logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
Logo gorontalo post
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL
No Result
View All Result
logo gorontalo post
No Result
View All Result
Pemkot Gorontalo

Biomasa
Home Disway

Bukan Rapat

Lukman Husain by Lukman Husain
Thursday, 19 June 2025
in Disway
0
--

--

Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp

Oleh:
Dahlan Iskan

 

RAPATNYA seperti bukan rapat. Tidak ada hasil. Padahal inilah pertemuan paling ditunggu dunia: KTT G7 di pegunungan indah Kanada.

Sebelum G7 pun sudah banyak yang pesimistis. Utamanya karena dunia lagi resah: ekonominya, politiknya, keamanannya. Akhirnya tidak ada kesepakatan yang bisa diumumkan di akhir KTT G7 kemarin.

Related Post

Bom Suci

Petir Agrinas

Petir Ngambek

Petir India

Yang ada adalah pernyataan basa-basi: Iran–Israel jangan kian panas, Gaza reda, Israel punya hak hidup, sanksi untuk Rusia perlu diperberat.

Presiden Donald Trump sangat kecewa soal Rusia ini. Ia menyesalkan mengapa Rusia dikeluarkan dari G8. Akibatnya Russia kian agresif.

Saking marahnya sampai Trump salah sebut: dikeluarkannya Rusia itu akibat kebijakan salah dari Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Padahal saat Rusia dipecat dari G8 Trudeau belum jadi perdana menteri.

Trump sendiri pulang lebih awal. Alasannya Anda sudah tahu: ingin lebih memperhatikan situasi di Timur Tengah.

Trump memang di pusat perhatian. Pemerintah Trump lagi negosiasi dengan Iran soal nuklir.

Israel kurang senang dengan gelagat yang akan diputuskan Trump. Pun di dalam negeri Amerika. Pendukung Trump kurang senang dengan rencana keputusan Trump di perjanjian nuklir itu.

Dari segi yang hadir, G7 kali ini juga kurang greget. Meksiko tidak hadir. Arab Saudi juga absen. India begitu juga. Pun Indonesia.

Mereka memang bukan anggota G7 tapi diundang. Presiden Prabowo Subianto pilih ke Rusia –seperti ingin menampar G7. Tapi yang paling menarik adalah ketidakhadiran PM India Narindra Modi.

“Kalau Modi ke Kanada ia bisa tewas ditembak ekstremis India di sana,” tulis sebuah media di Kanada.

Tapi alasan formal Modi adalah: India kecewa pada Kanada. Anda sudah tahu: Kanada resmi menuduh pemerintah India terlibat pembunuhan tokoh utama Sikh, Hardeep Singh Nijjar.

Nijjar tewas 18 Juni 2023 pukul 20.30. Nijjar ditembak di halaman parkir rumah ibadah Sikh di Surrey, hanya beberapa kilometer di selatan kota besar Vancouver.

Nijjar adalah pemimpin Gurdwara Guru Nanak dan advokat gerakan pro–Khalistan di Kanada. Gurdwara adalah rumah ibadah Sikh.

Tidak hanya itu. Nijjar adalah tokoh utama organisasi Sikhs for Justice. Organisasi itu mendukung berdirinya negara Khalistan yang terpisah dari India. Angkatan bersenjatanya disebut Tiger Force.

Negara Khalistan yang diperjuangkannya adalah wilayah yang sangat luas. Mulai dari Punjab, Haryana, Chandigarh sampai New Delhi bagian barat.

Di Punjab itulah kota suci Sikh berada. Orang Sikh ”naik haji” dan ”umrah” ke Amritsar itu. Kota sucinya hidup sepanjang siang dan malam. Gemerlapan bercahaya. Waktu di sana saya serasa seperti berada di Makkah yang berbeda.

Dari sini pula saya ke perbatasan India-Pakistan. Dari perbatasan ini terlihat Gurdwara Guru Nanak yang asli yang ada di Pakistan. Jaraknya hanya sekitar 1 km dari perbatasan.

Saya ingin ke sana lagi: apakah rencana membangun jembatan lintas batas dulu itu jadi dilaksanakan. Lewat jembatan itu orang Sikh bisa ke Guru Nanak cukup jalan kaki lewat jembatan. Tidak harus naik pesawat muter-muter ke Lahore.

Saya tidak tahu apakah jembatan itu jadi dibangun. Hubungan bertetangga India-Pakistan ibarat Tom & Jerry.

Tentu India menjadikan Nijjar musuh negara. Tapi membunuhnya di negara lain membuat negara itu marah. Nijjar memang sering dikuntit orang yang mencurigakan.

Setahun sebelumnya pemerintah India memang mengumumkan sayembara: akan memberi hadiah kepada siapa pun yang bisa memberikan informasi di mana Nijjar. Tentu informasi yang bisa mengarah ke penangkapannya.

Malam itu Nijjar terlihat keluar dari rumah ibadah. Ia menuju tempat parkir. Mobil pikap miliknya menunggu di tempat parkir. Merek mobilnya Dodge Rum. Saat itulah 50 peluru ditembakkan ke tubuhnya. Sebanyak 34 peluru berhasil menembus jasadnya. Tewas.

Si penembak lari melewati taman. Dua orang. Lalu naik ke mobil Toyota Camry yang menunggu tidak jauh dari situ.

Intelijen Kanada sebenarnya sudah mengingatkan Nijjar untuk waspada. Tapi Nijjar sangat percaya diri. Kanada pun melakukan penyelidikan. Kesimpulannya: pemerintah India terlibat.

Ribuan orang mengantarkan jenazah Nijjar ke pemakaman. Ribuan orang pula demo ke konsulat India di Vancouver. Mereka marah pada Modi. Mereka menunggu kedatangan Modi di G7.

Dengan absennya Modi Anda pun tidak lagi memperhatikan G7. Anda lebih berharap Iran terus menghajar Israel. (*)

Tags: Catatan Harian DahlanDahlan IskanDiswayHarian Dahlanharian diswayTulisan Dahlan

Related Posts

Ilustrasi Joao Angelo de Sousa Mota dan misi besarnya untuk Koperasi Desa Merah Putih.--

Petir Agrinas

Monday, 2 March 2026
Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran.--

Bom Suci

Monday, 2 March 2026
dr Joao Angelo De Sousa Mota --

Petir Ngambek

Friday, 27 February 2026
Agrinas terlanjur memesan Mobil Pikap Impor Pabrikan Mahindra asal India dan 1.000 unit di antaranya telah berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara-Istimewa-

Petir India

Thursday, 26 February 2026
Dwi Sasetyaningtyas.--LinkedIn Dwi Sasetyaningtyas

WNI WNI

Wednesday, 25 February 2026
--

Kolegium MK

Tuesday, 24 February 2026
Next Post
SEGERA TANCAP GAS - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail melantik Bupati dan Wakil Bupati Gorut, Thariq Modanggu - Nurdjanah Jusuf, di rumah dinas gubernur, Kamis (19/6) malam. (foto : istimewa)

Thariq-Nurjanah Dilantik, Gusnar Tekankan Saling Berkolaborasi

Discussion about this post

Rekomendasi

Dedy S. Palyama, SE. M.Si

Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

Tuesday, 3 March 2026
BNNK Pohuwato saat melakukan test urine terhadap pimpinan dan karyawan PT LIL dan PT STN Pohuwato.

10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

Tuesday, 3 March 2026
Ridwan Monoarfa

Perang, Damai, dan Arsitektur Hegemoni Amerika

Tuesday, 3 March 2026
Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Buyer Jepang Tinjau Langsung Operasional PT Biomasa Jaya Abadi di Pohuwato

Tuesday, 3 March 2026

Pos Populer

  • Dedy S. Palyama, SE. M.Si

    Menjembatani Visi-Misi Kepala Daerah dan Kerja Birokrasi

    49 shares
    Share 20 Tweet 12
  • Kasus PETI Saripi Jadi ‘Bola Pingpong’, Berkas Perkara Dikembalikan Kejati ke Polda

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • 10 Karyawan Perusahaan di Pohuwato Positif Narkoba

    29 shares
    Share 12 Tweet 7
  • Petir Ngambek

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • THR PPPK-PW, Dana Cukup, Pemda Boleh Cairkan

    41 shares
    Share 16 Tweet 10
Gorontalopost.co.id

Gorontalo Post adalah Media Cetak pertama dan terbesar di Gorontalo, Indonesia, yang mulai terbit perdana pada 1 Mei 2000 yang beral...

Baca Selengkapnya»

Kategori

  • Boalemo
  • Bone Bolango
  • Disway
  • Ekonomi Bisnis
  • Gorontalo Utara
  • Headline
  • Kab Gorontalo
  • Kota Gorontalo
  • Kriminal
  • Metropolis
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Persepsi
  • Pohuwato
  • Politik
  • Provinsi Gorontalo

Menu

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Berlangganan dengan email

Masukan email anda untuk menerima pembaruan berita terbaru dan terupdate dari Gorontalo Post

Join 2 other subscribers

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.

No Result
View All Result
  • METROPOLIS
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • SPORTIVO
  • KORAN DIGITAL

© 2025 PT. Gorontalo Cemerlang - Gorontalo Post by Div-TI.