logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
aston hotel
Home Persepsi

Jejak “Jihad Merdeka” di Bulan Oktober

Lukman Husain by Lukman Husain
Monday, 13 October 2025
in Persepsi
0
Basri Amin

Basri Amin

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Basri Amin

 

Kabar-kabar heroik sepanjang bulan Oktober 1945 itu saya simak dan cermati melalui koran ternama di masa itu. Sangat terang bahwa pergolakan di masa itu meletus di banyak tempat, baik di tanah Jawa maupun di luar Jawa. Di masa itu, kehadiran tentara Sekutu (NICA) sangat mengguncang keberadaan Proklamasi Kemerdekaan.

Hampir semua kelompok masyarakat, sejumlah kalaskaran pemuda, pelajar, santri dan perhimpunan perempuan pejuang, satu-sama lain memerankan dirinya di tengah-tengah tekanan fisik dan kesiapan rela-mati demi Kemerdekaan.

Related Post

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Profesi-Profesi Hebat

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Jejak Oktober 1945 lebih popular penjudulannya dengan sebutan Resolusi Jihad.

Kalangan Santri (di) Indonesia, sejak 2015, memperingati Resolusi Jihad tahun 1945. Saya membaca dan menyimak secara langsung dokumentasi lengkap “Resolusi Jihad” Nahdatoel Oelama sebagai tuntutan resmi dari hasil Rapat Besar wakil-wakil daerah Perhimpunan Nahdatoel Oelama seluruh Jawa dan Madura pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di Soerabaya.

Tanggal puncak Rapat Besar, 22 Oktober 1945, yang menjadi dasar pengabadian Hari Santri Nasional (HSN) di negeri ini. Kalimat kunci yang terbaca dari judul publikasinya, adalah Resolusi Jihad dan Pengorbanan Santri seluruh Jawa dan Madura. Tekad besarnya pun sangat terang: “Mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945” yang kembali dirongrong oleh NICA dan Jepang.

Selain itu, teks Resolusi Jihad dengan sangat menyala menegaskan “mempertahankan dan menegakkan Agama dan Kedaulatan Negara Republik Indonesia Merdeka”

Penulisan teks-dokumen Resolusi Jihad tersebut tergolong unik, antara lain karena menimbang 2 (dua) hal pokok: (a) bahwa untuk mempertahankan-menegakkan negara Republik Indonesia menurut Hukum Islam, sebagai Kewajiban bagi tiap-tiap Orang Islam; dan (b) bahwa di Indonesia ini warga negaranya adalah sebagian besar terdiri dari Umat Islam.

Selanjutnya terdapat 4 (empat) poin di bagian “mengingat”, di antaranya a,b,c, dan (d) bahwa “dalam menghadapi sekalian kejadian (‘pertempuran yang mengorbankan begitu banyak jiwa manusia’), belum mendapat perintah dan tuntunan yang nyata dari Pemerintah Repoeblik Indonesia yang sesuai dengan kejadian tersebut”.

Bagian akhir dari dokumen Resolusi Jihad itu sebenarnya berisi 2 (dua) buah “tuntutan” kepada pemerintah Republik di masa itu, dengan kata-kata (a) “memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia supaya menentukan satu Sikap dan Tindakan yang nyata serta sepadan terhadap tiap-tiap usaha yang akan membahayakan kemerdekaan Agama dan Negara Indonesia…; dan (b) supaya memerintahkan melanjutkan perjuangan bersifat “Sabiloellah” untuk tegaknya Negara Republik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.

Jadi, Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 itu sungguh sistematik-spiritualistik, menyala-emotif tapi tenang-terkendali, dan menyela sikap resmi Pemerintah Republik Indonesia atas kondisi kritis yang ada di masa itu. Sebagaimana akhirnya –-secara nasional– kita tahu bahwa puncak heroisme Surabaya itu cenderung (hanya) mencatat peristiwa “10 November 1945”, terutama tentang heroisme Bung Tomo dengan pekikan Allahu Akbar-nya.

KITA butuh membaca dan menghayati banyak konteks, teks, dan implikasi fundamental atas tampilnya Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 oleh Nahdatoel Oelama Jawa-Madura di Surabaya. Di antaranya, dan ini yang amat penting, adalah kepercayaan dari Alim-Ulama dan Santri-nya kepada “sikap, tuntunan, tindakan, dan perintah” dari Pemerintah Republik Indonesia kepada “segenap rakyat Indonesia”.

Sikap percaya-penuh dan menuntut (harapan!) kepada (kuasa!) Pemerintah Republik seperti inilah yang merupakan nilai luhur tersediri dari (sejarah) Mempertahankan Kemerdekaan bangsa kita sejak Oktober – Desember 1945. Bahwa kita percaya dan berharap kepada Republik. Bahwa rakyat (senantiasa) memintakan sikap dan tindakan yang menopang prosesi kedaulatan negara dan mempertahankan kemerdekaan.

Di saat yang sama, Kemerdekaan Agama, juga ditegaskan secara setara dan terang. Di sinilah, terkesan ada dua jenis kemerdekaan yang saling mengisi-menguatkan dalam konteke keIndonesiaan kita: Negara dan Agama.

Kendati demikian, tidak semua publikasi sejarah dan temuan-temuan ilmiah memberi “tempat terhormat” terhadap peran golongan Kyai, Sastri, dan Pesantren di masa-masa krusial tersebut. Temuan Professor Ben Anderson dari Universitas Cornell, Amerika Serikat, termasuk sarjana yang berhasil menangkap dengan akurat dan kritis tentang kronik Revolusi Fisik di sepanjang Oktober – Desember 1945. Ben Anderson dalam kajian seminalnya Java in A Time of Revolution (1972: 157), menulis dengan sangat apik bagaimana siaran dan teriakan dua kali Allahu Akbar Bung Tomo dengan pekik-suara dan tangisan.

Dari kajian Anderson, kita beroleh pengakuan (data) ilmiah bahwa sejak awal awal Oktober 1945, Kyai-Kyai dari pelosok Jawa dan Madura memusatkan diri di Surabaya untuk menyusun Gerakan perlawanan. Demikian juga di beberapa titik pergolakan “Kyai Desa” di Jawa.

Merujuk Berita Antara (25 Oktober) dan Berita Indonesia (27 Oktober 1945) sebagai koran resmi nasional yang memberitakan tentang “Perang Suci” (Sibilillah) yang dikobarkan sejak pertemuan besar Nadhlatul Ulama di Surabaya pada 21–22 Oktober 1945. Dengan spirit itulah pula maka nilai dasar Resolusi Jihad terus berkobar sepanjang akhir tahun 1945 di kalangan umat Muslim di seluruh Jawa, di mana peran Kyai, Santri, Perhimpunan Pelajar/Pemuda demikian menentukan. Tak ketinggalan, berdirilah “dapur Sabilillah Moeslimat” di Surakarta –-yang bergerak menopang logistik tentara-pejuang; berpusat di rumah Tuan Ali Archam di Tegalsari.

Sesungguhnya, sangat banyak peristiwa penting yang mewarnai bulan Oktober 1945. Di antaranya, Upacara besar-besar memperingati dua bulan Kemerdekaan di Jogjakarta, tepatnya di Kepatihan. Di saat itu, “Hormat Merdeka” sebanyak tiga kali ditampilkan oleh semua peserta upacara. Juga Hening Cipta, lagu Indonesia Raya, dan Doa kepada para arwah Pahlawan Kemerdekaan. Demikian juga dengan Kaum Buruh, mereka menyiapkan diri sebagai pembantu Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan mendaftarkan diri masing-masing di markar TKR, Jl. Cemara 24, Jakarta.

Pertaruhan masyarakat Islam selama Oktober – Desember 1945 (Suryanegara, 1996: 231, 268) benar-benar menegangkan karena pengorbanan nyawa selalu di depan mata, hampir di semua wilayah di tanah Jawa, dan sebagiannya melebar di kawasan lain di Indonesia, antara lain Sulawesi dan Sumatera. Di awal November 1945 misalnya, tepatnya melalui Muktamar Ummat Islam 7 November, mendeklarasikan pembentukan Barisan Sabilillah sebagai barisan istimewa dalam TKR. Dengan bahasa yang berkobar-kobar, diberitakan bahwa “60 Milyun (‘Juta’) Kaum Muslimin Indonesia Siap Berjihad Fi Sabilillah…Menentang tiap-tiap Penjajahan” (Suryanegara, 1996: 296-297).

Demikianlah sedikit penyegaran tentang Sejarah Oktober yang begitu menentukan “nafas merdeka” bagi Indonesia, sebuah negeri yang selalu menggugah kesadaran kebangsaan kita. ***

Tags: basri aminHarian Persepsipersepsispektrum sosialtulisan basri amintulisan persepsi

Related Posts

Ridwan Monoarfa

Dana Abadi Rakyat Gorontalo: Menghidupkan Kembali Semangat Serambi Madinah Melalui Wakaf Produktif

Friday, 17 April 2026
Basri Amin

Profesi-Profesi Hebat

Monday, 13 April 2026
Ridwan Monoarfa

Dari Desa Andaleh ke Gorontalo: Mengakhiri Ilusi Peternakan Berbasis Bantuan

Saturday, 11 April 2026
Basri Amin

Kota Gorontalo, ‘298’ Tahun? (Catatan Terbuka kepada Wali Kota)  

Monday, 6 April 2026

Mengulik Variabel Identitas, Norma, dan Reproduksi Permusuhan Pada Konflik Iran-Israel-Amerika Serikat

Thursday, 2 April 2026
Yusran Lapananda

Kemandirian Fiskal Daerah Sebuah Keharusan

Thursday, 2 April 2026
Next Post
TERPERCAYA - Teknisi bengkel AHASS melakukan servis sepeda motor milik konsumen secara profesional. (foto: dok/daw)

Servis Bergaransi Hanya di AHASS, Berkualitas Bengkel Resmi Honda yang Terpercaya

Discussion about this post

Rekomendasi

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

Thursday, 16 April 2026
Oknum Kades di Pohuwato saat diperiksa sebagai tersangka, dan dilakukan penahanan terkait dengan dugaan aktivitas PETI. (foto: istimewa)

Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

Wednesday, 15 April 2026
Tersangka dugaan penganiayaan ibu kadung diborgol polisi.

Miris, Anak Sayat Ibu Kandung Hingga Berdarah

Friday, 17 April 2026
Imran Rahman

Viral Siswi SMP di Kabgor Di-bully, Orang Tua Pelaku Justeru Minta Proses Hukum

Thursday, 16 April 2026

Pos Populer

  • Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pohuwato resmi melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan pemalsuan surat kepada Kejaksaan Negeri Pohuwato, Senin (13/4/2026).

    Oknum ASN Diduga Palsukan Akta Kematian

    144 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Profesi-Profesi Hebat

    126 shares
    Share 50 Tweet 32
  • Putra Gorontalo Calon Wali Kota Jaksel

    90 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Jadi Bos PETI Oknum Kades Dibui, Kerahkan Eskavator Keruk Material Tambang di Sungai Alamutu

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • Oknum Pegawai BSG Bobol Brankas, Kerugian Rp 13,1 Miliar, Termasuk Kuras Rekening Dormant

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.