantauan kini “rindu pulang”.Di mana pun mereka berada, selalu ada cerita tentang trotoar yang ramai dengan anak muda, tentang pasar yang hidup tanpa kebisingan, tentang senyum yang tidak kering oleh waktu.Kerinduan itu adalah indikator sosial yang penting — menandakan bahwa kota ini bukan hanya tempat tinggal, tetapi tempat kembali.

Kebijakan dan langkah-langkah sosial di kota ini memperlihatkan orientasi baru terhadap manusia.Penataan ruang publik yang membuka peluang ekonomi dan interaksi warga menjadikan Gorontalo sebagai contoh urbanisme yang berjiwa.Ruang publik di sini tidak hanya diisi oleh beton dan kendaraan, tetapi oleh tawa, sapaan, dan percakapan antar manusia. Dalam istilah antropologi perkotaan, inilah bentuk kota yang etis, tempat pembangunan dan kemanusiaan tidak berjalan di jalur yang terpisah.

Bongohulawa sebagai Cermin Indonesia

Kwartir Nasional tampaknya memahami sesuatu yang mendalam ketika kembali memilih Gorontalo sebagai tuan rumah.Pilihan ini bukan semata soal lokasi yang strategis atau fasilitas yang lengkap, tetapi tentang makna sosial yang ingin dihidupkan kembali.

Selama ini, miniatur Indonesia sering dipusatkan di Cibubur, Jakarta.Namun Bongohulawa membuktikan bahwa miniatur Indonesia tidak harus di pusat, ia bisa hidup di daerah yang menjaga nilai gotong royongnya dengan tulus.

Bongohulawa adalah cermin kecil dari Indonesia besar — di mana ribuan anak muda bisa hidup dalam perbedaan tanpa kehilangan rasa hormat.Di sinilah negara hadir tanpa birokrasi, dan nasionalisme hidup tanpa instruksi.

Dari Gorontalo untuk Indonesia

Gorontalo telah menulis bab penting dalam narasi kebangsaan melalui jalan yang lembut: pendidikan moral melalui budaya, pembangunan melalui keramahan, dan kebersamaan melalui tindakan kecil yang berulang. Ia menunjukkan bahwa kota kecil pun bisa berperan besar, asalkan tetap menjaga hati manusianya.

Sebagai antropolog, saya melihat Bongohulawa bukan hanya bumi perkemahan, tetapi laboratorium sosial bangsa ini.Tempat di mana nilai kebangsaan diuji dan diperbarui, bukan dengan upacara, melainkan dengan hidup bersama.

Dan Gorontalo, dengan kehangatan manusianya, menjadi wajah paling jujur dari Indonesia yang kita rindukan — Indonesia yang ramah, seimbang, dan saling percaya. Di tanah lapang Bongohulawa, Indonesia tidak sedang berkemah —ia sedang belajar pulang ke dirinya sendiri. (*)

 

Penulis adalah adalah antropolog, peneliti budaya lokal, dan
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Gorontalo.

Tags: Harian Persepsihusin alipersepsiTulisan Husin Alitulisan persepsi

Related Posts

Ahmad Zaenuri

Dari Street Justice menuju Digital Justice

Wednesday, 14 January 2026
Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo   

Menelusuri Jejak Akomodasi Budaya dalam Simbolisme Masyarakat Gorontalo  

Wednesday, 14 January 2026
Ridwan Monoarfa

Pemilihan Kepala Daerah dan Arah Demokrasi Kita

Monday, 12 January 2026
Basri Amin

Bupati-Bupati Kita

Monday, 12 January 2026
PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

PETI di Boliyohuto Cs Semakin Marak, APH Apa Kabar?

Friday, 9 January 2026
Yusran Lapananda

Tahun Baru, KUHAP Baru & KUHP Baru

Tuesday, 6 January 2026
Next Post
Kiandra Ramadhipa (tengah) merayakan kemenangan bersama tim usai menjuarai European Talent Cup (ETC) Catalunya 2025. (Foto: Dok. Junior Talent Team)

Kiandra Ramadhipa, Pebalap Binaan Honda Taklukkan Catalunya

Discussion about this post

Rekomendasi

Ketua Yayasan Kumala Vaza Grup, Siti Fatimah Thaib, bersama pemilik dapur dan Kepala SPPG Pentadio Barat secara simbolis menyerahkan CSR kepada pihak SMP 1 Telaga Biru, Rabu (14/1/2026). (F. Diyanti/Gorontalo Post)

Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

Wednesday, 14 January 2026
Irjen Pol Widodo

Kapolda Kaget PETI Dekat Mapolres, Picu Banjir di Pohuwato, Pastikan Penindakan

Thursday, 15 January 2026
Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H

Kapolda Bakal Ratakan PETI di Pohuwato, Kaget Lihat Langsung Dampak Kerusakan Lingkungan

Thursday, 15 January 2026
Tiga pelaku kekerasan seksual di amankan Polres Bone Bolango, Kamis (15/1/2026) Foto: Natharahman/ Gorontalo Post.

Modus Pesta Miras, Tiga Pria di Bone Bolango Tega Rudapaksa Gadis Belia

Friday, 16 January 2026

Pos Populer

  • Para pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Gorontalo yang menajalani pelantikan, berlangsung di ruang dulohupa kantor gubernur, Senin (12/1). (foto: tangkapan layar)

    BREAKING NEWS: Gusnar Lantik 25 Pejabat Pemprov, Berikut Nama-namanya

    587 shares
    Share 235 Tweet 147
  • Dukung Program Presiden, Yayasan Kumala Vaza Grup Salurkan CSR ke 20 Sekolah

    76 shares
    Share 30 Tweet 19
  • Kemendikdasmen Salurkan Laptop untuk Sekolah Dasar Dukung Digitalisasi Pembelajaran

    179 shares
    Share 72 Tweet 45
  • Excapator dan Ratusan Alat PETI Diamankan, Hasil Operasi Tim Gabungan Selama Enam Hari, Forkopimda Segera Lakukan Evaluasi

    40 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Bupati-Bupati Kita

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.