Gorontalopost.co.id, GORONTALO — Pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Gorontalo (Kabgor) diwarnai insiden temuan ulat pada menu makanan yang dibagikan kepada para siswa. Insiden ini terjadi di SMA Negeri I Telaga. Sudah ada tiga temuan kasus sejak awal Agustus. Yaitu satu ulat masih hidup dan dua ulat sudah mati.
Koordinator MBG di SMAN I Telaga, Nining Latief mengakui, insiden ini terjadi karena kelalaian dalam penyortiran bahan baku makanan di dapur MBG. “Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak penanggung jawab program MBG di wilayah kecamatan Telaga,” ungkapnya.
Sementara itu Ahli Gizi SPPG Telaga, Nurinda Lihawa, ulat itu ditemukan pada buah rambutan dan sayur kacang panjang yang menjadi menu MBG saat dibagikan pada siswa. “Kami langsung meminta pengelola dapur agar menghentikan pemberian buah jenis rambutan dan juga sayur kacang panjang,” ungkapnya.
Diakuinya, masalah ini terjadi karena kelalaian dalam proses penyortiran bahan baku makanan. Karena itu, pihaknya langsung melakukan evaluasi terhadap seluruh tim yang bekerja di dapur umum. Agar kejadian ini tidak terulang.
“Seperti untuk kacang panjang walaupun memang sudah dilakukan penyortiran secara maksimal, namun masih saja ada yang terjebak dibiji dari kacang panjang apakah itu biji atau ulat,” jelasnya.
Menyikapi insiden ini, pemerintah kabupaten Gorontalo langsung bertindak. Sehari setelah dilantik, Sekretaris Daerah (Sekda) Sugondo Makmur langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di dapur umum MBG di kecamatan Telaga, Rabu (6/8). Tepatnya di yayasan Rumah Nurul Ilmi.
Setibanya di lokasi, Sugondo Makmur langsung melihat kondisi dapur dan cara pengemasan makanan dapur MBG yang dikelola yayasan Rumah Nurul Ilmi tersebut. Sugondo menjelaskan, pengecekan lapangan secara cepat ini merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo terhadap suksesnya program MBG di Gorontalo.
“Ini adalah program pak Presiden Prabowo dan kita tidak ingin ada kejadian yang kemudian membuat program ini menjadi buruk citranya. Makanya kita cek langsung di lapangan,” ungkapnya.
Lanjut dikatakan Sugondo, saat mengunjungi dapur dan bertemu dengan petugas gizi memang diakui ada ulat di makanan yakni ulat dari buah rambutan dan juga dari sayur kacang panjang.
“Ini adalah kelalaian petugas. Karena dalam jumlah yang banyak, dari sekian ribu jumlahnya ada yang terabaikan. Kami mengingatkan untuk lebih waspada dan teliti lagi dalam melakukan penyortiran semua bahan bakunya,” jelas Sugondo.
Sugondo menambahkan, dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan mengundang Badan Gizi Nasional (BGN) Gorontalo untuk melakukan koordinasi terkait pelaksanaan program MBG di wilayah Kabupaten Gorontalo. (wie)











Discussion about this post